Saturday, 26 November 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Argulus indicus/Argulus japonicus

Klasifikasi Dan Morfologi Argulus indicus/Argulus japonicus

Pengertian Argulus 

Argulus merupakan hewan yang sangat kecil dan hampir tak terlihat oleh mata. Argulus bisa disebut hama air bagi pembudidaya ikan air tawar, karena efek kehadirannya sangat merugikan. Ikan budidaya apa bila diserang oleh argulus maka bagian tubuh yang terserang akan berlendir yang menyebabkan ikan melemah, melompat-lompat di atas permukaan air, serta merasa tidak nyaman dan akan menggosok-gosokan tubuhnya yang terserang argulus ke permukaan yang lebih kasar. Saat ikan menggosok-gosokkan tubuhnya ke permukaan yang lebih kasar, tubuh ikan akan terluka dan mudah diserang jamur atau bakteri, ikan menjadi sakit dan bahkan bisa sampai kematian. Bagian tubuh ikan yang terluka merupakan pintu masuk bagi bakteri untuk menjadikannya inang, bakteri yang sering manyerang adalah bakteri Aeromonas dan Pseudomonas.

Klasifikasi Argulus indicus/Argulus japonicus

Klasifikasi Argulus
Kingdom Animalia
PhylumArthropoda
SubphylumCrustacea
ClassMaxillopoda
SubclassBranchiura
Order Arguloida
FamilyArgulidae
GenusArgulus
Spesies  Argulus indicus, Argulus japonicus  

Morfologi Argulus indicus/Argulus japonicus 

Menurut Mousavi et al. (2011), Argulus memiliki panjang tubuh 4-12 mm dengan bentuk pipih dorsoventral yang ditutupi oleh karapas dan sepasang mata majemuk (Steckler and Yanong, 2012). Bagian anterior Argulus terdapat sepasang antena, maxillae pertama dan kedua yang berfungsi untuk melekatkan diri pada inang, stylet yang berfungsi untuk menusuk inang dan proboscis yang berfungsi untuk menghisap darah. Pada bagian thorax Argulus terbagi menjadi empat segmen. Masing-masing segmen memiliki sepasang kaki renang dan segmen keempat tergabung dengan karapas. Thorax Argulus betina berfungsi untuk menyimpan telur. Bagian posterior terdapat abdomen dengan bentuk bilobus segmen. Abdomen pada Argulus jantan terdapat testis, sedangkan pada Argulus betina terdapat seminal receptacle (Hoffman, 1977)

Daur Hidup Argulus

Daur hidup Argulus adalah langsung, yaitu hanya membutuhkan satu inang dalam daur hidupnya. Menurut Steckler and Yanong (2012), Branchiura memiliki daur hidup rata-rata 30-60 hari, bergantung pada spesies parasit dan suhu lingkungan. Setelah Argulus jantan dan betina kopulasi, Argulus betina akan meninggalkan inang dan meletakkan telurnya pada benda yang keras. Argulus betina yang telah meletakkan telurnya akan kembali melekat pada inang.

Telur Argulus menetas dalam 17 hari pada suhu 23 ºC dan 30 hari pada suhu 20 ºC (Kismiyati dan Mahasri, 2012). Telur yang menetas menjadi nimfa dan harus menemukan inang dalam waktu 2-3 hari atau akan mati. Nimfa berkembang menjadi stadium juvenil (Kismiyati dan Mahasri, 2012), kemudian berkembang menjadi Argulus dewasa dalam waktu 30-40 hari setelah menetas (Steckler and Yanong, 2012).

Sistem Saraf Argulus

Sistem saraf Argulus adalah tangga tali yang saraf pusatnya berhubungan dengan alat indera (Chapman (1997) dalam Puspitasari dkk. (2012)). Saraf tersebut terdiri dari enam rantai ganglia otak dorsal dan ventral. Saraf dari ganglia pertama berhubungan dengan sucker. Saraf dari ganglia kedua berhubungan dengan maxillae kedua dan innervating di lateral karapas. Saraf dari ganglia ketiga, empat dan lima berhubungan dengan kaki renang sedangkan sepasang ganglia keenam berhubungan dengan organ reproduksi (Wilson, 1902).


No comments:

Post a comment