Monday, 17 October 2016

Pengertian Limbah Cair Kelapa Sawit

Pengertian Limbah Cair Kelapa Sawit

Sejalan dengan perkembangan isu "back to nature" untuk memenuhi permintaan produk pertanian organik dengan berbagai persyaratan yang semakin menigkat, pemerintah berupaya mengembangkan teknologi pemanfaatan bahan-bahan organik untuk digunakan sebagai pupuk. Melalui berbagai penelitian diperoleh kesimpulan bahwa tanpa bahan organik, sistem pertanian akan bersifat rapuh (fragile), mudah terguncang hanya dengan perubahan lingkungan yang kecil (Loebis dan Tobing, 1989).

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi andalan Indonesia yang perkembangannya sangat pesat. Selain produksi minyak kelapa sawit yang tiggi, produk samping atau limbah pabrik kelapa sawit juga tinggi. Secara umum limbah dari pabrik kelapa sawit terdiri atas tiga macam yaitu limbah cair, padat, dan gas. Limbah cair kelapa sawit berasal dari unit proses pengukusan (sterilisasi), proses klarifikasi dan buangan dari hidrosiklon. Pada umumnya limbah cair kelapa sawit mengandung bahan organik yang tinggi sehingga potensial mencemari air tanah. Sedangkan limbah padat pabrik kelapa sawit dikelompokan menjadi dua yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan dan yang berasal dari basis pengolahan limbah cair, dan limbah padat yang berasal dari proses pengolahan berupa tandan kosong kelapa sawit (TKKS), cangkang atau tempurung, serabut atau serat, sludge atau lumpur, dan bungkil (Loebis dan Tobing, 1989).

Pemanfaatan limbah cair kelapa sawit dari kolam anaerobik sekunder dengan biological oxygen demand (BOD) 3.500-5000 mg/liter yang dapat menyumbangkan unsur hara terutama N dan K, bahan organik, dan sumber air terutama pada musim kemarau. Setiap pengolahan 1 ton TBS akan menghasilkan limbah padat berupa tandan kosong sawit (TKS) sebanyak 200 kg, sedangkan untuk setiap produksi 1 ton minyak sawit mentah (MSM) akan menghasilkan 0,6-0,7 ton limbah cair dengan BOD 20.000-60.000 mg/liter. Kandungan hara limbah cair PKS adalah 450 mg N/L, 80 mg P/L, 1.250 mg K/L dan 215 mg/L (Pusat Penelitian Kelapa Sawit, 2005).
Sifat dan Komponen LCPKS
Parameter Rata-rata
pH 4,7
Minyak4000
BOD 25000
COD 50000
Total Solid 40500
Suspended Solid 18000
Total Volatile Solid 34000
Total Nitrogen 750
Mineral Rata-rata
Kalium2270
Magnesium615
Kalsium439
Besi46,5
Tembaga0,89
Semua dalam mg/l, kecuali pH (Ngan, 2000). 
Limbah cair dari pabrik minyak kelapa sawit ini umumnya bersuhu tinggi 70-80 derajat Celcius, berwarna kecoklatan, mengandung padatan terlarut dan tersuspensi berupa koloid dan residu minyak dengan BOD (biological oxygen demand) dan COD (chemical oxygen demand) yang tinggi. Apabila limbah cair ini langsung dibuang ke perairan dapat mencemari lingkungan. Jika limbah tersebut langsung dibuang ke perairan, maka sebagian akan mengendap, terurai secara perlahan, mengkonsumsi oksigen terlarut, menimbulkan kekeruhan, mengeluarkan bau yang tajam dan dapat merusak ekosistem perairan. Sebelum limbah cair ini dapat dibuang ke lingkungan terlebih dahulu harus diolah agar sesuai dengan baku mutu limbah yang telah di tetapkan.

Daftar Pustaka:
  • Loebis, B. dan P.L. Tobing. 1989. Potensi pemanfaatan limbah pabrik kelapa sawit. Buletin Perkebunan. Pusat penelitian perkebunan kelapa sawit Medan.
  • Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), 2005. Prosiding pertemuan Kelapa Sawit 2005. Peningkatan produktivitas kelapa sawit melalui Pemupukan dan Pemanfaatan limbah PKS. Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS. Medan.

No comments:

Post a comment