Wednesday, 16 November 2016

Insulin Adalah

Pengertian Insulin

Insulin adalah hormon polipeptida yang terdiri dari 51 asam amino yang tersusun dalam dua rantai, rantai A terdiri dari 21 asam amino dan rantai B mempunyai 30 asam amino (Syarif dkk, 2007). Insulin merupakan salah satu hormon di dalam tubuh manusia yang dihasilkan oleh sel pulau Langerhans yang berada di dalam kelenjar pankreas. Kelenjar pankreas ini terletak di dalam rongga perut bagian atas, tepatnya di belakang lambung. Dalam keadaan normal, bila kadar glukosa darah naik maka insulin akan dikeluarkan dari kelenjar pankreas dan masuk kedalam aliran darah. Dalam aliran darah insulin akan menuju ketempat kerjanya (reseptor) yaitu 50% ke hati, 10-20% ke ginjal, dan 30-40% bekerja pada sel darah, otot, dan jaringan lemak (Dalimartha, 2003).

Insulin Adalah

Pada jaringan parifer seperti jaringan otot dan lemak, insulin berikatan dengan sejenis reseptor (insulin receptor substrate) yang terdapat pada membran sel. Ikatan antara insulin dan receptor akan menghasilkan semacam signal yang berguna bagi proses regulasi atau metabolisme glukosa di dalam sel otot dan lemak. Regulasi glukosa tidak hanya ditentukan oleh metabolisme glukosa di jaringan perifer tetapi juga dijaringan hepar. Untuk mendapatkan metabolisme glukosa normal diperlukan mekanisme sekresi insulin disertai aksi insulin yang berlangsung normal (Manaf, 2006).

Tanpa ada insulin maka akan terjadi penurunan transport glukosa ke dalam sel-sel tubuh menjadi 1/4 dari biasanya dan dalam keadaan ini semua sel tubuh, kecuali otak harus mendapatkan energi dari sumber lain. Seabaliknya, jika insulin berlebihan maka glukosa yang memasuki sel-sel tubuh akan berlebih. Kelebihan glukosa ini disimpan dalam dua bentuk, yaitu glikogen dan lemak. Glikogen akan disimpan dalam sel-sel otot hati, sedangkan lemak akan disimpan ke dalam sel lemak. Tetapi setelah sebagaian besar dari glikogen ini dismpan di dalam hati kelebihannya akan disimpan dalam bentuk lemak. jadi, pembentukan lemak terutama terjadi dihati meskipun sebagian kecil dapat dibentuk di dalam sel-sel lemak (Hanafiah dkk, 1981).

Dari penjelasan di atas, diketahui bahwa peranan insulin adalah sebagai berikut:

1. Metabolisme glukosa

Setelah karbohidrat dan makanan didegradasi dalam usus, glukosa lalu diserap ke dalam darah dan diangkut ke sel-sel tubuh. Untuk penyerapannya ke dalam sel-sel ini diperlukan insulin, yang dapat diibaratkan sebagai kunci untuk pintu sel. Sesudah masuk ke dalam sel, glukosa lantas diubah di mitokondria menjadi energi atau ditimbun menjadi glikogen. Cadangan ini digunakan apabila tubuh kekurangan energi.

2. Regulasi hormonal

Bila kadar insulin rendah maka produksi glukosa adalah maksimal dan utilitasnya minimal sedangkan pada kadar insulin tinggi terjadi sebaliknya. Molekul-molekul insulin mengikat diri pada reseptor insulin di membran sel dari sel tujuan (otot dan lemak). Pada reaksi ini terbentuklah suatu kompleks yang melalui implus listrik untuk mempercepat perlintasan membran sel dan pemasukan glukosa ke dalam sel (Tjay dan Rahardja, 2007).

Daftar Pustaka:
  • Hanafiah, M.J., Kadri, dan Effendi, H. 1981. Fisiologi Sistem Hormonal & Reproduksi dengan Pathofisiologinya. Medan: Penerbit Universitas Sumatera Utara.
  • Manaf, A. 2006. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jilid III. Edisi IV. Jakarta: Pusat Penerbit Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

No comments:

Post a comment