Sunday, 6 November 2016

Indikator Pematangan Kompos

Indikator Pematangan Kompos

Setalah proses pengomposan aktif berhenti, pematangan dilakukan agar kompos yang didapat mencapai kestabilan akhir. Proses pematangan diperlukan untuk meyakinkan bahwa kompos benar-benar aman digunakan sebagai pupuk tanaman. Proses ini berlangsung sekitar 14 hari. Bila suhu diatas 45 derajat Celcius maka perlu dilakukan pembalikan. Sementara bila kondisi tumpukan dalam keadaan kering maka dilakukan penyiraman. Apabila suhu tetap di bawah 45 derajat celcius maka dapat disimpulkan bahwa kompos telah matang.

Kompos yang telah matang atau jadi dapat dicirikan sebagai berikut :
  1. Bentuk fisik tumpukan kelihatan hancur dan tumpukan lebih mengecil dengan penyusutan berat mencapai 50% dari berat awal.
  2. Warna tumpukan kehitam-hitaman menyerupai tanah.
  3. Tidak berbau.
  4. Selama beberapa hari suhunya tetap sama atau kurang dari 45 derajat celcius (tidak panas walaupun tumpukan cukup besar) (Hambali dkk, 2006).
  5. Jika diaplikasikan pada tanah, kompos dapat memberikan efek menguntungkan bagi tanah dan pertumbuhan tanaman. Nilai pupuknya ditentukan oleh kandungan nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium.
  6. Memiliki temperatur yang hampir sama dengan temperatur udara.
  7. Tidak mengandung asam lemak yang menguap (Djuarnani, 2005).
Menurut Santoso (1998), beberapa keuntungan dari penggunaan kompos adalah sebagai berikut :
  1. Mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat-sifat tanah baik fisik, kimia, maupun biologi.
  2. Mempercepat dan mempermudah penyerapan unsur N oleh tanaman karena telah diadakan perlakuan khusus sebelumnya.
  3. Mencegah infeksi yang disebabkan oleh biji-biji tumbuhan pengganggu.
  4. Dapat disediakan secara mudah, murah, dan relatif cepat. 
Daftar Pustaka: 
  • Djuarnani, N, Kristian, & Setiawan, S.S. 2005. Cara vepat membuat kompos. Jakarta: Agromedia Pustaka.
  • Hambali, dkk. 2006. Jarak pagar tanaman penghasil biodiesel. Jakarta :Penebar Sawadaya.
  • Santoso, B.H. 1998. Pupuk Kompos. Yogyakarta: Kanisius

 

No comments:

Post a comment