Tuesday, 29 November 2016

Dilarang Menghaluskan Obat Berbentuk Tablet

Dilarang Menghaluskan Obat Berbentuk Tablet dan Mencampurkan dengan Obat lainnya

Anak-anak usia 10 tahun kebawah, jika sedang sakit dan harus meminum obat, namun obat tersebut berbentuk tablet, sehingga anak-anak sulit untuk menelannya. Oleh sebab itu, orang tua akan menggerus obat tablet menjadi bubuk halus/puyer, dengan tujuan memudahkan anak tersebut meminum obat. Yang lebih mengkhawatirkan, biasanya orang tua akan mencampurkan dengan obat jenis lainnya.


Ternyata hal tersebut, terdapat beberapa resiko dalam pemberian obat tablet yang di bentuk menjadi bubuk. Di bawah ini, beberapa resiko yang harus dipahami:
  1. Menurunnya kestabilan pada obat karena obat-obatan yang dicampur kemungkinan akan mengalami interaksi satu sama lain.
  2. Bisa jadi fungsi obat akan menurun sebelum mencapai sasaran karena proses penggerusan. Ada beberapa jenis obat yang dibuat sedemikian rupa dengan tujuan tertentu karena obat akan hancur oleh asam lambung, misalnya obat tersebut dibuat untuk meredakan infeksi saluran pernapasan atas, maka obat tersebut harus dibuat sedemikian rupa agar terlindung dari asam lambung (tidak cepat hancur sebelum fungsi obat mencapai sasaran). Jika digerus menjadi bubuk halus, obat akan segera hancur saat terkena asam lambung.
  3. Menyebabkan kelebihan dosis. Kemungkinan dokter tidak hafal semua jenis/merek obat beserta fungsinya. Bisa jadi dokter akan meresepkan 2 jenis/merek obat yang berbeda, namun fungsinya sama.
  4. Akan sulit mengetahui obat mana yang menimbulkan efek samping karena berbagai macam obat digerus menjadi satu. Profesor Rianto menyebutkan, ada dokter yang meresepkan 57 jenis obat yang berbeda lalu menggerusnya menjadi satu, lalu pasien yang menkonsumsinya mengalami efek samping yang merugikan. Akibatnya sulit untuk mendeteksi obat mana yang memberikan reaksi efek samping tersebut.
  5. Obat yang digerus akan tertinggal/melekat pada alat penggerus. Akibatnya akan terjadi penurunan konsentrasi dosis obat yang diresepkan oleh dokter, sehingga terjadi penurunan fungsi obat atau bahkan tidak berfungsi lagi.
  6. Proses penggerusan akan menyebabkan terjadinya kontaminasi benda atau organisme microskopik asing yang bisa memberikan efek samping berbahaya.
Ada obat yang sengaja dibuat perlahan-lahan larut dalam tubuh. Namun Anda menhaluskannya, akibatnya obat tersebut menjadi cepat terlarut dalam tubuh. Jika tubuh tidak mampu menahan kondisi seperti ini maka tubuh akan menerima efek samping yang bisa jadi berbahaya bagi kesehatan. Apalagi yang diberi obat tersebut adalah bayi atau anak di bawah umur 5 tahun, mampukah mereka menahan efek samping dari obat yang tidak seharunya digerus.

No comments:

Post a comment