Saturday, 8 October 2016

Pengertian, Tujuan Dan Metode Analisis Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

A. Pengertian dan Sifat Analisis Laporan keuangan

Analisis laporan keuangan (financial statement analysis) pada dasarnya merupakan perhitungan rasio-rasio untuk menilai keadaan keuangan perusahaan di masa lalu, saat ini dan kemungkinannya di masa depan.

Menurut Harahap (2006:189) bahwa analisis laporan keuangan adalah menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit-unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat".

Analisis atas laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen suatu perusahaan diperlukan karena informasi yang disajikan relativ seragam, sedangkan kebutuhan dari pemakai laporan beragam. Pihak luar perusahaan tidak terlibat dalam operasional sehari-hari sehingga mereka hanya bergantung pada laporan keuangan yang disajikan. Kebutuhan mereka terkadang tidak dapat secara mudah dipenuhi oleh infomasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Diperlukan interprestasi, analisis dan bahkan proyeksi untuk memenuhi kebutuhan sebagian diri pengguna laporab keuangan tersebut.

Analisis dan interprestasi laporan keuangan merupakan suatu proses untuk membantu memecahkan masalah dan sekaligus menjawab masalah-masalah yang timbul dalam suatu organisasi perusahaan maupun organisasi yang tidak bertujuan untuk memperolah laba. Menurut Tunggal (2000:22) analisis dan interprestasi laporan keuangan adalah suatu alat yang dapat dipergunakan untuk membuat suatu keputusan antara lain rencana-rencana perluasan perusahaan, penanaman modal (investasi), pencarian sumber-sumber dana operasi perusahaan, dan lain-lain.

Dari pengertian-pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa analisis laporan keuangan adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk memahami hubungan-hubungan yang terdapat dalam laporan keuangan sehingga dapat diperoleh gambaran keuangan perusahaan dengan jelas untuk pengambilan keputusan ekonomi.

Adapun sifat-sifat dari analisis laporan keuangan yang di ungkapkan Harahap (2006:194) adalah sebagai berikut:
  • Fokus laporan adalah laporan laba rudi, neraca, arus kas, yang merupakan akumulasi transaksi dari kejadian historis dan penyebab terjadinya dalam suatu perusahaan.
  • Prediksi, analisis harus mengkaji implikasi kejadian yang sudah berlalu terhadap dampak dan prospek perkembangan keuangan perusahaan di masa yang akan datang.
  • Dasar analisis adalah laporan keuangan yang memiliki sifat dan prinsip tersendiri sehingga hasil analisis sangat tergantung pada kualitas laporan keuangan. Penguasaan pada sifat akuntansi, prinsip akuntansi, sangat diperlukan dalam menganalisis laporan keuangan.

B. Tujuan dan Kegunaan Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan yang dilakukan dimaksudkan untuk menambah informasi yang ada dalam suatu laporan keuangan. Secara lengkap Harahap (2006:195) mengungkapkan bahwa tujuan dari analisis laporan keuangan ini sebagai berikut:
1). Dapat memberikan informasi yang lebih luas, lebih dalam dari pada yang terdapat dari laporan keuangan biasa.
2). Dapat mengambil informasi yang tidak tampak secara kasat mata (expicit) dari suatu laporan keuangan atau yang berada dibalik laporan keuangan (implicit).
3). Dapat mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.
4). Dapat membongkar hal-hal yang tidak bersifat konsisten dalam hubungannya dengan suatu laporan keuangan baik dikaitkan dengan komponen intern laporan keuangan maupun kaitannya dengan informasi yang diperolah dari luar perusahaan.
5). Mengetahui sifat-sifat hubungan yang akhirnya data melahirkan model-model dan teori-teori yang terdapat di lapangan seperti untuk prediksi dan peningkatan (rating).
6). Dapat memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan. Dengan perkataan lain apa yang dimaksudkan dari suatu laporan keuangan merupakan tujuan analisismlaporan keuangan juga antara lain:
  • Dapat menilai prestasi perusahaan.
  • Dapat memproyeksi keuangan perusahaan.
  • Dapat menilai kondisi keuangan masa lalu dan masa sekarang dari aspek waktu tertentu: a). posisi keuangan (aset, neraca, dan modal), b). hasil usaha perusahaan (hasil dan biaya), c). likuiditas, d). solvabilitas, e). aktivitas, f). rentabilitas atau profitabilitas, g). indikator pasar modal.
  • Menilai perkembangan dari waktu ke waktu.
  • Melihat komposisi struktur keuangan dan arus dana.
7). Dapat menentukan peringkat perusahaan menurut kriteria tertentu yang sudah dikenal dalam dunia bisnis.
8). Dapat membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lain dengan periode sebelumnya atau dengan standar industri normal atau standar ideal.
9). Dapat memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan, baik posisi keuangan, hasil usaha, struktur keuangan dan sebagainya.
10). Bisa juga memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di masa yang akan datang.

Sedangkan menurut Hanafi dan Halim (2007:6) tujuan analisis keuangan antara lain adalah:
  1. Investasi pada saham. Analisis digunakan untuk mengetahui apakah saham perusahaan tersebut layak dibeli atau tidak. Hal ini dilakukan karena para investor ingin memperoleh tingkat keuntungan yang tinggi dari perusahaan yang sahamnya memang bener-bener layak untuk dibeli.
  2. Pemberian kredit. Dalam analisis ini, yang menjadi tujuan pokok adalah menilai perusahaan untuk mengembalikan pinjaman yang diberikan beserta bunga yang berkaitan dengan pinjaman tersebut.
  3. Kesehatan pemasok (supplier). Dengan kemungkinan kerjasama yang akan dijalin, analis dari pihak perusahaan akan berusaha menganalisis profittabilitas perusahaan pemasok, kondisi keuangan, kemampuan untuk menghasilkan kas untuk memenuhi operasi sehari-harinya, dan kemampuan membayar kewajibannya. Pengetahuan akan kondisi keuangan supplier juga akan bermanfaat bagi perusahaan dalam melakukan negosiasi dengan supplier.
  4. Kesehatan pelanggan (costomer). Analis digunakan untuk mengetahui informasi mengenai kemampuan pelanggan memenuhi jangka pendeknya.
  5. Kesehatan pelanggan ditinjau dari karyawan. Analisis dilakukan untuk memastikan apakah perusahaan, atau perusahaan yang akan dimasuki tersebut mempunyai prospek keuangan yang bagus.
  6. Pemerintah. Pemerintah dapat menganalisis keuangan perusahaan untuk menentukan besarnya pajak yang dibayarkan, atau menentukan tingkat keuntungan yang wajar bagi suatu industri (biasanya dengan menambahkan sejumlah persentase tertentu diatas biaya maodalnya).
  7. Analisis Internal.Analisis disini digunakan untuk menentukan sejauh mana perkembangan perusahaan, agar pihak internal perusahaan sendiri (seperti pihak manajemen) dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan, untuk perencanaan, atau untuk mengevaluasi perubahan strategi.
  8. Analisis Pesaing. Kondisi keuangan pesaing dapat dianalisis oleh perusahaan untuk menentukan sejauh mana kekuatan keuangan pesaing. Informasi ini dapat dijadikan sebagai penetuan strategi perusahaan.
  9. Penilaian Kerusakan. Analisis digunakan untuk menentukan besarnya kerusakan yang dialami oleh perusahaan. 
Manfaat dari analisis rasio keuangan dapat diketahui kelemahan-kelemahan dari tahun-tahun sebelumnya. Manfaat lain adalah dapat memberikan informasi apakah perusahaan dalam aspek keuangan tertentu berada diatas rata-rata, pada rata-rata atau dibawah rata-rata.

Apabila diketahui bahwa perusahaan di bawah rata-rata maka pemimpin perusahaan akan mencari faktor-faktor yang menyebabkannya untuk kemudian diambil kebijakan sehingga dapat meningkatkan rasio keuangan perusahaan.

C. Metode dan Teknik Analisis Laporan Keuangan

Dalam menganalisis laporan keuangan digunakan beberapa metode dan teknik yang akan dijadikan dasar penganalisisan. Menurut Munawir dalam bukunya "Analisis Laporan Keuangan" (2004:36) ada dua metode analisis yang digunakan oleh setiap penganalisa laporan keuangan, yaitu:
  1. Analisis horizontal, yaitu analisis dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya.
  2. Analisis vertikal, yaitu apabila laporan keuangan yang dianalisa hanya meliputi satu periode atau satu saat saja, yaitu dengan memperbandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya dalam laporan keuangan tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja. 
Teknik analisis yang biasa digunakan dalam analisis laporan keuangan menurut Munawir (2004:36-37) adalah sebagai berikut:
  1.  Analisis perbandingan laporan keuangan adalah metode dan teknik analisis dengan cara membandingkan loparan keuangan untuk dua periode atau lebih.
  2. Trend atau tendensi posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam persentase (trend percentage analysis), adalah suatu metode atau teknis analisis untuk mengetahui tendensi dari pada keadaan keuangannya apakan menunjukan tendensi naik atau bahkan turun.
  3. Laporan dengan prosentse perkomponen atau common size statement, adalah suatu metode analisis untuk mengetahui prosentase investasi pada masing-masing aktivanya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan komposisi perongkosannya yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya.
  4. Analisis sumber dan penggunaan modal kerja, adalah suatu analisis untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya perubahan modal kerja dalam periode tertentu.
  5. Analisis sumber dan penggunaan kas (cash flow statement), adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas atau mengetahui sumber-sumber serta penggunaan uang kas selama periode tertentu. 
  6. Analisis rasio adalah suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi keduanya.
  7. Analisa perubahan laba kotor (gros profit margin) adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tersebut.
  8. Analisis break-even adalah suatu analisis untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai suatu perusahaan agar tidak menderita kerugian, tetapi belom memperoleh keuntungan. Didalam analisis break-even ini juga diketahui berbagai tingkat keuntungan atau kerugian untuk berbagi tingkat penjualan.
Sedangkan menurut Harahap (2006:216) mengemukakan teknik dalam analisis laporan keuangan sebagi berikut:

1. Metode Kompotitif

Melakukan perbandingan antara satu pos dengan pos lainnya yang releven dan bermakna untuk mengetahui perbaedaan, besaran, maupun hubungannya (intra perusahaan, inter perusahaan, industrial norm, budget).

2. Trend Analysis-horizontal
  •  Indeks 
  • Numbers
3. Membuat laporan keuangan dalam bentuk Common Size Financial Statement, atau bentuk sederhana (awam) biasanya dibuat secara vertikal.
4. Metode Index Time Series
5. Analisis rasio:
  • Likuiditas 
  • Profitabilitas/Rentabilitas
  • Solvabilitas 
  • Leverage
  • Aktivitas
  • Market Based Ratio 
 6. Teknik analisis lain seperti:
  • Analisis sumber dan penggunaan dana
  • Analisis Break Even
  • Analisis Gross Profit
  • Dupont analisis
7. Analytical Review/Transactional Analysis
8. Modal analisi:
  • Bond rating
  • Bankruptcy model
  • Net cash flow prediction model
  • Take over model
Untuk mengevaluasi kinerja dan kondisi keunagan perusahaan, analisis keuangan dan pemakai laporan keuangan harus melakukan analisis terhadap kesehatan perusahaan. Alat yang biasa digunakan adalah rasio keuangan. Oleh karena itu dalam hal analisis laporan keuangan dapat juga mengunakan teknik anlisis rasio yaitu: rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas/rentabilitas, dan rasio aktivitas yang berpedoman pada peraturan menteri dan KUKM NO.06/PERM/M.KUKM/V/2006 tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi award.

No comments:

Post a comment