Tuesday, 11 October 2016

Pengertian Kesiapan Kerja Menurut Para Ahli

A. Pengertian Kesiapan Kerja

Menurut Chaplin (2006) kesiapan adalah tingkat perkembangan diri kematangan atau kedewasaan yang menguntungkan untuk mempraktekkan sesuatu. Sedangkan menurut Slameto (2010) mengemukakan bahwa kesiapan adalah untuk belajar berikutnya seseorang untuk dapat berinteraksi dengan cara tertentu.

Selanjutnya menurut Anoraga (2009) kerja merupakan sesuatu yang dikeluarkan oleh seseorang sebagai profesi untuk mendapatkan penghasilan. Kemudian menurut Hasibuan (2003) kerja adalah pengorbanan jasa, jasmani, dan pikiran untuk menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa dengan memperoleh imbalan tertentu.

Kesiapan kerja dapat didefinisikan sebagai kemampuan dengan sedikit atau tanpa bantuan menemukan dan menyesuaikan pekerjaan yang dibutuhkan juga dikehendaki (Ward dan Riddle, 2004). Selanjutnya kesiapan kerja menurut Brady (2009), berfokus pada sifat-sifat pribadi, seperti sifat pekerja dan mekanisme pertahanan yang dibutuhkan, bukan hanya untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga lebih dari itu yaitu untuk mempertahankan suatu pekerjaan.

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kesiapan kerja adalah kepastian seseorang dalam meningkatkan kemampuan bekerjanya yang terdiri dari ilmu pengetahuan dan keahlian serta sikap seseorang tersebut.

B. Ciri-ciri Kesiapan Kerja

Mempersiapkan diri dalam memasuki dunia kerja diperlukan suatu kesiapan yang matang dalam diri seseorang itu sendiri, terutama menyangkut ciri-ciri yang berhubungan dengan diri seseorang. Menurut Anoraga (2009) ciri-ciri kesiapan kerja adalah sebagai berikut:

1. Memiliki motivasi

Dalam pengertian umum, motivasi dikatakan sebagai kebutuhan yang mendorong perbuatan ke arah suatu tujuan tertentu. Jadi motivasi kerja adalah suatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Kuat lemahnya motivasi kerja sorang tenaga kerja ikut menentukan besar kecilnya prestasinya.

2. Memiliki kesungguhan atau keseriusan

Kesungguhan atau keseriusan dalam bekerja turut menentukan keberhasilan kerja. Sebab tanpa adanya itu semua suatu pekerjaan tidak akan berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Jadi untuk memasuki suatu pekerjaan dibutuhkan adanya kesungguhan, supaya pekerjaanya berjalan dan selesai sesuai dengan terget yang diinginkan.

3. Memiliki keterampilan yang cukup

 Keterampilan diartikan cakap atau cekatan dalam mengerjakan sesuatu atau penguasaan individu terhadap suatu perbuatan. Jadi untuk memasuki pekerjaan sangat dibutuhkan suatu keterampilan sesuai dengan pekerjaan yang dipilihnya, yaiut keterampilan dalam mengambil keputusan sendiri tanpa pengaruh dari orang lain dengan alternatif-alternatif yang akan dipilih.

4. Memiliki kedisiplinan

Disiplin adalah suatu sikap, perbuatan untuk selalu tertib terhadap suatu tata tertib. Jadi untuk memasuki suatu pekerjaan sikap disiplin sangat diperlukan demi peningkatan prestasi kerja. Seorang pekerja yang disiplin tinggi, masuk kerja tepat pada waktunya, demikian juga pulang pada waktunya dan selalu taat pada tata tertib.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri kesiapan kerja mahasiswa antara lain memiliki motivasi kerja, memiliki kesungguhan dan keseriusan, memiliki keterampilan yang cukup dan memiliki kedisiplinan.

C. Aspek-Aspek Kesiapan Kerja

Penyesuaian pada suatu saat akan berpengeruh pada atau kecendrungan untuk memberi respon. Menurut Pool dan Sewell (2007) menyatakan bahwa secara keseluruhan kesiapan kerja terdiri dari empat aspek utama, yaitu:
  1. Keterampilan, kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas yang berkembang dari hasil pelatihan dan pengalaman yang didapat. Keterampilan bersifat praktis, keterampilan interpersonal, kreatif, berbikir kritis dan mampu memcahkan masalah, bekerja sama, dapat menyesuaikan diri, dan keterampilan berkomunikasi.
  2. Ilmu pengetahuan, yang menjadikan pendidikan sebagai dasar secara teorists sehingga memiliki kemampuan untuk menjadi ahli sesuai dengan bidangnya. Sebagai calon sarjana harus memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas.
  3. Pemahaman, kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu yang telah diketahui dan diingat, sehingga pekerjaannya bisa dilakukan dan diperolah kepuasan sekaligus mengetahui apa yang menjadi keinginannya. Memahami pengetahuan yang telah dipelajari, menentukan, memperkirakan, dan mempersiapkan yang akan terjadi, dan mampu mengambil keputusan.
  4. Atribut kepribadian, mendorong seseorang dalam memunculkan potensi yang ada dalam diri. Kepribadian dalam lingkup sarjana adalah etika kerja, bertanggung jawab, semangat berusaha, manajemen waktu, memiliki kemmpuan berpikir kritis, berkomunikasi, dan mampu bekerja sama.
 Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek kesiapan seseorang menghadapi dunia kerja adalah keterampilan, ilmu pengetahuan, pemahaman, dan atribut kepribadian.

D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja

Menurut Winkel dan Sri Hastuti (2007), faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja sebagai berikut:

1. Taraf inteligensi

Taraf inteligensi merupakan kemampuan untuk mencapai prestasi yang di dalamnya berfikir memegang peranan.

2. Bakat

Bakat yaitu kemampuan yang menonjol disuatu bidang kognitif, bidang keterampilan, atau bidang kesenian.

3. Minat

Minat mengandung makna kecendrungan yang agak menetap pada seseotang yang merasa tertarik pada suatu bidang tertentu dan merasa senang mengikuti berbagai kegiatan.

4. Pengetahuan

Pengetahuan yaitu informasi yang dimiliki pada bidang-bidang pekerjaan dan tentang diri sendiri.

5. Keadaan jasmani

Keadaan jasmani adalah ciri-ciri yang dimiliki seseorang, seperti tinggi badan, tampan, dan tidak tampan, ketajaman penglihatan, dan pendengaran baik dan kurang baik, mempunyai kekuatan otot tinggi atau rendah dan jenis kelamin.

6. Sifat-sifat

Sifat-sifat merpakan ciri-ciri kepribadian yang sama-sama memberikan corak khas pada seseorang, seperti ramah, tulus, teliti, terbuka, tertutup, dan ceroboh.

7. Nilai-nilai kehidupan

Nilai-nilai kehidupan oleh individu berpengaruh terhadap pekerjaan yang dipilihnya, serta berpengaruh terhadap prestasi pekerjaan.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja terdiri dari taraf inteligensi, bakat, minat, pengetahuan, keadaan jasmani, sifat-sifat, dan nilai-nilai kehidupan.

No comments:

Post a comment