Wednesday, 30 November 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Melati (Jasminum sambac (L))

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Melati Putih

Bunga melati yang putih dan wangi dianggap sebagai lambang kesucian. Pada upacara-upacara adat Jawa, melati merupakan bunga yang sangat penting. Dalam upacara perkawinan misalnya, bunga ini digunakan sebagai hiasan sanggul dan hiasan dada mempelai wanita, sedangkan untuk mempelai prianya berupa untaian bunga yang menghiasi keris dan pula sebagai kalung. Minyak asiri yang terkandung pada bunga ini sangat bermanfaat dalam industri minyak wangi. Senyawa utamanya ialah minyak yasmin.

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Melati (Jasminum sambac (L))

Melati (Jasminum sambac) merupakan tanaman yang mempunyai banyak manfaat. Ada beberapa orang yang mempercayai apabila seseorang yang mengalami pusing cukup menghirup wangi bunga melati dapat menentramkan pikirannya. Kandungan kimia pada bunga melati yaitu indol, benzyl, livalylacetat dipercaya dapat mengobati penyakit seperti sakit kepala, sesak napas, demam, kelebihan asi dan sakit mata.

Klasifikasi Tanaman Melati Putih

Kingdom : Plantae        
Divisi : Spermatophyta 
Subdivisi :  Angiospermae        
Kelas : Dicotyledonae  
Ordo : Oleales   
Famili : Oleaceae 
Genus : Jasminum 
Spesies : Jasminum sambac (L.) W. Ait.

Morfologi Tanaman Melati Putih

Di antara 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan yaitu melati hutan (J. multiflorum Andr.), melati putih (J. sambac Ait.), melati raja (J. rex), J. parkeri Dunn., J. mensy, J. Revolutum, melati cablanca (J. Officinale), melati australia (J. simplicifolium), dan melati hibrida. Sebagian besar jenis melati tumbuh di hutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomis dan sosialnya.

Melati adalah tanaman semak, ketinggian 0,3-2 m. Daunnya bertangkai pendek, helaian daun berbentuk bulat telur, tepi daun rata, panjang 2,5-10 cm, dan lebarnya 1,5-6 cm (Suryowinoto, 1997).

Tanaman melati yang kita kenal yakni famili Oleaceae, tumbuh lebih dari setahun (perennial), bersifat perdu dan merambat. Batangnya berkayu berbentuk bulat sampai segi empat, berbuku-buku, dan bercabang banyak seolah-olah merumpun. Daunnya berbentuk bulat telur (oval, elips) dan berwarna hijau mengilap.

Bunga melati berbentuk terompet dengan warna bervariasi yakni putih, kuning cerah, dan merah muda, tergantung pada jenis atau spesiesnya. Melati yang bunganya berwarna putih antara lain melati hutan (J. multiflorum), melati putih (J. sambac), melati raja (J. rex), dan melati australia (J. simplicifolium). Sementara melati berbunga kuning adalah J. revolutum dan J. mensy, atau J. primulinum. Ada juga warna bunga merah muda dimiliki oleh melati hibrida hasil persilangan antara J. Beeasianum dan J. officinale. Bunga melati hutan yang ditemukan tumbuh di Indonesia kadang-kadang berwarna putih kemerah-merahan atau kekuning-kuningan.

Umumnya, bunga melati tumbuh di ujung tanaman. Susunan mahkota bunga tunggal atau ganda (bertumpuk), beraroma harum tetapi beberapa jenis bunga melati ada yang memiliki aroma tidak harum.

Sistem perakaran tanaman melati adalah akar tunggang dan akar-akar cabang yang menyebar ke semua arah dengan kedalaman 40-80 cm. Dari akar yang terletak dekat permukaan tanah kadang-kadang tumbuh tunas atau cikal bakal tanaman baru (Rukmana, 1997).

5 Vitamin Untuk Awet Muda

5 Vitamin Untuk Awet Muda

Awet muda, pasti semua orang mengingnkanya. Ada beberapa vitamin yang dapat membuat kulit tubuh terlihat muda meskipun sudah berusia di atas 50 tahun. Vitamin A, vitamin ini dapat mencegah terjadinya penuaan dini pada kulit. Hal ini telah terbukti melalui berbagai penelitian. Sudah 700 lebih studi yang dipublikasikan, yang memperoleh hasil dan membuktikan bahwa vitamin A (retinoid) bisa mencegah penuaan dini. Penggunaannya lebih efektif pada malam hari. Retinoid yang didapat dari resep dokter/apoteker bisa bekerja antara 4-8 minggu. Namun penggunaan retinoid yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang dapat merugikan kesehatan seperti iritasi kulit, kemerahan, pengelupasan, dan kulit mengering. Untuk menghindari timbulnya efek samping, gunakan obat yang mengandung retinoid 2-3 kali seminggu dengan jangka waktu harian dalam jumlah sedikit keseluruh wajah.


Vitamin B berguna untuk meningkat kelembapan dan menggurangi kemerahan. Vitamin ini biasa terkandung dalam lotion, krim, dan serum, yang dikenal juga dengan nama niacinamide. Vitamin B3 terbukti menambah produksi ceramides dan fatty acids, dua komponen yang memberi perlindungan pada kulit. Ketika pelindung kulit menguat, kulit akan mampu menjaga kelembapan dengan baik dan
terhindar dari iritasi sehingga cocok untuk kulit kering atau sensitif. Aplikasikan vitamin B di malam dan pagi hari agar mendapatkan hasil yang maksimal. Penggunaan vitamin B3 dapat dikombinasikan dengan vitamin A yang dapat memberikan efek baik untuk mencegah penuaan dini.

Vitamin C berfungsi untuk menghambat tanda-tanda penuaan pada kulit. Hasil penelitian, membuktikan bahwa vitamin C dapat melawan radikal bebas penyebab kerutan kulit, kulit bergelambir, dan tanda-tanda penuaan lainnya. Vitamin C juga membantu mengenyalkan kulit sekaligus menghilangkan flek-flek hitam. Gunakan vitamin C pada pagi hari sebelum menggunakan tabir surya.

Vitamin E berfungsi mencegah kulit mengering. Vitamin ini banyak terkandung dalam produk-produk tabir surya. Produk perawatan kulit yang paling baik adalah sedikitnya yang mengandung 1% vitamin E. Hasil penelitian membuktikan bahwa vitamin E membantu memberikan pelembab natural pada kulit. Sebelum terkena matahari, vitamin E juga dapat mencegah kulit kemerahan, bengkak dan kering. Agar efektif, gunakanlah produk-produk perawatan yang mengandung vitamin E sebelum dan sesudah terkena sinar matahari. Karena vitamin E jika terkena sinar matahari langsung, bisa merusak setengan kandungan vitamin E. Sementara itu vitamin K berfungsi membuat mata lebih bersinar dan dapat memudarkan lingkar hitam disekitar kelopak mata.

Tuesday, 29 November 2016

Dilarang Menghaluskan Obat Berbentuk Tablet

Dilarang Menghaluskan Obat Berbentuk Tablet dan Mencampurkan dengan Obat lainnya

Anak-anak usia 10 tahun kebawah, jika sedang sakit dan harus meminum obat, namun obat tersebut berbentuk tablet, sehingga anak-anak sulit untuk menelannya. Oleh sebab itu, orang tua akan menggerus obat tablet menjadi bubuk halus/puyer, dengan tujuan memudahkan anak tersebut meminum obat. Yang lebih mengkhawatirkan, biasanya orang tua akan mencampurkan dengan obat jenis lainnya.


Ternyata hal tersebut, terdapat beberapa resiko dalam pemberian obat tablet yang di bentuk menjadi bubuk. Di bawah ini, beberapa resiko yang harus dipahami:
  1. Menurunnya kestabilan pada obat karena obat-obatan yang dicampur kemungkinan akan mengalami interaksi satu sama lain.
  2. Bisa jadi fungsi obat akan menurun sebelum mencapai sasaran karena proses penggerusan. Ada beberapa jenis obat yang dibuat sedemikian rupa dengan tujuan tertentu karena obat akan hancur oleh asam lambung, misalnya obat tersebut dibuat untuk meredakan infeksi saluran pernapasan atas, maka obat tersebut harus dibuat sedemikian rupa agar terlindung dari asam lambung (tidak cepat hancur sebelum fungsi obat mencapai sasaran). Jika digerus menjadi bubuk halus, obat akan segera hancur saat terkena asam lambung.
  3. Menyebabkan kelebihan dosis. Kemungkinan dokter tidak hafal semua jenis/merek obat beserta fungsinya. Bisa jadi dokter akan meresepkan 2 jenis/merek obat yang berbeda, namun fungsinya sama.
  4. Akan sulit mengetahui obat mana yang menimbulkan efek samping karena berbagai macam obat digerus menjadi satu. Profesor Rianto menyebutkan, ada dokter yang meresepkan 57 jenis obat yang berbeda lalu menggerusnya menjadi satu, lalu pasien yang menkonsumsinya mengalami efek samping yang merugikan. Akibatnya sulit untuk mendeteksi obat mana yang memberikan reaksi efek samping tersebut.
  5. Obat yang digerus akan tertinggal/melekat pada alat penggerus. Akibatnya akan terjadi penurunan konsentrasi dosis obat yang diresepkan oleh dokter, sehingga terjadi penurunan fungsi obat atau bahkan tidak berfungsi lagi.
  6. Proses penggerusan akan menyebabkan terjadinya kontaminasi benda atau organisme microskopik asing yang bisa memberikan efek samping berbahaya.
Ada obat yang sengaja dibuat perlahan-lahan larut dalam tubuh. Namun Anda menhaluskannya, akibatnya obat tersebut menjadi cepat terlarut dalam tubuh. Jika tubuh tidak mampu menahan kondisi seperti ini maka tubuh akan menerima efek samping yang bisa jadi berbahaya bagi kesehatan. Apalagi yang diberi obat tersebut adalah bayi atau anak di bawah umur 5 tahun, mampukah mereka menahan efek samping dari obat yang tidak seharunya digerus.

Cacing Tanah Sebagai Penyubur Tanah

Cacing Tanah Sebagai Penyubur Tanah

Mengapa cacing tanah dapat menyuburkan tanah?. Cacing tanah hidup dan berkembang biak di dalam tanah. Mereka akan melubangi tanah dan bergerak di dalam tanah dengan membuat terowongan sesui dengan bentuk tubuhnya. Udara akan masuk ke dalam tanah melalui lubang yang dibuatnya. Selain itu, lubang cacing juga dapat memperlancar penyerapan air ke dalam tanah. Cacing juga memakan daun-daun yang rontuk kemudian dibawanya masuk ke dalam lubang. Biasanya cacing memakan makanannya hanya sebagian saja, sehingga daun yang dimakannya tidak akan habis dan tertinggal di dalam tanah. Daun yang berada di dalam tanah dalam waktu tertentu akan membusuk dan menjadi pupuk bagi tanaman.

Cacing Tanah Sebagai Penyubur Tanah

Oleh sebab itu, air, udara dan pupuk akan tersedia di dalam tanah dan membuat tanah menjadi sehat dan subur. Selain itu, tanah yang segar akan bergerak ke permukaan akibat aktivitas cacing tanah ini. Selama hidupnya, cacing tanah akan menggali tanah terus-menerus.

Tumpukan Tanah Galian Cacing Tanah

Karena aktivitas cacing tanah di dalam tanah dapat menyuburkan tanah, sehingga muncullah selogan yang menyebutkan "Cacing Tanah Adalah Sahabat Petani".

Apakah Ada Tanaman Yang Memakan Hewan?

Apakah Ada Tanaman Yang Memakan Hewan?

Ya, ada beberapa tanaman yang bisa memakan hewan kecil. Tanaman ini dapat ditemukan pada daerah berawa-rawa dengan tanah yang kurang subur. Sehingga dalam memenuhi kebutuhan mineral hara, tanaman ini membutuhkan mekanan berupa hewan-hewan kecil seperti serangga.

Apakah Ada Tanaman Yang Memakan Hewan?

Beberapa contoh tanaman yang dapat memakan hewan, seperti kantong semar, sundew, venus fly rap, pitcher plant. Tanaman-tanaman tersebut memakan serangga tidak mengunyah seperti manusia ataupun hewan, melainkan dengan bantuan berupa enzim untuk memecah/mengurai hewan dan menyerap mineral yang terkandung di dalamnya. Seperti tanaman kantung semar yang memiliki bunga seperti terompet dan di dalamnya terdapat cairan bening yang mengandung enzim pengurai, semut atau serangga kecil lainnya yang berada pada mulut bunga akan terpeleset dan jatuh ke dalamnya, lalu tenggelam, serta mati. Enzim yang terkandung di dalam cairan bunga kantung semar bertugas menguraikan serangga yang terjebak, kemudian tanaman akan menyerap mineralnya.

Jadi tanaman pemakan serangga akan tetap bisa bertahan hidup walupun tumbuh pada tanah yang tidak subur.

Mengapa Jumlah Pohon Yang Tumbuh Di Padang Rumput Lebih Sedikit

Mengapa Jumlah Pohon Yang Tumbuh Di Padang Rumput Lebih Sedikit

Padang rumput mudah ditemukan pada daerah yang beriklim sedang. Di daerah tersebut curah hujan sangat rendah, dan suhu udranya tinggi. Oleh sebab itu, di daerah tersebut sering terjadi kebakaran. Padang rumput banyak ditemukan binatang ternak herbivora. Sehingga Pohon-pohon akan sulit tumbuh di lingkungan yang ekstrim ini.

Mengapa Jumlah Pohon Yang Tumbuh Di Padang Rumput Lebih Sedikit

Pohon-pohon sulit berkembang biak di daerah padang rumput, hal ini dikarenakan pada musim kering sering terjadi kebakaran yang merusak rumput dan pohon-pohon. Selain itu binatang ternak juga akan memakan rumput dan pohon yang baru tumbuh kembali.

Padang rumput banyak ditemukan di Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Steva di Asia Tengah.

Tomat Dapat Menyembuhkan Kista

Tomat Dapat Menyembuhkan Kista

Ternyata selain banyak mengandung vitamin, tomat juga baik digunakan untuk menyembuhkan kista. Endrometriosis atau kista merupakan jenis penyakit yang menyerang bagaian organ reproduksi yang sering diderita oleh wanita. Kebanyakan wanita sangat takut dengan penyakit yang satu ini, pasalnya seorang wanita yang menderita kista maka akan mengganggu siklus haid, tingkat kesuburan, dan juga menimbulkan rasa yang sangat sakit. Kista merupakan suatu jaringan yang seharusnya berada di dalam rahim, namun tumbuh di tempat lain seperti di saluran telur dan ovarium. Namun jangan khawatir, kini ada cara alami untuk mengobatinya (semoga Allah SWT menghendakinya). Menurut hasil penelitian dari Amerika, tomat diketahui dapat menyembuhkan kista. Tomat mengandung Lycopene. 


Lycopene adalah zat yang membuat warna merah pada tomat dan semangka. Zat tersebut bisa menghambat aktivitas sel kista hingga 90%. Selain itu zat tersebut juga bisa mengurangi bekas luka setelah operasi, mengurangi aktivitas tumor jinak di dalam tubuh, dan juga mengurangi penuaan dini. Namun harus dipahami dan diingat, mengkonsumsi lycopene juga tak baik untuk kesehatan kulit. Pasalnya zat lycopene dapat membuat perubahan warna kulit menjadi lebih gelap. Tomat sangat baik dikonsumsi sehari satu buah. Menurut para ahli dibidang kesehatan dan gizi, satu buah tomat sehari, sudah cukup bagi kesehatan tubuh.


Monday, 28 November 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam )

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kelor 

Tanaman kelor, khasiatnya sebagai obat telah lama dikenal dalam sistem obat tradisional. Beberapa bagian berbeda dari digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai penyakit seperti rematik, kelumpuhan dan epilepsi. Selain itu ekstrak daun, biji, dan akar dari pohon kelor telah dipelajari secara ekstensif untuk berbagai potensi penggunaan termasuk antiinflamasi, antitumor, antihepatotoksik dan analgesik (Sashidhara et al., 2009). Kandungan fitokimia dalam daun kelor yaitu tanin, steroid dan triterpenoid, flavanoid, saponin, antraquinon, dan alkaloid. Flavonoid inilah yang mempengaruhi berbagai macam aktivitas biologi atau farmakologi, diantaranya antioksidan, antitumor, antiangiogenik, antiinflamasi, antialergik dan antiviral (Kasolo et al., 2010). 

Klasifikasi Tanaman Kelor

Klasifikasi tanaman kelor menurut (USDA, 2013 )

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Capparales
Famili : Moringaceae 
Genus : Moringa
Spesies : Moringa oleifera Lam

Nama Sinonim

Anoma moringa (L.) Lour., Guilandina moringa L., Hyperanthera decandra Willd., Hyperanthera moringa (L.) Vahl, Hyperanthera pterygosperma Oken, Moringa edulis Medic., Moringa erecta Salisb., Moringa moringa (L.) Small, Moringa myrepsica Thell., Moringa nux-eben Desf., Moringa octogona Stokes, Moringa oleifera Lour., Moringa parvifora Noronha, Moringa polygona DC., Moringa pterygosperma Gaertn., Moringa zeylanica Pers., Copaiba langsdorfi (Desf.) Kuntze, Copaifera nitida Hayne. (Navie & Steve , 2010).

Nama Daerah

Tanaman kelor memiliki banyak sebutan, diantaranya imaran, kelintang (Jawa), murong (Sumatera), wona marungga, kelohe, parangge, kewona (Nusa tenggara), rowe, kelo, wori (Sulawesi), kanele, oewa herelo (Maluku). Diluar negeri dikenal dengan nama drumstick tree, horseradish tree (Inggris), nugge (Kannada), la ken (Cina), mungna, saijna, shajna (Hindi) (DepKes RI,1989 & Rollof, 2009).

Morfologi Tanaman Kelor

Kelor (Moringa oleifera L.) tumbuh dalam bentuk pohon, berumur panjang (perenial) dengan tinggi 7 - 12 m. Batang berkayu (lignosus), tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar. Percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang. Daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling (alternate), beranak daun gasal (imparipinnatus), helai daun saat muda berwarna hijau muda, setelah dewasa hijau tua, bentuk helai daun bulat telur, panjang 1 - 2 cm, lebar 1 - 2 cm, tipis lemas, ujung dan pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, susunan pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas dan bawah halus. Bunga muncul di ketiak daun (axillaris), bertangkai panjang, kelopak berwarna putih agak krem, menebar aroma khas. Buah kelor berbentuk panjang bersegi tiga, panjang 20 - 60 cm, buah muda berwarna hijau setelah tua menjadi cokelat, bentuk biji bulat berwarna coklat kehitaman, berbuah setelah berumur 12 - 18 bulan. Akar tunggang, berwarna putih, membesar seperti lobak. Perbanyakan bisa secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang). Tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai di ketinggian kurang lebih 1000 m dpl.

Daftar Pustaka 
  • Departemen Kesehatan RI. 1989. Materi Medika Indonesia Jld.IV. Departemen Kesehatan RI.
  • Kasolo, JN., Bimeya, GS., Ojok,   L., Ochieng, J., Okwal-okeng, JW.2010. Phytochemicals and Uses of Moringa oleifera Leaves in Ugandan Rural Communities. Journal of Medical Plant Research,4(9): 753-757. 
  • Navie S., Steve C. 2010. Weed risk assessment, Horseradish tree (Moringa oleifera).Queensland Government 
  • Sashidhara  KV, JN. Rosaiah, E. Tyagi, R. Shukla, R. Raghubir, SM. Rajendran. 2009. Rare Dipeptide and Urea Derivatives from Roots of Moringa oleifera as Potential aAnti-inflammatory and Antinociceptive Agents, European Journal of Medicinal Chemistry, 44 (1); 432-436.
  • USDA (United States Department of Agriculture). 2013. Natural Resources Conservation Service :PLANTS Profile Moringa oleifera Lam. Horseradishtree. http://plants.usda.gov

Manfaat Wortel Sebagai Antistroke

Manfaat Wortel Sebagai Antistroke

Wortel tergolong kedalam sayur-sayuran yang memiliki segudang manfaat, salah satunya untuk kesehatan mata, karena terdapat vitamin A yang terkandung di dalamnya.

Manfaat Wortel Sebagai Antistroke

Sejak dulu wortel memang terkenal untuk kesehatan mata. Namun, ternyata wortel juga bermanfaat sebagai pencegah stroke. Orang yang menderita stroke, jika banyak mengonsumsi vitamin A, maka kerusakan neurologis (saraf) dapat diminimalisir bahkan mempunyai kesempatan untuk sembuh (semoga Allah Swt memberi kesembuhan). Stroke terjadi karena otak tidak memperoleh oksigen selama waktu yang dibutuhkan sehingga sel mengalami malfungsi (gangguan fungsi) yang mengakibatkan rangkaian kejadian, yang puncaknya adalah ketika pada sel-sel saraf terjadi kerusakan oksidatif. Selain itu makanan yang mengandung banyak kolestrol juga dapat memicu terjadinya stroke. Kondisi tersebut dapat diminimalisir/dicegah dengan mengkonsumsi bahan makanan yang banyak mengandung vitamin A.

Khasiat wortel sebagai antistroke, karena adanya aktivitas beta karoten yang mencegah terjadinya plak atau timbunan kolestrol dalam pembuluh darah. Beta karoten merupakan pigmen paling aktif apabila dibandingkan dengan alpha dan gamma karoten. Beta karoten seringkali dikenal dengan provitamin A yang akan menjadi vitamin A pada dinding usus halus.

Hasil dari sebuah penelitian menunjukan bahwa mengkonsumsi wortel sedikitnya tiga kali dalam seminggu dapat menurunkan stroke hingga 68%. Bagi penderita stroke sangat dianjurkan mengkonsumsi wortel setiap hari sesuai dengan kebutuhan , lebih baik dikonsumsi berupa jus.

Beberapa manfaat wortel lainnya:
  1. Mencegah timbunya kanker.
  2. Menyehatkan mata.
  3. Sebagai antioksidan yang dapat mencegah penuaan dini.
  4. Mengurangi lemak di lever.
  5. Memudarkan bercak dikulit serta menghaluskannya.

Media Tanam Jamur Kuping

Media Tanam Jamur Kuping (Auricularia auricula)

Jamur kuping termasuk organisme saprofit yang hidup di atas media organik yang sudah lapuk atau mati. Jamur kuping menyukai lingkungan yang gelap dengan pencahayaan sekitar 5%, kelembaban lingkungan sekitar 85%, kelembaban mediatempat tumbuh antara 55-65% dan kisaran suhu 23-30 derajat Celcius. Sebenarnya jamur kuping lebih cocok hidup di dataran tinggi karena fluktusi suhu harian relatif lebih rendah daripada dataran rendah (Nunung dkk, 2001).


Petani biasa membudidayakan jamur kuping dengan media serbuk kayu sengon, bekatul dan kapur dengan perbandingan 100 : 15 :3.Jamur kuping dapat memanfaatkan nutrisi hasil pelapukan mikroorganisme pada beberapa jenis kayu. Selain itu nilai guna limbah kayu juga bertambah (Suhadi, 1989). Penggunaan beberapa jenis serbuk kayu diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis kayu saja serta mengurangi penumpukan limbah serbuk kayu jenis lain dan meningkatkan pendapatan petani dan pengusaha.

Formula media tumbuh jamur kuping yang digunakan petani selalu sama setiap produksi yaitu serbuk kayu, bekatul, tepung jagung, dan kapur. Serbuk gergaji kayu didapat dari pabrik limbah pengolahan kayu dan umum digunakan petani karena sesuai dengan tempat tumbuh jamur, selain itu dianggap praktis dan sudah dikenal mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang berguna bagi pertumbuhan jamur. Penggunaan serbuk gergaji sebagai substrat tumbuh tidak selalu tersedia di setiap tempat usaha budidaya jamur, sehingga diperlukan substrat alternatif yang berpotensi dapat menggantikan atau dengan kombinasi serbuk gergaji kayu dan serbuk sabut kelapa dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi jamur kuping (Suhadi, 1989).

Serbuk gergaji semua jenis kayu dapat digunakan untuk media jamur. Jenis kayu yang baik digunakan antara lain karet (Hevea brasiliensis), pulai (Alstonia scholaris), sengon (Paraserianthes falcataria), suren (Toona sureni), manii (Maesopsis eminii) dan nangka (Artocarpus heterophyllus) (Suprapti, 1993). Serbuk gergaji sebaiknya telah dikeringkan, dipilih yang berukuran sedang, yaitu tidak terlalu lembut dan tak terlalu kasar atau sekitar 20-60 mesh. Untuk meningkatkan hasil produksi jamur, maka dalam campuran media tumbuh selain serbuk gergaji sebagai bahan utama, perlu bahan tambahan nutrisi berupa dedak. Menurut Darliana (2008), dedak atau bekatul mengandung karbohidrat sebanyak 39%, oleh karena itu dedak merupakan salah satu bahan campuran media tanam yang diperlukan oleh jamur. Dedak halus selain sumber karbohidrat yang berperan meningkatkan nutrisi media tanam, sumber karbon dan nitrogen, juga meningkatkan kesuburan media dan mudah dicerna oleh jassad renik.

Mineral kalsium yang ditambahkan ke dalam media antara lain gips, kapur, kalsium karbonat, kalsium oksida, dan kalsium difosfat. Dalam pembuatan media secara langsung, kapur yang ditambahkan berkisar antara 1-1.5%, sedangkan untuk yang diperam dahulu beberapa lama dapat menggunakan 0.5-1.5% (Suprapti, 2000).

Pelapukan pada media tanam bertujuan untuk menyederhakan senyawa-senyawa organik yang terdapat dalam media sehingga mudah dicerna oleh jamur. Proses pelapukan pada media biasanya dilakukan dengan cara menutupnya menggunakan plastik atau terpal selama 1-2 hari. Pelapukan berlangsung dengan baik bila terjadi kenaikan suhu sekitar 50 derajat Celcius (Chazali dan Pratiwi, 2009). Pelapukan dilakukan dengan tujuan untuk mengaktifkan mikroflora termofolik, misalnya bakteri dan fungi yang akan merombak selulosa, hemiselulosa, serta lignin sehingga lebih mudah dicerna oleh jamur. Selama proses pelapukan akan timbul panas yang akan mematikan organisme pesaing yang merugikan bagi pertumbuhan jamur (Widiyastuti, 2009). Pelapukan yang terjadi selama masa pertumbuhan jamur memungkinkan baglog jamur kuping memiliki nilai nutrisi yang dapat dimanfaatkan oleh ternak.

Klasifikasi Dan Morfologi Jamur Kuping (Auricularia auricula)

Klasifikasi Dan Morfologi Jamur Kuping

Gambaran Umum Jamur Kuping

Jamur kuping (Auricularia auricula) merupakan salah satu kelompok jelly fungi yang masuk ke dalam kelas Basidiomycota dan mempunyai tekstur jelly yang unik (Volk, 2009). Fungi yang masuk ke dalam kelas ini umumnya makroskopis atau mudah dilihat dengan mata telanjang. Miseliumnya bersekat dan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: miselium primer (miselium yang sel-selnya berinti satu, umumnya berasal dari perkembangan basidiospora) dan miselium sekunder (miselium yang sel penyusunnya berinti dua, miselium ini merupakan hasil konjugasi dua miselium primer atau persatuan dua basidiospora). Jamur ini disebut jamur kuping karena bentuk tubuh buahnya melebar seperti daun telinga manusia (kuping).

Klasifikasi Jamur Kuping

Kingdom : Fungi
Filum : Basidiomycota
Kelas : Phragmobasidiomycetes
Ordo : Auriculariales
Family : Auriculaceae
Genus : Auricularia
Spesies : Auricularia auricula

Morfologi Jamur Kuping

Karakteristik jamur kuping ini adalah memiliki tubuh buah yang kenyal (mirip gelatin) jika dalam keadaan segar. Namun, pada keadaan kering, tubuh buah dari jamur kuping ini akan menjadi keras seperti tulang. Bagian tubuh buah dari jamur kuping berbentuk seperti mangkuk atau kadang dengan cuping seperti kuping, memiliki diameter 2-15 cm, tipis berdaging, dan kenyal. Warna tubuh buah jamur ini pada umumnya hitam atau coklat kehitaman akan tetapi adapula yang memiliki warna coklat tua. Jenis jamur kuping yang paling memiliki nilai bisnis yang tinggi adalah yang memiliki warna coklat pada bagian atas tubuh buah dan warna hitam pada bagian bawah tubuh buah, serta ukuran tubuh buah kecil. Jamur kuping merupakan salah satu jamur konsumsi yang umum dikeringkan terlebih dahulu, kemudian direndam dengan air dalam waktu relatif singkat sehingga jamur ini akan kembali seperti bentuk dan ukuran segarnya (Gunawan, 2000)

Cara Reproduksi Jamur Kuping

Cara reproduksi vegetatif dari jamur kuping adalah dengan membentuk tunas, dengan konidia, dan fragmentasi miselium. Sedangkan, reproduksi generatif jamur kuping adalah dengan menggunakan alat yang disebut basidium, basidium berkumpul dalam badan yang disebut basidiokarp, yang selanjutnya menghasilkan spora yang disebut basidiospora (Hastiono, 2004).

Siklus Hidup Jamur Kuping

Siklus hidup pada jamur kuping hampir serupa dengan siklus hidup pada jamur tiram dan shiitake yaitu tubuh buah yang sudah tua akan menghasilkan spora yang berbentuk kecil, ringan, dan jumlahnya banyak. Apabila spora tersebut jatuh pada kondisi dan tempat yang sesuai dengan persyaratan hidupnya (misalnya di kayu mati atau bahan yang mengandung selulosa dan dalam kondisi yang lembab) maka spora tersebut akan berkecambah dan membentuk miselium melalui beberapa fase. Pada fase pertama, miselium primer yang tumbuh akan terus menjadi banyak dan meluas. Selanjutnya akan berkembang menjadi miselium sekunder yang membentuk primordial (penebalan miselium pada bagian permukaan miselium sekunder dengan diameter sekitar 0.1 cm). Dari primordial akan tumbuh dan terbentuk kuncup tubuh buah (pada tingkat awal) yang semakin lama akan semakin membesar (kurang lebih 3-5 hari). Kemudian, dari primordial akan tumbuh tubuh buah jamur yang bentuknya lebar, yang pada saat tua dapat dipanen.

Sadari Bahaya Pemakaian Optical Mouse

Bahaya Pemakaian Optical Mouse

Pengguna gadget senang sekali mengupgrade kemampuan peralatan elektronik agar lebih canggih dan lebih nyaman saat dipakai. Misalnya pemakaian mouse, saat optical mouse sudah beredar di pasaran, kita memiliki keinginan untuk segera mengganti mouse lama kita.

Sadari Bahaya Pemakaian Optical Mouse

Perlu diketahui, dibalik kecanggihan dan kenyamanan optical mouse ternyata memiliki efek samping yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Tiga tahun sejak peluncuran pertama optical mouse buatan mocrosoft, telah dilaporkan sedikitnya ribuan kasus kelainan pada jaringan tangan akibat paparan radiasi dari pemakaian optical mouse. Cara kerja optical mouse, yaitu dengan memancarkan gelombang elektromagnetik berfrekuensi tinggi ke permukaan di bawahnya. Frekuensi yang digunakan jauh lebih tinggi dari pada handphone.

Telah diketahui sejak lama bahwa telapak tangan dan kaki merupakan pusat dari saraf-saraf tubuh. Tangan yang terkena paparan radiasi yang terlalu lama bisa berpengaruh fatal bagi kesehatan. Menuru laporan WHO, radiasi dari mouse 5 kali lebih besar dari radiasi handphone. Optical mouse menjadi berbahaya karena terlalu lama menggunakannya, sehingga tangan akan terpapar oleh radiasi gelombang magnetik dalam waktu yang relatif lama.

Pengaruh radiasi dari optical mouse akan lebih berbahaya jika menggunakan produk-produk berkualitas rendah karena tidak memiliki pelindung, sedangkan penggunaan produk-produk yang bagus/berkualitas tinggi akan cenderung lebih aman karena terdapat pelindung. WHO, GreenPeace, dan CNN sudah menghentikan penggunaan optical mouse untuk seluruh kegiatan kerja di kantornya, sementara Microsoft sebagai perusahaan yang pertama menciptakan optical mouse telah bekerja sama dengan IBM dalam rencana pembuatan pointing device yang lebih aman. Fakta yang mencengangkan bahwa industri-industri hardwer terbesar di Asia seperti Cina dan Taiwan justru berusaha menutup-nutupi hal ini.

Jika diperhatikan, optical mouse yang beredar dan dijual di pasaran kebanyakan diproduksi oleh merek-merek yang tidak terkenal. Oleh sebab itu, gunakanlah mouse dengan bijak/gunakanlah saat diperlukan saja. Disarankan untuk menggunakan mouse model lama (bola).

Demikian artikel "Sadari Bahaya Pemakaian Optical Mouse" ini. Semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih atas kunjungannya.




Tips Agar Tulang Tetap Kuat

Tips Agar Tulang Tetap Kuat dan Sehat

Tulang yang kuat dapat memperlancar segala aktivitas setiap hari. Oleh karena itu, Anda harus menjaga dan merawatnya dengan baik. Beberapa penelitian yang pernah dilakukan terdahulu menemukan bahwa makanan berbahan dasar kedelai dapat menjaga kekuatan tulang. Hal itu dikarenakan kedelai memiliki kandungan fitoestrogen. Fitoestrogen terkandung disetiap makanan berbahan dasar kedelai, yaitu tempe, tahu, dan susu kedelai.

Tips Agar Tulang Tetap Kuat

Perlu diketahui, bahwa mengkonsumsi sodium berlebihan dapat menyebabkan berkurangnya kandungan kalsium dari tulang yang menyebabkan tulang cepat keropos. Sodium terkandung di dalam garam. Oleh karena itu, batasilah dalam mengkonsumsi garam dengan cara mengurangi konsumsi makanan instan/cepat saji dan mengurangi garam dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Vitamin C juga sangat berguna untuk membangun kolagen pembentuk tulang. Beberapa hasil penelitian yang pernah dilakukan membuktikan bahwa wanita yang rajin mengkonsumsi suplemen vitamin C memiliki tulang yang lebih kuat. Vitamin C dapat diperoleh dari buah dan sayuran seperti tomat, stroberi, kentang, brokoli serta tambahan berupa suplemen Vitamin C 200 mg untuk dikonsumsi setiap hari. Selain vitamin C, magnesium juga berperan sangat penting dalam pembentukan tulang. Magnesium banyak terkandung di dalam sayuran hijau, biji-bijian, produk turunan susu seperti keju, dan kacang-kacangan. Sementara itu vitamin K juga memiliki manfaat terhadap tulang untuk mencegah/memperlambat pengeroposan tulang dan mempercepat proses penyembuhan. Vitamin K dapat diperoleh dari sayuran hijau dan minyak zaitun.


Sunday, 27 November 2016

Cara Menghilangkan Bau Sepatu

Cara Menghilangkan Bau Sepatu

Jika Anda memiliki kebiasaan melepas sepatu di tempat kerja atau di tempat umum lainya, harap berhati-hati. Bisa jadi sepatu Anda mengeluarkan bau yang tidak sedap dan dapat mengganggu kenyamanan orang-orang disekitar Anda dan nanti menjadi bahan gosip yang tidak penting.


Sepatu terutama yang tertutup sering kali mengeluaran bau yang tidak sedap, bau yang dihasilkan akibat kondisi kaki yang lembab karena keringat di dalam sepatu dan terdapat bakteri yang bereaksi di dalamnya. Selain sepatu, kaki pun akan mengeluarkan bau yang tidak sedap pula.

Apakah Anda ingin tahu cara agar sepatu tidak bau?

Ada beberapa bahan yang diperlukan untuk menghilangkan bau pada sepatu Anda. Bahan-bahan tersebut, yaitu pemutih, deterjen, pewangi khusus kain, dan baking soda. Di bawah ini adalah cara menghilangkannya:
  1. Jika sepatu Anda bisa dicuci dan di beri pemutih, cucilah sepatu Anda dan gunakan pemutih. Jika sepatu Anda bewarna dan akan luntur jika diberi pemutih, cucilah sepatu Anda dengan deterjen dan ditambah baking soda. Jika Anda mencuci sepatu dengan mesin cuci, gunakan putaran yang paling kencang saat mencuci sepatu.
  2. Jika sepatu Anda tidak bisa dicuci karena alasan tertentu, Anda bisa menaburkan bedak bayi dibagian dalam sepatu untuk menghilangkan bau. Harus diingat, Anda menaburkan bedak ke dalam sepatu 24 jam sebelum dipakai. Bedak akan menyerap bau di dalam sepatu yang akan dipakai.
  3. Saat bau sepatu yang tidak sedap itu hilang, Anda hanya perlu menjaga/mencegah agar bau sepatu tersebut tidak kembali muncul. Sebisa mungkin sepatu Anda terbebas dari kelembapan. Agar bagian dalam sepatu tidak lembab, gunakan silica gel saat meyimpan sepatu agar bagian dalamnya tetap kering.
Demikian tips menghilangkan bau sepatu yang tidak sedap. Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Klasifikasi Dan Morfologi Synedrella nodiflora L

Klasifikasi Dan Morfologi Synedrella nodiflora L/Legetan

Synedrella nodiflora L. merupakan tumbuhan berbunga yang masuk dalam anggota Asteraceae. S. nodiflora tumbuh dengan baik pada lingkungan yang berbeda dan umumnya ditemukan di Bangladesh, India, Malaysia, Jepang, Spanyol, Cina dan Inggris. Seluruh bagian tumbuhan mengandung senyawa diuretik dan pelancar. Aktifitas anti-inflamasi, insektisida dan analgesik dari tumbuhan ini juga telah diteliti (Chowdhury et al., 2013). Synedrella nodiflora L. (Verbesina nodiflora L.) juga ditemukan di Afrika tropis, Asia dan India Barat (Moniruzzaman et al., 2012).

Klasifikasi Synedrella nodiflora

Klasifikasi Synedrella nodiflora (L.)
Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Superdivisi Spermatophyta
Divisi  Magnoliophyta
Klas Magnoliopsida
Subklas  Asteridae
Ordo Asterales
Famili Asteraceae
Genus Synedrella
Spesies Synedrella nodiflora (L.)

Morfologi Synedrella nodiflora

Synedrella nodiflora memiliki nama lokal yaitu: Legetan, Gletang Warak (Jawa), Jotang kuda (Sunda). Sedangkan nama lokal (Inggris): gulma sinderella (Plantamor, 2011). Sinonim dari Synedrella nodiflora: Verbesina nodiflora.

Perkecambahan biji S. nodiflora adalah epigeal. Panjang hipokotil 8-19 mm, sering keungu-unguan, dan sedikit berambut. Kotiledon berbentuk bulat panjang, dengan panjang 6-8 mm, sering kemerah-merahan atau keungu-unguan dan berbatang pendek. Sepasang daun muda mirip dengan daun dewasa tetapi lebih kecil. S. nodiflora tumbuh di semua habitat tropis dan subtropis dengan kelembaban tanah yang cukup untuk kecepatannya dalam perkecambahan, pertumbuhan, pembungaan dan pembentukan biji. Tumbuh dengan subur pada area dengan kelembaban tanah dan udara yang tinggi (tetapi bukan pada titik jenuh kelembaban tanah) (Benoit et a, 2014).

S. nodiflora bercabang tegak, herbal dengan tinggi 30-80 cm. Sistem perakaran serabut, biasanya dengan cabang yang kuat. Tumbuh tegak, batang biasanya berkayu, percabangan dikotom dari dasar tumbuhan, cenderung memiliki internodus yang panjang dan bengkak, membulat atau sedikit kaku, lembut, seringkali berambut, dan biasanya dengan tinggi sekitar 50 cm. Bagian batang yang lebih bawah mungkin tumbuh akar pada bagian nodusnya, khususnya di daerah yang basah atau lembab (CABI, 2015).

Daun tumbuh berhadapan dengan panjang 4-9 cm, berbentuk elips sampai bulat dengan tiga tulang daun yang tampak jelas dan dengan tepi beringgit, berambut dengan tangkai daun yang pendek dan menempel pada batang secara selang-seling. Bunga tumbuh dengan rangkaian mahkota yang kecil dari 2-8 bunga majemuk pada nodus dan seluruh ujung yang lebih tinggi ketiga dari tumbuhan, tiap bunga majemuk terdiri dari beberapa daun bunga yang tegak dengan panjang 3-5 mm dan keliling 5-6 mm, setiap panjang 3-4 mm dengan daun bungan berwarna kuning (CABI, 2015).

Apa Nama Tanaman Yang Berumur Panjang?

Apa Nama Tanaman Yang Berumur Panjang?

Tanaman yang berumur panjang adalah tanaman "bristlecone pines" yang ditemukan di California, hingga kini telah diakui dunia sebagai pohon tertua. Umur pohon ini dapat mencapai 5.500 tahun bahkan lebih. Pohon ini dapat tumbuh pada ketinggian tempat sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut.


Pohon bristlecone pines mampu bertahan di lingkungan yang beriklim sangat dingin dan sering tumbuh di daerah perbukitan. Pohon tertua di dunia ini sering disebut "methusilah" yang ditemukan di pegunungan salju di California.

Mengapa Tanaman Berbunga?

Mengapa Tanaman Berbunga?

Tanaman yang memiliki bungan/dapat berbunga disebut juga angiospermae atau tanaman berbunga. Bunga adalah suatu organ reproduksi (alat berkembang biakan) dari tanaman untuk menghasilkan keturunan agar kelestariannya tetap terjaga. Organ reproduksi tanaman ditutupi oleh daun bunga (petal).

Mengapa Tanaman Berbunga?

Daun bunga atau disebut dengan mahkota bungan memiliki warna-warni yang indah. Selain keindahannya, bunga juga mengandung nektar yang membuat serangga tertarik untuk menghinggapinya dan serangga inilah yang melakukan penyerbukan di dalam ovarium. Nektar adalah suatu zat yang terkandung di dalam bunga yang dikonsumsi oleh lebah madu.

Setelah terjadi proses penyerbukan, bunga akan berkembang menjadi buah dan buah mengandung biji. Buah yang telah matang, akan jatuh ke tanah dan bijinya akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Pada prinsipnya bunga tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri melainkan dibantu oleh serangga, angin, hujan, dan manusia.

Jadi bunga merupakan alat reproduksi yang digunakan oleh tanaman untuk berkembang biak.




Mengapa Daun dan Batang Tanaman Gurun Lebih Tebal?

Mengapa Daun dan Batang Tanaman Gurun Lebih Tebal?

Telah diketahuai bahwa di daerah gurun memiliki cuaca yang sangat ekstrim dan persediaan air yang terbatas atau tidak mencukupi. Oleh sebab itu, tanaman gurun harus memiliki kemampuan beradaptasi (menyesuaikan diri) dengan lingkungan sekitarnya.

Mengapa Daun dan Batang Tanaman Gurun Lebih Tebal?

Ketika turun hujan, tanaman gurun akan secara maksimal menyerap air yang tersedia pada saat itu dan akan disimpan di dalam daun dan batang. Air yang tersimpan di dalam daun dan batang membuat ke-2 organ tanaman tersebut tampak lebih tebal. Daun dan batang tanaman gurun juka tidak memiliki banyak pori-pori, sehingga hanya sedikit air yang menguap. Beberapa tanaman gurun seperti kaktus bahkan tidak memiliki daun.

Walaupun tanaman kaktus tidak memiliki daun namun memiliki duri sebagai pengganti daun. Klorofil pada tanaman kaktus terkandung di dalam batang untuk membuat makanan sendiri, sehingga batang kaktus bewarna hijau seperti daun. Batang kaktus juga dapat menyimpan cadangan air.

Pada saat turun hujan tanaman kaktus akan menyerap air sebanyak-banyaknya (sesuai dengan kemampuan) dan akan disimpan di dalam batang. Air yang tersimpan akan digunakan lagi pada saat persediaan air dalam tanah tidak mencukupi.

Saat hujan, beberapa tanaman kaktus akan terlihat lebih besar dua kali lipat dari ukuran semula, karena banyaknya air yang disimpan oleh tanaman ini.

Bagaimana Tanaman Membuat Makanan

Cara Tanaman Membuat Makanan

Tanaman dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Agar dapat bertahan hidup, tanaman membutuhkan air, udara, tanah dan sinar matahari. Ke-4 komponen tersebutlah (air, udara, tanah, dan sinar matahari) yang harus tersedia dan sangat dibutuhkan di dalam proses fotosintesis untuk membuat makanan sendiri.


Tanaman memiliki zat hijau daun/pigmen hijau yang disebut dengan klorofil. Zat hijau daun menggunakan air, karbon dioksida dari udara dan sinar matahari untuk membuat makanan. Pada prinsipnya tanaman, dengan bantuan klorofil memiliki kemampuan mengubah energi cahaya, air dan udara menjadi energi kimia.

Fotosintesis adalah suatu proses reaksi kimia, yaitu suatu proses yang terjadi di dalam tanaman untuk mengubah energi matahari dengan bantuan udara dan air menjadi glukosa.

Glukosa adalah suatu senyawa kimia yang dapat memberikan energi. Glukosa yang dihasilkan oleh tanaman melalui proses fotosintesis akan disimpan di berbagai bagian organ tanaman dalam bentuk zat pati


Klasifikasi Dan Morfologi Ikan Bandeng

Klasifikasi Dan Morfologi Ikan Bandeng (Chanos-chanos)

Ikan Bandeng memiliki naman latin chanos-chanos, yang merupakan ikan yang hidup pada perairan payau yang tersebar dari pantai Afrika Timur sampai kepulauan Timotu, sebelah timur Tahiti, dan dari selatan jepang samapai Australia Utara (Soeseno, 1988:2). Ikan bandeng terkenal dengan kebiasaanya yang suka menjelajah. 

Klasifikasi Dan Morfologi Ikan Bandeng

Klasifikasi Ikan Bandeng

Klasifikasi Ikan Bandeng
Kingdom Animalia
Phylum Chordata
Subphylum Vertebrata
Class Osteichthyes
Ordo Gonorynch iformes 
Family Chanidae
Genus Chanos
Spesies Chanos chanos
Nama dagang  Milkfish
Nama lokal Bolu, muloh, ikan agam

Morfologi Ikan Bandeng 

Ikan bandeng memiliki tubuh yang panjang, ramping, padat, pipih, dan oval. menyerupai torpedo. Perbandingan tinggi dengan panjang total sekitar 1 : (4,0-5,2). Sementara itu, perbandingan panjang kepala dengan panjang total adalah 1 : (5,2-5,5) (Sudrajat, 2008). Ukuran kepala seimbang dengan ukuran tubuhnya, berbentuk lonjong dan tidak bersisik. Bagian depan kepala (mendekati mulut) semakin runcing (Purnomowati, dkk., 2007).

Sirip dada ikan bandeng terbentuk dari lapisan semacam lilin, berbentuk segitiga, terletak di belakang insang di samping perut. Sirip punggung pada ikan bandeng terbentuk dari kulit yang berlapis dan licin, terletak jauh di belakang tutup insang dan, berbentuk segiempat. Sirip punggung tersusun dari tulang sebanyak 14 batang. Sirip ini terletak persis pada puncak punggung dan berfungsi untuk mengendalikan diri ketika berenang. Sirip perut terletak pada bagian bawah tubuh dan sirip anus terletak di bagian depan anus. Di bagian paling belakang tubuh ikan bandeng terdapat sirip ekor berukuran paling besar dibandingkan sirip-sirip lain. Pada bagian ujungnya berbentuk runcing, semakin ke pangkal ekor semakin lebar dan membentuk sebuah gunting terbuka. Sirip ekor ini berfungsi sebagai kemudi laju tubuhnya ketika bergerak (Purnomowati, dkk., 2007).

Ikan bandeng termasuk jenis ikan eurihalin, sehingga ikan bandengdapat dijumpai di daerah air tawar, air payau, dan air laut. Selama masa perkembangannya, ikan bandeng menyukai hidup di air payau atau daerah muara sungai. Ketika mencapai usia dewasa, ikan bandeng akan kembali ke laut untuk berkembang biak (Purnomowati, dkk., 2007). Pertumbuhan ikan bandeng relatif cepat, yaitu 1,1-1,7 % bobot badan/hari (Sudrajat, 2008), dan bisa mencapai berat rata-rata 0,60 kg pada usia 5-6 bulan jika dipelihara dalam tambak (Murtidjo, 2002)

Prilaku Ikan Bandeng

Ikan bandeng mempunyai kebiasaan makan pada siang hari. Di habitat aslinya ikan bandeng mempunyai kebiasaan mengambil makanan dari lapisan atas dasar laut, berupa tumbuhan mikroskopis seperti: plankton, udang renik, jasad renik, dan tanaman multiseluler lainnya. Makanan ikan bandeng disesuaikan dengan ukuran mulutnya, (Purnomowati, dkk., 2007). Pada waktu larva, ikan bandeng tergolong karnivora, kemudian pada ukuran fry menjadi omnivore. Pada ukuran juvenil termasuk ke dalam golongan herbivore, dimana pada fase ini juga ikan bandeng sudah bisa makan pakan buatan berupa pellet. Setelah dewasa, ikan bandeng kembali berubah menjadi omnivora lagi karena mengkonsumsi, algae, zooplankton, bentos lunak, dan pakan buatan berbentuk pellet (Aslamyah, 2008).

Saturday, 26 November 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Argulus indicus/Argulus japonicus

Klasifikasi Dan Morfologi Argulus indicus/Argulus japonicus

Pengertian Argulus 

Argulus merupakan hewan yang sangat kecil dan hampir tak terlihat oleh mata. Argulus bisa disebut hama air bagi pembudidaya ikan air tawar, karena efek kehadirannya sangat merugikan. Ikan budidaya apa bila diserang oleh argulus maka bagian tubuh yang terserang akan berlendir yang menyebabkan ikan melemah, melompat-lompat di atas permukaan air, serta merasa tidak nyaman dan akan menggosok-gosokan tubuhnya yang terserang argulus ke permukaan yang lebih kasar. Saat ikan menggosok-gosokkan tubuhnya ke permukaan yang lebih kasar, tubuh ikan akan terluka dan mudah diserang jamur atau bakteri, ikan menjadi sakit dan bahkan bisa sampai kematian. Bagian tubuh ikan yang terluka merupakan pintu masuk bagi bakteri untuk menjadikannya inang, bakteri yang sering manyerang adalah bakteri Aeromonas dan Pseudomonas.

Klasifikasi Argulus indicus/Argulus japonicus

Klasifikasi Argulus
Kingdom Animalia
PhylumArthropoda
SubphylumCrustacea
ClassMaxillopoda
SubclassBranchiura
Order Arguloida
FamilyArgulidae
GenusArgulus
Spesies  Argulus indicus, Argulus japonicus  

Morfologi Argulus indicus/Argulus japonicus 

Menurut Mousavi et al. (2011), Argulus memiliki panjang tubuh 4-12 mm dengan bentuk pipih dorsoventral yang ditutupi oleh karapas dan sepasang mata majemuk (Steckler and Yanong, 2012). Bagian anterior Argulus terdapat sepasang antena, maxillae pertama dan kedua yang berfungsi untuk melekatkan diri pada inang, stylet yang berfungsi untuk menusuk inang dan proboscis yang berfungsi untuk menghisap darah. Pada bagian thorax Argulus terbagi menjadi empat segmen. Masing-masing segmen memiliki sepasang kaki renang dan segmen keempat tergabung dengan karapas. Thorax Argulus betina berfungsi untuk menyimpan telur. Bagian posterior terdapat abdomen dengan bentuk bilobus segmen. Abdomen pada Argulus jantan terdapat testis, sedangkan pada Argulus betina terdapat seminal receptacle (Hoffman, 1977)

Daur Hidup Argulus

Daur hidup Argulus adalah langsung, yaitu hanya membutuhkan satu inang dalam daur hidupnya. Menurut Steckler and Yanong (2012), Branchiura memiliki daur hidup rata-rata 30-60 hari, bergantung pada spesies parasit dan suhu lingkungan. Setelah Argulus jantan dan betina kopulasi, Argulus betina akan meninggalkan inang dan meletakkan telurnya pada benda yang keras. Argulus betina yang telah meletakkan telurnya akan kembali melekat pada inang.

Telur Argulus menetas dalam 17 hari pada suhu 23 ºC dan 30 hari pada suhu 20 ºC (Kismiyati dan Mahasri, 2012). Telur yang menetas menjadi nimfa dan harus menemukan inang dalam waktu 2-3 hari atau akan mati. Nimfa berkembang menjadi stadium juvenil (Kismiyati dan Mahasri, 2012), kemudian berkembang menjadi Argulus dewasa dalam waktu 30-40 hari setelah menetas (Steckler and Yanong, 2012).

Sistem Saraf Argulus

Sistem saraf Argulus adalah tangga tali yang saraf pusatnya berhubungan dengan alat indera (Chapman (1997) dalam Puspitasari dkk. (2012)). Saraf tersebut terdiri dari enam rantai ganglia otak dorsal dan ventral. Saraf dari ganglia pertama berhubungan dengan sucker. Saraf dari ganglia kedua berhubungan dengan maxillae kedua dan innervating di lateral karapas. Saraf dari ganglia ketiga, empat dan lima berhubungan dengan kaki renang sedangkan sepasang ganglia keenam berhubungan dengan organ reproduksi (Wilson, 1902).


Klasifikasi dan Morfologi Bakteri Aeromonas Hydrophila

Klasifikasi dan Morfologi Aeromonas Hydrophila

Bakteri Aeromonas termasuk ke dalam famili Pseudomonadaceae dan terdiri dari tiga spesies utama, yaitu Aeromonas punctata, Aeromonas hydrophila dan Aeromonas liquiefacieus yang bersifat patogen. Bakteri Aeromonas umumnya hidup di air tawar, terutama yang mengandung bahan organik tinggi.

Klasifikasi Aeromonas Hydrophila

Klasifikasi Aeromonas hydrophila
DomainBacteria
KingdomProteobacteria
PhylumGammaproteobacteria
ClassAeromonadales
GenusAeromonas
Spesies Aeromonas hydrophila
SynonymsBacillus hydrophilus fuscus Sanarelli 1871
Bacillus hydrophilus Chester 1901
Proteus hydrophilus (Chester 1901) Bergey et al. 1923
Bacterium hydrophilum (Chester 1901) Weldin and Levine 1923
Pseudomonas hydrophila (Chester 1901) Breed et al. 1948

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Aeromonas_hydrophila

Morfologi Aeromonas Hydrophila

Ciri utama bakteri aeromonas adalah bentuknya seperti batang, ukurannya 1–4,4 x 0,4–1 mikron, bersifat gram negatif, fakultatif aerobik (bias hidup dengan atau tanpa oksigen), tidak berspora, bersifat motil (bergerak aktif) karena mempunyai satu flagel (monotrichous flagella) yang keluar dari salah satu kutubnya, senang hidup di lingkungan bersuhu 15-30ºC dan pH 5,5–9 (Liviawaty dan Afrianto 1992).

Bakteri Aeromonas hydrophila merupakan suatu bakteri berbentuk batang, gram negatif, motil/bergerak dengan flagella polar, yang pada umumnya terdapat pada perairan dengan bahan organik yang tinggi. Bakteri gram negatif adalah organisme yang tidak dapat menahan zat pewarna setelah dicuci dengan alkohol 95% (Kabata 1985). Dinding sel bakteri gram negatif mengandung lebih sedikit peptidoglikan tetapi di luar lapisan peptidoglikan ada struktur membran kedua yang tersusun dari protein, fosfolipida, dan lipopolisakarida (Volk & Wheeler 1988). Selain menyerang ikan air tawar, bakteri Aeromonas hydrophila juga dapat menyerang manusia (Hiroko dan Aoki 1991 dalam Anoraga 2012) yaitu yang bersifat enterotoksigenik dan cukup potensial terhadap patogenitas di saluran pencernaan manusia.

Aeromonas hydrophila adalah jenis bakteri yang bersifat metropolitan, oksidatif, anaerobik fakultatif, dapat memfermentasi gula, gram negatif, tidak membentuk spora, bentuk akar, dan merupakan penghuni asli lingkungan perairan. Bakteri ini ditemukan air tawar dan pada badan air yang terklorinasi maupun tidak terklorinasi, dengan jumlah terbanyak ditemukan pada musim hangat. Upaya isolasi aeromonas pada penyakit yang menyerang hewan berdarah panas dan berdarah dingin telah dilakukan lebih dari 100 tahun yang lalu, sedangkan isolasi dari manusia dilakukan sejak awal tahun 1950-an (Hayes 2000)

Aeromonas hydrophila merupakan bakteri heterotrof uniselular yang dicirikan dengan adanya membrane yang memisahkan inti dengan sitoplasma. Bakteri ini biasanya berukuran 0,7–1,8 x 1,0–1,5 μm dan bergerak menggunakan sebuah polar flagel. Bakteri ini berbentuk batang sampai dengan kokus dengan ujung membulat dan bersifat mesofilik dengan suhu optimum 20-30ºC (Kabata 1985).

Total Pageviews

Kategori