Friday, 7 October 2016

Pengertian Penilaian Kinerja Dalam Perusahaan Menurut Para Ahli

A. Penilaian Kinerja

Setiap perusahaan dituntut untuk memberikan kinerja yang baik sehingga dapat bertahan dalam persaingan bisnis. Kinerja mencerminkan prestasi perusahaan berdasarkan kegiatan operasional sehari-hari perusahaan. Melalui pengukuran kinerja, dapat diketahui kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam mengelola sumber daya dalam pencapaian tujuan secara aktif dan efisien.

a. Pengertian Kinerja

Kinerja merupakan kondisi yang harus diketahui dan diinformasikan kepada pihak-pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan misi yang diemban suatu organisasi serta mengetahui dampak positif dan negatif suatu kebijakan operasional yang diambil. Dengan adanya informasi mengenai kinerja perusahaan, akan dapat diambil tindakan yang diperlukan seperti koreksi atau kebijkan, meluruskan kegiatan-kegiatan utama dan tugas pokok perusahaan, bahan untuk perencanaan, menentukan tingkat keberhasilan (persentase pencapaian misi) perusahaan untuk memutuskan suatu kebijaksanaan dan lainnya.

Kinerja dipergunakan manajemen untuk melakukan penilaian secara periodik mengenai efektifitas operasional sutau perusahaan, bagian perusahaan dan karyawan berdasarkan sasaran, standar, dan kriteria yang telah ditetapkan. Kinerja dapat pula diartikan sebagai prestasi yang dapat dicapai organisasi dalam periode tertentu.

Prestasi yang dimaksud adalah efektifitas operasional perusahaan baik dari segi manajerial maupun ekonomis operasional. Prestasi perusahaan merupakan tampilan wajah perusahaan dalam menjalankan kegiatannya.

Dengan kinerja perusahaan dapat mengetahui sampai peringkat keberapa prestasi keberhasilan atau bahkan mungkin kegagalan dalam menjalankan tugas dan fungsi yang telah diterimanya.

Kinerja merupakan gambaran mengenai sejauh mana keberhasilan/kegagalan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi perusahaan. Pengukuran kinerja ini dapat dilakukan oleh perusahaan sendiri atau bekerja sama dengan akuntan publik. Pengukuran kinerja ini sangat penting bagi perusahaan yang berorientasi kepada hasil untuk mengukur kinerjanya sendiri dan melihat tingkat kinerja yang telah dicapai atau hasil-hasil yang telah diperoleh. Pengukuran kinerja ini dapat dilakukan dengan baik jika ada satuan pengukuran kinerja yang sahih. Cara-cara pengukuran yang tepat akan sangat tergantung pada sistem infromasi yang ada untuk pengumpulan data yang tepat dan akurat.

Infromasi kinerja merupakan suatu alat bagi menejemen untuk menilai dan melihat apakah perkembangan yang dicapai selama ini atau dalam jangka waktu tertentu. Kinerja merupakan tingkat efisiensi dan efektivitas serta inovasi dalam pencapaian tujuan oleh pihak manajemen perusahaan dan devisi-devisi yang ada dalam perusahaan.

Dari sudut pandang perusahaan yang berorientasi pada peningkatan laba kinerja dibagi dalam dua bentuk yaitu kinerja ekonomi dan kinerja manajemen. Kinerja ekonomis adalah kinerja yang ditekankan pada seberapa jauh organisasi sebagai lembaga ekonomis mampu menghasilkan laba yang telah ditetapkan agar dapat dicapai visi dan misi perusahaan, sedangkan kinerja manajemen adalah kinerja yang memperlihatkan kemampuan manajemen dalam menyelengarakan proses perencanaa, pengendalian, dan pengorganisasian terhadap kegiatan keseharian perusahaan dalam suatu kerangka besar pencapain visi dan misi perusahaan. Profitabilitas diperlukan untuk menilai perubahan potensi sumber daya ekonomis yang mungkin memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada.

Simamora (2002:327) mendefinisikan kinerja adalah merupakan suatu pencapaian persyaratan pekerjaan tertentu yang akhirnya secara langsung dapat tercermin dari keluaran yang dihasilkan baik jumlah maupun kualitasnya.

Sedangkan menurut Mulyadi (2003:416) mendefinisikan kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaiaan pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang tertuang dalam perumusan perencanaan strategi (strategic planning) suatu organisasi. Secara umum dapat dikatakan bahwa kinerja merupakan prestasi yang dapat dicapai oleh organisasi dalam periode tertentu. Prestasi tersebut merupakan efektivitas operasional baik dilihat dari sudut pandang keuangan (financial view) dan terutama pada sisi manajemen (management view)".

Dapat disimpulkan bahwa kinerja merupakan tingkat efisiensi dan efektivitas serta enovasi dalam pencapaian tujuan oleh pihak manajemen perusahaan dan devisi-devisi yang ada dalam perusahaan.

Lebih lanjut Mulyadi (2003:416) menyatakan bahwa agar pengukuran kinerja dapat dilaksanakan dengan baik, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  • Membuat suatu komitmen untuk mengukura kinerja dan memulainya dengan segar.
  • Perlakuan pengukuran kinerja sebagai suatu proses yang berkelanjutan (on going process).
  • Sesuaikan proses pengukuran kinerja dengan organisasi.

B. Pengertian Penilaian Kinerja

Dalam mengelola sebuah perusahaan, manajemen biasanya menetapkan sasaran yang akan dicapai di masa yang akan datang dalam proses yang disebut perencanaa. Pelaksanaan rencana tersebut memerlukan pengendalian agar efektif dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Pengendalian yang dilakukan oleh manajemen perusahaan dapat berupa penilaian kinerja atau prestasi seorang manajer, dengan cara menilai dan membandingkan data keuangan perusahaan selama periode berjalan. Dalam hal ini penilaian kinerja seorang manajer dapat diukur berdasarkan hasil laporan keuangan yang disajikan dalam laporan pertanggungjawabannya.

Syahrul dan Nijar (2004:628) mendefinisikan penilaian kinerja adalah pertimbangan kumulatif tentang faktor-faktor (yang bersifat subyektif dan obyektif) untuk menentukan indikator representatif atau penilaian tentang aktivitas individu atau badan usaha yang berkaitan dengan sejumlah batasan (standar) selama beberapa periode.

Menurut Siegel et al seperti dikutip oleh Mulyadi (2003:419) definisi penilaian kinerja adalah penentuan secara periodik efektivitas operasional suatu organisasi dan karyawan berdasarkan sasaran, standar, dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

Informasi kinerja perusahaan, terutama kemampulabaan sangat diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi perusahaan yang mungkin dikendalikan di masa depan. Di samping itu, informasi tersebut juga berguna dalam perumusan pertimbangan mengenai efektivitas dan efisiensi perusahaan dalam mengelola sumber daya yang dimiliki.


No comments:

Post a comment