Sunday, 20 November 2016

Gejala Serangan Keong Mas Terhadap Padi

Gejala Serangan Keong Mas Terhadap Tanaman Padi

Dilahan sawah hama ini memakan bagian akar tanaman padi. Hama ini sangat berbahaya pada umur satu sampai tiga minggu setelah tanam, karena suka makan tanaman padi muda yang manis dan empuk. Sewaktu tanaman masih muda sejumlah kecil siput mampu menimbulkan kerusakan berat sehingga pertanaman harus ditanam ulang.


Padi yang baru ditanam sampai 15 hari setelah tanam mudah dirusak siput murbai, untuk padi tanam benih langsung (tabela) ketika 4 sampai 30 hari setelah tebar. Siput murbai melahap pangkal bibit padi muda. Siput murbai bahkan dapat mengkonsumsi seluruh tanaman muda dalam satu malam, adanya rumpun yang hilang, dan adanya potongan daun yang mengambang dipermukaan air.

Hasil percobaan dibalai budi daya air tawar Sukabumi, diperoleh bahwa siput ini tidak hanya menyerang atau memakan bagian bawah tanaman padi tetapi daun-daun yang jatuh bekas gigitan tikus habis dimakan oleh siput ini. Setelah tujuh hari investasi siput dipersemaian dapat merusak 96,5% persemaian muda sepuluh hari setelah semai (hss), dan 16,6% pada persemaian muda 20 hss. Sedangkan dipertanaman daya rusak 13,16% pada tanaman 10 hari setelah tanam (hst), 9,75% pada tanaman padi 2 hari setelah tanam, dan 10,25% pada tanaman padi 30 hst.

Keong mas merusak tanaman dengan cara memarut jaringan tanaman dan memakannya, menyebabkan adanya bibit yang hilang di pertanaman. Bekas potongan daun dan batang yang diserangnya terlihat mengambang ( Suyamto, 2005 ).

Persentase rumpun yang terserang meningkat cepat setelah delapan hari pelepasan siput murbei, atau sebelas hari setelah tanam. Proses perkembangan siput murbei sangat cepat (60 hari), dalam waktu singkat dapat memakan habis tanaman padi di persemaian dan pertanaman, dimana tanaman yang ada disawah terlihat rumpunnya tidak ada dan tinggal hanya akarnya.

Menurut Hendarsih, keong mas mempunyai kebiasaan memakan berbagai tanaman yang lunak termasuk padi yang masih muda. Biasanya keong mas memarut pangkal batang yang berada dibawah air dengan lidahnya hingga patah, kemudian patahan tanaman yang rebah tersebut dimakan. Bila populasi keong mas tinggi dan air selalu tergenang, bisa mengakibatkan rumpun padi mati, sehingga petani harus menyulam atau menanam ulang ( Hermawan, 2007 ).

No comments:

Post a comment