Tuesday, 8 November 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Bakteri Staphylococcus aureus

Klasifikasi Dan Morfologi Bakteri Staphylococcus aureus

Klasifikasi Staphilococcus aureus
Kerajaan Bacteria
Divisi Firmicutes 
Kelas Bacilli 
Bangsa  Bacillales
Suku  Staphylococcaceae 
Marga Staphilococcus 
Jenis Staphilococcus aureus

Klasifikasi Dan Morfologi Bakteri Staphylococcus aureus

Morfologi Bakteri Staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus (S. aureus) merupakan Bakteri Gram positif, tidak bergerak, tidak berspora dan mampu membentuk kapsul.9

Berbentuk kokus dan tersusun seperti buah anggur sebagaimana terlihat pada gambar 2 ukuran Staphylococcus berbeda-beda tergantung pada media pertumbuhannya. Apabila ditumbuhkan pada media agar, Staphylococcus memiliki diameter 0,5-1,0 mm dengan koloni berwarna kuning. Dinding selnya mengandung asam teikoat, yaitu sekitar 40% dari berat kering dinding selnya, Asam teikoat adalah beberapa kelompok antigen dari Staphylococcus.9

Efek Buruk Bakteri Terhadap Kesehatan Manusia Staphylococcus aureus

S. Aureus adalah Bakteri aerob dan anaerob, fakultatif yang mampu menfermentasikan manitol dan menghasilkan enzim koagulase, hialurodinase, fosfatase, protease dan lipase. S. aureus mengandung lysostaphin yang dapat menyebabkan lisisnya sel darah merah. Toksin yang dibentuk oleh S. aureus adalah haemolysin alfa, beta, gamma delta dan epsilon. Toksin lain ialah leukosidin, enterotoksin dan eksfoliatin. Enterotosin dan eksoenzim dapat menyebabkan keracunan makanan terutama yang mempengaruhi saluran pencernaan. Leukosidin menyerang leukosit sehingga daya tahan tubuh akan menurun. Eksofoliatin merupakan toksin yang menyerang kulit dengan tanda-tanda kulit terkena luka bakar.11,12

S. aureus hidup sebagai saprofit di dalam saluran-saluran pengeluaran lendir dari tubuh manusia dan hewan-hewan seperti hidung, mulut dan tenggorokan dan dapat dikeluarkan pada waktu batuk atau bersin. Bakteri ini juga sering terdapat pada pori-pori dan permukaan kulit, kelenjar keringat dan saluran usus. Selain dapat menyebabkan intoksikasi, S. aureus juga dapat menyebabkan bermacam-macam infeksi seperti jerawat, bisul, meningitis, osteomielitis, pneumonia dan mastitis pada manusia dan hewan.9,11

Syarat Hidup Bakteri

Suhu optimum untuk pertumbuhan S. aureus adalah 35-37 derajat Celcius dengan suhu minimum 6,7derajat Celcius dan suhu maksimum 45,4 derajat Celcius. Bakteri ini dapat tumbuh pada pH 4,0-9,8 dengan pH optimum 7,0-7,5. Pertumbuhan pada pH mendekati 9,8 hanya mungkin bila substratnya mempunyai komposisi yang baik untuk pertumbuhannya. Bakteri ini membutuhkan asam nikotinat untuk tumbuh dan akan memeksimalkan pertumbuhannya dengan adanya thiamin. Pada keadaan anaerobik, Bakteri ini juga membutuhkan urasil. Untuk pertumbuhan optimum diperlukan sebelas asam amino, yaitu valin, leusin, threonin, phenilalanin, tirosin, sistein, metionin, lisin, prolin, histidin dan arginin. Bakteri ini tidak dapat tumbuh pada media sintetik yang tidak mengandung asam amino atau protein.9,11

No comments:

Post a comment