Sunday, 16 October 2016

Pengertian Organisasi Internasional

Pengertian Organisasi Internasional

Manusia adalah makhluk sosial atau bermasyarakat. Sebagai akibat sifat kodrati tersebut manusia tidak mungkin dapat hidup seorang diri lepas dari hidup bermasyarakat, berkelompok, atau hidup bersama. Kecendrungan manusia untuk hidup bermasyarakat atau kelompok merupakan suatu naluri yang diwariskan secara biologis. Manusia tidak hanya memiliki naluri saja tetapi manusia memiliki bakat, emosi, perasaan, dan kemampuan inteligensi yang merupakan warisan biologis. Warisan biologis ayang ada pada manusia tidak dapat berkembang secara otomatis, tetapi harus dikembangkan. Segala sesuatu harus diajarkan. Demikian pula manusia hidup bermasyarakat atau berkelompok harus dikembangkan dan diajarkan, sehingga dalam perkembangan selanjutnya hidup bermasyarakat dan berkelompok itu menjadi kebutuhan setiap manusia. Selain itu, manusia hidup berkelompok juga disebabkan oleh kesadaran dan kepentingan bersama, meskipun dalam banyak hal kepentingan-kepentingan antara manusia itu tidak sama bahkan saling bertentangan. Dalam kehidupan sehari-hari, kepentingan-kepentingan itu diwujudkan dalam berbagai bentuk kehidupan yang tidak terbatas.

Kesadarn hidup bermasyarakat dan memenuhi kepentingan bersama inilah kemudian mendorong lahirnya sebuah organisasi sebagai wadah atau alat untuk mencapai tujuan bersama. Demikian pula suatu negara tidak dapat menjalankan kepentingan dalam kebutuhan nasionalnya dengan lancar tanpa ada hubungan atau interaksi dengan negara lainnya, sehingga timbul kesadaran untuk mendirikan organisasi internasional sebagau wadah atau sarana untuk melaksanakan kerjasama.

Pada awalnya organisasi internasional didirikan dengan tujuan untuk mempertahankan peraturan-paraturan agar dapat berjalan tertib, dalam rangka mencapai tujuan bersama dan sebagai wadah hubugan antar negara agar kepentingan masing-masing negara dapat terjalin dalam konteks hubungan internasional.

Dengan meluasnya kepentingan kelompok yang ada dan untuk dapat mengatasi kesulitan yang mereka hadapi baik yang datangnya dari dalam maupun dari luar maka diperlukan suatu organisasi yang mengatur tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam kelompok yang tergabung menjadi kelompok yang lebih besar. Dengan terbentuknya organisasi internasional maka lebih memungkinkan untuk mempertahankan peraturan-peraturan agar dapat berjalan lebih tertib dalam mencapai tujuan bersama.

Organisasi internasional dapat didefinisikan sebagai struktur formal dan berkelanjutan yang dibentuk atas sebuah kesepakatan bersama antar anggota-anggota (pemerintah dan non pemerintah) dari dua atau lebih negara berdaulat dengan tujuan untuk mengejar kepentingan bersama para anggota-anggotanya.

Menurut Danniel S. Cheever dan H. Field Haviland Jr, organisasi internasional merupakan pengaturan bentuk kerja sama internasional yang melembaga antara negara-negara, umumnya berlandaskan suatu persetujuan dasar untuk melaksanakan fungsi-fungsi yang memberikan manfaat timbal balik yang dilaksanakan melalui pertemuan-pertemuan serta kegiatan-kegiatan staf secara berkala. Dari definisi yang dikemukakan tersebut tercakup tiga unsur yaitu keterlibatan negara dalam suatu pola kerjasama, adanya pertemuan-pertemuan secara berkala, dan adanya staf yang bekerja sebagai pegawai sipil internasional (internasional civil servant).

Clive dalam bukunya International Organization menyebutkan organisasi internasional berasal dari dua kata yaitu oeganisasi dan internasional. Kata internasional diartikan dalam beberapa makna. Pertama, intergovernmental yang berarti interstate atau hubungan antar wakil resmi dari negara-negara yang berdaulat. Kedua, aktivitas antara individu-individu dan kelompok-kelompok di negara lain serta juga hubungan intergovernmental untuk mengajar kepentingan bersama para anggotanya.

T. May Rudy dalam bukunya yang berjudul Administrasi dan Organisasi Internasional menyatakan organisasi internasional adalah pola kerjasama yang melintasi batas-batas negara, dengan didasarkan struktur organisasi yang jelas dan lengkap serta diharapkan atau diproyeksikan untuk berlangsung serta melaksanakan fungsinya secara berkesinambungan dan melembaga guna mengusahakan tercapainya tujuan-tujuan yang diperlukan serta disepakati bersama, baik antar pemerintah dan pemerintah maupun antar sesama kelompok non pemerintah pada negara yang berbeda.

Setiap organisasi internasional dibentuk untuk melaksanakan fungsinya sesuai dengan tujuan pendirian organisasi internasional tersebut oleh para anggotanya. Adapun fungsi dan peran organisasi internasional yaitu:
  1. Tempat berhimpun bagi Negara-Negara anggota bila Organisasi Internasional itu IGO (antar Negara/Pemerintah) dan bagi kelompok masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat apabila Organisasi Internasional masuk kategori INGO (Non Pemerintah).
  2. Untuk menyusun atau merumuskan agenda bersama (yang menyangkut kepentingan semua anggota) dan memprakarsai berlangsungnya perundingan untuk menghasilkan perjanjian-perjanjian Internasional.
  3. Untuk menyusun dan menghasilakan kesepakatan mengenai aturan/norma atau rejim-rejim Internasional.
  4. Penyedia saluran untuk berkomunikasi di antara sesama anggota dan ada kalanya merintis akses komunikasi bersama dengan non anggota bisa dengan negara lain yang bukan Negara anggota dan bisa dengan Organisasi Internasional lainnya.
  5. Penyebarluasan informasi yang bisa dimanfaatkan sesama anggota.
Secara garis besar oraganisasi internasional terbagi menjadi dua yaitu: 1. Organisasi yang dibentuk dan didirikan olah pemerintah-pemerintah, yaitu Intern Govermental Organization (IGO). Contohnya: PBB, ASEAN, UNI EROPA dan lain-lain. 2. Organisasi yang dibentuk dan didirikan oleh non pemerintah. Contohnya FIFA, UEFA, IOC dan lain-lain.

Daftar Pustaka:
  • Ig. Wursanto, Dasar-dasar dan ilmu organisasi, Yogyakarta, Penerbit Andi, 2002, hal 4.
  • Ade Maman, Seherman, Organisasi internasional dan integrasi ekonomi regional dalam perspektif hukum dan globalisasi, Jakarta, Ghalia Indonesia, 2003, hal 49.

No comments:

Post a comment