Wednesday, 12 October 2016

Pengertian Orientasi Masa Depan Menurut Para Ahli

A. Pengertian Orientasi Masa Depan

Menurut Nurmi (1989) orientasi masa depan adalah gambaran yang dimiliki individu tentang dirinya dalam konteks masa depan. Sedangkan Seginer (2002) menyatakan bahwa orientasi masa depan adalah kecendrungan untuk berfikir mengenai masa depan dan sebagai perhatian tentang hasil dari tindakan saat ini di masa yang akan datang.

Selanjutnya menurut Ginanjar (2004) orientasi masa depan adalah bagaimana seseorang merumuskan dan menyusun visi kedepan dengan membagi orientasi jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Sedangkan menurut Trommsdoroff (2005), mengemukakan bahwa orientasi masa depan merupakan fenomena kognitif motivasional yang kompleks, yakni antisipasi dan evaluasi tentang diri dimasa depan dalam interaksinya dengan lingkungan.

McCabe dan Bernett (2000) menyatakan bahwa orientasi masa depan adalah gambaran yang mengenai masa depan yang terbentuk dari sekumpulan sikap dan asumsi diri pengalaman masa lalu yang berinteraksi dengan informasi dari lingkungan untuk membentuk harapan mengenai masa depan, membentuk tujuan, dan aspirasi serta memberikan makna pribadi pada kejadian di masa depan.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa orientasi masa depan merupakan suatu bentuk usaha aktivitas-aktivitas masa kini yang mengaruh pada sasaran dan tujuan yang ingin dicapai di masa depan melalui proses yang berjalan, berkelanjutan, dan dinamais.

B. Aspek-Aspek Orientasi Masa Depan

Menurut Nurmi (1991) tahapan pembentukan orientasi masa depan tersebut meliputi tiga aspek, yaitu motivasi, perencanaan, dan evaluasi. Secara jelas, masing-masing tahap orientasi masa depan tersebut dapat dijelaskan sebagi berikut:

1. Motivasi

Menunjukan minat-minat individu tentang masa depan. Minat ini akan mengarahkan individu dalam menentukan tujuan yang ingin dicapai pada masa yang akan datang.

2. Perencanaan

Proses perencanaan dengan pembentukan sub-sub tujuan, mengkonstruksi perencanaan dan merealisasikan rencana tersebut. Agar dapat menyusun perencanaan dengan baik, maka individu harus memiliki pengetahuan yang luas tentang masa depannya, misalnya tentang potensi-potensi masyarakat dan hambatan yang mungkin ada dalam pencapaian tujuan.

3. Evaluasi

Pada proses evaluasi ini, individu mengevaluasikan mengenai kemungkinan-kemungkinan realisasi dari tujuan dan rencana yang telah disusun.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek pada orientasi masa depan yaitu motivasi, perencanaan, dan evaluasi.

C. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Orientasi Masa Depan

Sebagai garis besar, menurut Nurmi (1991) ada dua faktor yang mempengaruhi perkembangan orientasi masa depan, yakni faktor individu (person related factor) dan faktor konteks sosial (social contex-related factor).

1. Faktor individu

Beberapa faktor ini adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu. Faktor-faktor tersebut adalah:

a). Konsep diri

Konsep diri dapat mempengaruhi penetapan tujuan. Salah satu bentuk dari konsep diri yang dapat mempengaruhi orientasi masa depan adalah diri ideal.

b). Perkembangan kognitif

Kematangan kognitif sengat erat kaitannya dengan kemampuan intelektual menjadi salah satu faktor individu yang mempengaruhi orientasi masa depan.

2. Faktor kontekstual
  • Jenis kelamin, perbedaan jenis kelamin yang signifikan antara orientasi masa depan, tetapi pola perbedaan yang muncul akan berubah seiring berjalannya waktu.
  • Status sosial ekonomi, kemiskinan dan status sosial yang rendah berkaitan dengan perkembangan orientasi masa depan.
  • Usia, menemukan terdapat perbedaan orientasi masa depan berdasarkan kelompok usia pada semua kehidupan (karir, keluarga, dan pendidikan).
  • Teman sebaya, dapat mempengaruhi orientasi masa depan dengan cara yang bervariasi.
  • Hubungan dengan orang tua, semakin positif hubungan orang tua maka akan semakin mendorong untuk memikirkan masa depan.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi orientasi masa depan adalah a). faktor individu meliputi konsep diri dan perkembangan kognitif, b). faktor kontekstual meliputi jenis kelamin, status sosial ekonomi, usia, teman sebaya, dan hubungan dengan orang tua.

No comments:

Post a comment