Sunday, 6 November 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Bawang Putih (Allium sativum L)

Klasifikasi Dan Morfologi Bawang Putih

Bawang putih

Garlic atau bawang putih telah digunakan sebagai obat dalam herbal medicine sejak ribuan tahun yang lalu. Pada tahun 2700-1900 sebelum Masehi bawang putih telah digunakan oleh pekerja-pekerja bangunan piramid sebagai obat penangkal penyakit dan rasa letih. Sekitar tahun 460 sebelum Masehi khasiatnya telah dipuji oleh Hippocrates dan pada tahun 384 sebelum Masehi oleh Aristotle. Saat Perang Dunia tahun 1914-1918 bawang putih digunakan oleh tentara Perancis untuk mengobati luka, dan pada serangan wabah penyakit mulut dan kuku pada tahun 1968 para istri petani di Cheshire percaya bahwa bawang putih dapat berkhasiat melindungi ternak mereka dari wabah penyakit tersebut (Sunarto & Susetyo, 1995).

Bawang Putih

Klasifikasi Bawang Putih

Klasifikasi Bawang Putih
Kingdom  Plantae 
Sub-Kingdom  Tracheobionta
Super division Spermatophyta 
Division  Magnoliophyta 
Class Liliopsida 
Sub-Class  Liliidae 
Order  Liliales 
Family Liliaceae 
Genus Allium L. 
Species  Allium sativum L. 

Morfologi Bawang Putih

Bawang putih merupakan tumbuhan terna berumbi lapis atau siung yang bersusun, memiliki batang semu yang terbentuk dari pelepah daun dan termasuk dalam genus Allium. Akar bawang putih terdiri dari serabut-serabut kecil, setiap umbi bawang putih terdiri dari sejumlah anak bawang (siung) yang setiap siungnya terbungkus kulit tipis berwarna putih. Bawang putih termasuk tumbuhan daerah dataran tinggi namun di Indonesia jenis tersebut juga dibudidayakan di dataran rendah. Bawang putih berkembang baik pada ketinggian tanah berkisar 200-250 meter di atas permukaan laut (Savitri, 2008). 

Bawang putih termasuk klasifikasi tumbuhan berumbi lapis atau siung yang bersusun. Bawang putih tumbuh secara berumpun dan berdiri tegak sampai setinggi 30-75 cm, mempunyai batang semu yang terbentuk dari pelepah-pelepah daun. Helaian daunnya mirip pita, berbentuk pipih dan memanjang. Akar bawang putih terdiri dari serabut-serabut kecil yang bejumlah banyak. Setiap umbi bawang putih terdiri dari sejumlah anak bawang (siung) yang setiap siungnya terbungkus kulit tipis berwarna putih. Bawang putih yang semula merupakan tumbuhan daerah dataran tinggi, sekarang di Indonesia, jenis tertentu dibudidayakan di dataran rendah. Bawang putih berkembang baik pada ketinggian tanah berkisar 200-250 meter di atas permukaan laut (IPTEKnet, 2005).

Menurut Kartasapoetra (1992), ciri-ciri bawang putih sebagai berikut : 
  1. Merupakan umbi majemuk dengan bentuk rata-rata hampir bulat, bergaris tengah sekitar 4 sampai 6 cm.
  2. Berwarna putih, terdiri dari beberapa siung (8-20 siung), yang seluruhnya terbungkus oleh 3-5 selaput tipis berwarna putih. 
  3. Tiap siungnya diliputi atau terbungkus pula dalam selaput tipis, selaput luar berwarna mendekati putih dan agak longgar, sedangkan selaput dalam membungkus ketat-melekat pada bagian luar daging siung, berwarna merah jambu yang mudah dilepas atau dikupas.

Manfaat Bawang Putih (A. sativum)

Bawang putih memiliki manfaat dan kegunaan yang besar bagi kehidupan manusia. Bagian utama dan paling penting dari tanaman bawang putih adalah umbinya. Pendayagunaan umbi bawang putih selain digunakan sebagai bumbu dapur sehari-hari, juga digunakan sebagai obat tradisional yang memiliki multi khasiat. Dalam idustri makanan, umbi bawang putih dijadikan ekstrak, bubuk atau tepung dan diolah menjadi acar (Rukmana, 1994).

Selain itu, bawang putih juga dapat mebunuh bakteri, penambahan ekstrak bawang putih pada koloni bakteri menyebabkan terbunuhnya kuman secara cepat dan mencegah pertumbuhan lebih lanjut (Atmadja, 2002). Demikian beberapa manfaat dari khasiat bawang putih, namun jika berle bihan mengonsumsi bawang putih dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan berbahaya bagi wanita hamil. Oleh karena itu, dianjurkan agar mengonsumsi bawang putih secara seimbang (Mahmud, 2007).


No comments:

Post a comment