Saturday, 22 October 2016

Pengertian Logam Berat

Logam Berat

Logam berat nasih termasuk golongan logam dengan kriteria-kriteria yang sama dengan logam-logam lain. Perbedaannya terlatak dari pengaruh yang dihasikan jika logam berat itu berikatan atau masuk kedalam tubuh organisme hidup. Logam berat adalah unsur-unsur kiama dengan bobot jenis lebih besar dari 5 gr/cm kubik, terletak disudut kanan bawah sistem periodik, mempunyai afinitas yang tinggi terhadap unsur S dan bernomor atom 22 sampai 92 dari periodik 4 sampai 7 (Palar, 2004).

Istilah logam berat sebetulnya telah dipergunakan secara luas terutama dalam perpustakaan ilmiah, sebagai suatu istilah yang menggambarkan bentuk dari logam tertentu. Karakteristik dari kelompok logam berat adalah sebagi berikut:
  1. Memiliki spesifikasi graviti yang sangat besar (lebih dari 4).
  2. Mempunyai nomor atom 22-34 dan 40-50 serta unsur-unsur lantanida dan aktinida.
  3. Mempunyai respon biokimia spesifik pada organisme hidup.
Berbeda dengan lokam biasa, logam berat biasanya menimbulkan efek-efek khusus pada makhluk hidup. Dapat dikatakan bahwa semua logam berat dapat menjadi bahan racun yang akan meracuni tubuh makhluk hidup. Sebagai contoh adalah logam air raksa (Hg), cadmium (Cd), timah hitam (Pb) dan khrom (Cr). Namun demikian, meski semua logam berat dapat mengakibatkan keracunan atas makhluk hidup, sebagian dari logam-logam berat tersebut tetap dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tetapi bila kebutuhan dalam jumlah yang sangat kecil itu tidak terpenuhi, maka dapat berakibat fatal terhadap kelangsungan hidup dari setiap makhluk hidup. Karena tingkat kebutuhan sangat dipentingkan maka loagm-logam tersebut juga dinamakan sebagai logam-logam atau mineral esensial tubuh.  Contoh dari logam-logam berat esensial ini adalah tembaga (Cu), seng (Zn), dan nikel (Ni) (Palar, 2004).

No comments:

Post a comment