Thursday, 20 October 2016

Pengertian Pertumbuhan Somatik Pada Remaja

Pertumbuhan Somatik Pada Remaja

Remaja seringkali disebut dengan nama istilah pubertas dan adolesen. Pubertas adalah proses perkembangan/perubahan fisiologis yang terjadi dengan pesat pada setiap manusia dari masa anak ke masa dewasa, terutama perupabahan kapasitas reproduksi yaitu perubahan alat kelamin dari anak ke dewasa.

Sedangkan untuk penggunaan istilah adolsen adalah sebuah istilah yang digunakan untuk penamaan/sinonim dari kata pubertas, sekarang lebih ditekankan untuk penggunaan istilah pubertas untuk menyatakan perubahan psikososial di kalangan remaja. Walaupun begitu Istilah adolesen (adolescent growth spurt) disebut juga sebagai akselarasi pertumbuhan somatik/pacu tumbuh perubahan fisisk pada pubertas.

Selain definisi di atas, terdapat beberapa definisi lain tentang remaja, yaitu:
  1. Pada buku-buku Pediarti, pada umumnya mendefinisikan remaja adalah: bila seorang anak telah mencapai umur 10-18 tahun untuk anak perempuan dan 12-20 tahun untuk anak laki-laki.
  2. Menurut Undang-undang No. 4 Thaun 1979 mengenai Kesejahteraan Anak, remaja adalah individu yang belum mencapai 21 tahun dan belum menikah.
  3. Menurut Undang-undang perburuhan, anak dianggap remaja apabila telah mencapai umur 16-18 tahun atau sudah menikah dan mempunyai tempat untuk tinggal.
  4. Menurut UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974, anak dianggap sudah remaja apabila cukup matang untuk menikah, yaitu umur 16 tahun untuk anak perempuan dan 19 tahun untuk anak laki-laki.
  5. Menurut DikNas, anak dianggap remaja bila anak sudah berumur 18 tahun, yang sesuai saat lulus Sekolah Menengah.
  6. Menurut WHO, remaja bila anak telah mencapai umur 10-18 tahun.
Dalam tubuh kembangnya menuju dewasa, berdasarkan kematangan psikologis dan seksual, semua remaja akan melewati tahapan berikut:
  1. Masa remaja awal/dini (Early adolescence): umur 11-13 tahun
  2. Masa remaja pertengahan (Middle adolescence): umur 14-16 tahun
  3. Masa remaja lanjut (Late adolescence): umur 17-20 tahun
Tahapan ini mengikuti pola yang konsisten untuk masing-masing individu. Walaupun setiap tahap mempunyai ciri tersendiri tetapi tidak mempunyai batas yang jelas, karena proses tumbuh kembangnya berjalan secara berkesinambungan.

No comments:

Post a comment