Saturday, 29 October 2016

Pengertian Surat Izin Mengemudi (SIM)

Pengertian SIM (Surat Izin Mengemudi)

SIM (Surat Izin Mengemudi) adalah kartu tanda bukti registrasi dan identifikasi yang diterbitkan oleh Polri dan diberikan kepada seseorang/pengguna kendraan bermotor yang telah memenuhi persyaratan administrasi, kesehatan jasmani dan rohani, mampu memahami tata tertib dan peraturan lalulintas, serta terampil dalam mengemudikan kendaraan bermotor. SIM wajib dimiliki oleh semua pengemudi kendaraan bermotor (roda dua maupun lebih). Ada banyak persyaratan dan tahapan yang harus dipenuhi untuk memperoleh SIM, tentunya tidak mudah dan tidak sembarangan orang untuk memperolehnya. 

Secara umum, untuk memperoleh SIM, pemohon wajib lulus dari tiga tahapan penting, antaralain tes kesehatan (terutama mata), mengisi soal/ujian teori tentang pengetahuan lalu-lintas, dan ujian praktik tentang teknis dan keterampilan penguasaan kendaraan bermotor; untuk ujian dengan kendaraan roda 2 atau lebih biasanya menggunakan simulator/kendaraan yang sebenarnya tergantung dari instansi pada daerah masing-masing. Pihak kepolisian akan menyerahkan SIM setelah pemohon memenuhi syarat administrasi dan mampu melalui tahap demi tahap dengan poin kelulusan yang baik.

SIM, selain sebagai surat izin mengemudi juga dapat digunakan sebagai pengganti sementara bukti identitas diri (KTP= Kartu Tanda Penduduk) untuk berbagai urusan perbankan dan urusan pemerintahan. Sebagai salah satu identitas penting, SIM memuat berbagai informasi penting sebagai berikut:
  1. Nama pemilik.
  2. Tempat dan tanggal lahir pemilik.
  3. Alamat pemilik.
  4. Pekerjaan pemilik.
  5. Tinggi badan pemilik.
  6. Tempat dan tanggal diterbitakan.
  7. Nama dan cap instansi yang menerbitkan.
  8. Nama dan tanda tangan pejabat yang menerbitkan.
  9. Golongan dan nomor surat izin mengemudi.
  10. Jenis surat izin mengemudi.
  11. Tanggal berakhis masa berlaku.
  12. Tanda tangan dan sidik jari pemilik.
  13. Pas foto dari pemilik.
Penggunaan Golongan SIM

Berdasarkan paraturan UU Pasal 211 (2) PP 44 / 93
  • Golongan SIM A: SIM untuk kendaraan bermotor roda 4 dengan berat yang diperbolehkan tidak lebih dari 3.500 Kg.
  • Golongan SIM A Khusus: SIM untuk kendaraan bermotor roda 3 dengan karoseri mobil (Kajen VI) yang digunakan untuk angkutan orang / barang (bukan sepeda motor dengan kereta samping).
  • Golongan SIM B1: SIM untuk kendaraan bermotor dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 1.000 Kg.
  • Golongan SIM B2: SIM untuk kendaraan bermotor yang menggunakan kereta tempelan dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 1.000 Kg.
  • Golongan SIM C: SIM untuk kendaraan bermotor roda 2 yang dirancang dengan kecepatan lebih dari 40 Km / Jam.
  • Golongan SIM D: SIM khusus bagi pengemudi yang menyandang disabilitas/berkebutuhan khusus.

No comments:

Post a comment