Sunday, 30 October 2016

Penyakit Pada Sistem Reproduksi Wanita

Penyakit Pada Sistem Reproduksi Wanita

1. Gangguan Menstruasi

Dismenorea adalah nyeri uteri pada saat menstruasi. Dismenorea primer tidak dikaitkan dengan patologi pelvis dan bisa timbul tanpa penyakit organik. Itensitas dismenorea bisa berkurang setelah hamil atau pada umur 30 tahun. Dismenorea primer mengenai sekitar 50-70% wanita yang masih menstruasi. Sekitar 10% mengalami dismenorea sekunder timbul sebagai respon terhadap penyakit organik seperti PID, endomentriosis, fibroid uteri, dan pemakain IUD.

Amenorea (tidak ada menstruasi) ada dua bentuk, primer dan bisa skunder. Amenorea primer timbul apabila menstruasi pertama tidak terjadi pada umur 16 tahun. Amenorea primer bisa diakibatkan oleh kelainan genetik, endokrin, atau efek perkembangan kongenital.

Amenorea sekunder timbul apabila seorang wanita yang sudah menstruasi berhenti menstruasinya selama 3-6 bulan. Kadang-kadang tidak ada menstruasi, satu kali masih dianggap normal (Mary Baradero, 2007).

2. Kanker Ovarium

Neoplasma yang malignan pada ovarium bisa timbul pada semua golongan umur termasuk bayi dan anak-anak. Di Amerika Serikat, kanker ovarium mendapat urutan ke-5 yang lazim pada wanita, dan diantara kanker ginekologis. Kanker ovarium mempunyai moralitas yang tinggi. Setiap tahun ada sekitar 22.000 kasus dan sekitar 60% dari kasus-kasus ini meninggal dalam 5 tahun setelah diagnosis dibuat. Hal ini disebabkan karena kanker ovarium sudah menyebar sebelum diketahui.

Etiologi dan kanker ovarium belum bisa dimengerti dengan jelas, tetapi ada beberapa faktor yang dikaitkan dengan insiden kanker ovarium. Umur adalah faktor yang penting, dan penyakit timbul pada usia 50-60 tahun. Faktor ini adalah hereditas, endokrin, lingkungan, makanan, dan virus. Wanita yang masuk resiko tinggi adalah yang nulipara dengan sosioekonomi menengah dan atas. Apabila seorang wanita pernah mengalami kanker payudara, kemungkinan ia akan terkena kanker ovarium adalah 2 kali. Insiden kanker ovarium tinggi di daerah industri (faktor lingkungan). Kontak dengan talek dan abses: makanan tinggi daging, lemak hewan, konsumsi susu yang banyak (karena lemak dalam susu), juga dikaitkan dengan insiden kanker. Angka sintasan (survival) adalah 87% apabila penyakit diketahui dan diobati pada awal.

3. Kanker Endometrium

Kanker pada endometrium adalah kanker genikologis yang paling lazim yang mengenai wanita usia lebih dari 50 tahun. Kanker ini jarang timbul sebelum umur 40 tahun. Di Amerika Serikat, insiden kanker endometrium per tahun sekitar 33.000 kasus dan sekitar 4000 kematian yang dikaitkan dengan kanker endometrium. Selain umur, ada faktor lain yang dikaitakan dengan kanker endometrium, yaitu obesitas, diabetes, nulliparitas, menopause yang lambat (sesudah umur 52 tahun), dan pemakaian terapi estrogen. Penambahan progesteron pada terapi estrogen dapat menurunkan resiko kanker endometrium (Mary Baradero, 2007).

4. Infeksi Vagina

Beberapa infeksi khusus pada vagina meliputi Trichmonas vaginalis, dengan gejala leukorea encer sampai kental, berbau khas, gatal, dan rasa terbakar. Cara penularan pertama dengan hubungan seksula. Pengobatan dengan antibiotik metronidazol untuk suami dan istri secara bersamaan. Infeksi vagina lain adalah kandidiasis vaginitis, infeksi ini disebabkan oleh jamur Candida albicans. Leukorea berwarna putih, bergumpal, dan sangat gatal. Pada dinding vagina terdapat selaput yang melekat dan apabila dikorek mudah berdarah. Pengobatannya dengan Mycostatin sebagai obat minum atau dimasukan kedalam liang senggama selama beberapa minggu dan suaminya juga mendapat pengobatan (Manuaba, 2006).

5. Infeksi Kelenjar Bartholin

Infeksi ini terjadi karena penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri gonorea, stapilokokus, atau streptokokus. Gejala infeksi ini pada keadaan akut adalah sukar berjalan karena adanya nyeri, pada pemeriksaan dijumpai pembengkakan kelenjar, padat, dan berwarna merah, sangat nyeri dan terasa panas disekitarnya. Pengobatan pada infeksi ini yaitu dengan insisi langsung untuk mengurangi pembengkakan dan mengeluarkan isinya, juga dengan pemberian antibiotik dosis tepat. Sebagian besar penderita sembuh, tetapi dapat menjadi menahun dalam bentuk kista Bartholin yang memerlukan tindikan marsupialisasi (operasi untuk menyembuhkan kista dengan membuka, mengeluarkan isi, dan menjahit tepi kista dengan tepi irisan kulit) atau akstirpasi (pengangkatan total) pada kistanya.

6. Penyakit Radang Panggul

Infeksi ini sebagian berkaitan dengan infeksi alat kelamin bagian atas (sekitar saluran indung telur, sekitar jaringan lunak rahim, infeksi indung telur). Juga berkaitan dengan infeksi jaringan sekitar panggul minor. Bentuk infeksi ini dapat mendadak (akut) dengan gejala nyeri dibagian perut bawah dan dapat menimbulkan demam tinggi. Bahaya utama infeksi ini adalah terjadi pelekatan setelah infeksi yang menyebabkan gangguan terhadap kemungkinan hamil atau kemandulan (infertilitas). Infeksi radang panggul perlu mendapat pengobatan, sehingga tercapai kesembuhan total dengan obat yang tepat dan dosis yang tepat. Oleh karena itu disarankan agar memathi petunjuk dokter dalam minum obat dan melakukan kontrol, sehingga tidak terjadi infeksi menahun yang menyebabkan perlekatan dan kemandulan (Manuaba, 2006).

No comments:

Post a comment