Friday, 28 October 2016

Pengertian Protein

Pengertian Protein

Protein berasal dari kata Yunani Proteos yang berarti utama atau yang didahulukan. Kata ini dikenalkan oleh seorang ahli kimia Belanda, Gerardus Mulder (1802-1880), karena ia berpendapat bahwa protein adalah zat paling penting disetiap organisme.

Protein merupakan bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbasar tubuh sesudah air. Seperlima bagian tubuh adalah protein, separuhnya ada di dalam otot, seperlima di dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh di dalam kulit dan selebihnya di dalam jaringan lain dan cairan tubuh. Semua enzim, berbagai hormon, pengangkut zat-zat gizi dan darah, matriks intraseluler dan sebagiannya adalah protein. Di samping itu asam amino yang membentuk protein bertindak sebagai prekursor sebagai bahan koenzim, hormon, asam nukleat dan molekul-molekul yang essensial untuk kehidupan (Almatsier, 2004).

Protein tersusun dari gabungan sejumlah molekul asam-asam amino yang saling berkaitan yang dihubungkan oleh suatu ikatan peptida sehingga terbentuk suatu polipeptida.

Protein merupakan sumber asam-asam amino yang mengandung unsur-unsur C, H, O dan N yang tidak dimiliki oleh lemak dan karbohidrat. Molekul protein mengandung pula fosfor, belerang, dan ada jenis protein mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga (Winarno, 2004).

Protein adalah suatu senyawa organik yang berbobot molekul tinggi berkisar antara beberapa ribu sampai jutaan. Protein tersusun dari atom C, H, O, dan N serta unsur lainnya seperti P dan S yang membentuk asam-asam amino,. Urutan susunan asam-asam amino dalam protein maupun hubungan antara asam amino yang satu dan asam amino yang lainnya, menentukan sifat biologis suatu protein. Di alam ditemukan 20-21 macam asam amino yang membangun protein (Girindra, 1993).

Menurut Montgomery dkk (1993), protein sangat potensial dalam tubuh sehingga sangat penting peranannya dalam proses pertumbuhan dan perkembangan dalam tubuh. Protein merupakan zat gizi makro yang berbeda dengan karbohidrat dan lemak, dimana tidak disimpan di dalam sel tertentu sehingga perlunya protein terus dikonsumsi sebagai salah satu penghasil energi bagi tubuh. Pada hewan itu sendiri fungsi protein bukan hanya sebagai komponen struktural tetapi juga sebagi protein fungsional, salah satunya adalah imunoglobin. Imunoglobin merupakan molekul protein yang mempunyai aktifitas antibodi, yaitu suatu kemampuan mengikat secara spesifik dengan substansi yang membangkitkan respon imun sehingga dihasilkannya imunoglobin tersebut subtansi yang dimaksud tidak lain adalah antigen (Subowo, 1993).

Daftar Pustaka:
  • Almatsier, S. 2004. Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia.
  • Girindra, A. 1993. Biokimia I. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
  • Montgomery, R., Conway, T.W. & Spector, A.A. 1992. Biochemistry: A Case Orinted Approach. Lowa City: The C.V. Mosby Company.

No comments:

Post a comment