Monday, 24 October 2016

Pengertian Toksisitas Timbal

Pengertian Toksisitas Timbal

Timbal masuk ke dalam tubuh melalui pencernaan dan saluran pernafasan. Biasanya orang yang keracunan Pb mengkonsumsi sekitar 0,2-2,0 mg Ph/hari, dan pada orang dewasa Pb diserap melalui usus sekitar 5-10%, tetapi hal ini tergantung dari beberapa factro yang mempengaruhi (Darmono, 1995).

Menurut Tsalev dan Zaprinov (1985), besarnya tingkat keracunan timbal dipengaruhi oleh:
  1. Umur : Janin dalam kandungan, balita dan anak-anak lebih rentan dibandingkan anak-anak.
  2. Jenis kelamin: wanita lebih rentan dibanding pria.
  3. Penderita penyakit keturunan dan orang-orang yang sedang sakit akan lebih rentan.
  4. Musim: musim panas akan meningkatkan daya racun terutama terhadap anak-anak.
  5. Peminum alkuhol akan lebih rentan terhadap timbal.
Pada orang dewasa, keracunan Pb biasanya terjadi ditempat kerja. Keracunan ditempat kerja telah banya dilaporkan dan hasinya bervariasi terganung pada jenis industrinya. Gejala yang khas keracunan Pb pada orang dewasa adalah kepucatan, sakit perut, konstipasi, muntah-muntah, anemia dan yang paling sering ialah terlihatnya bewarna biru "garis biru" pada gusi. Gejala yang sering ditemukan tersebut ialah:
  1. Sakit perut.
  2. Gangguan saluran pencernaan yaitu rasa mual, diare, dan konstipasi.
  3. Neuropati saraf parifer, kelemahan otot terutama tangan dan kaki.
  4. Lesu, sakit kepala, nafsu makan hilang, anemia, hiperiritasi, gangguan tidur dan deperesi.
  5. Penurunan daya ingat, kurang konsentrasi.
  6. Sulit berbicara, gangguan penglihatan dan gerak (Darmono, 1995).
Pada anak-anak lebih tinggi yaitu 40%, dan akan menjadi lebih tinggi lagi apabila sianak kekurangan kalsium, zat besi dan zinc dalam tubuhnya. Laporan yang dikeluarkan Poison Center Amerika Serikat menyatakan anak-anak merupakan korban utama ketoksikan timbal dengan 49% dari kasus yang dilaporkan terjadi pada anak-anak berusia kurang dari 6 tahun. Yang lebih mengkhawatirkan adalah efeknya terhadap kecerdsan (IQ) anak-anak, sehingga menurunkan prestasi belajar mereka, walaupun kadar timbal di dalam darah mereka tidak dianggap toksik (Chadha, 1995).

 Daftar Pustaka:
  • Chadha, DR.P.V. 1995. Timbal, Ilmu Forensik dan Toksikologi. Edisi 5. Jakarta: Penerbit Widya Medika, hal 267-272.
  • Darmono, 1995. Logam dalam sistem biologi makhluk hidup. Bogor: UI Press 
  • Tsalev, D.L dan Zaprinov, Z.K. 1985. Atomic Spektroscopy Occupation and Enviromental Health. Florida : CRS Press, Inc.

 

No comments:

Post a comment