Tuesday, 4 October 2016

Pengertian Kemiskinan Dengan Jelas

A. Kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan seseorang (secara individual atau kekeluargaan) yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan juga dapat terjadi akibat kelangkaan suatu bahan dan alat untuk memenuhi kebutuhan dasar serta sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Ekonomi memandang kemiskinan sebagai ketidak mampuan dalam memenuhi kebutuhan material manusia seperti sandang, pangan, papan, dan sebagainya.

Kemiskinan menurut Hall dan Midgley (2004:14), menyatakan kemiskinan sebagai kondisi deprivasi materi dan sosial yang menyebabkan individu hidup dibawah standar kehidupan yang layak, atau kondisi dimana individu mengalami deprivasi relatif dibandingkan dengan individu yang lainnya dalam masyarakat.

Menurut Ritonga (2003:1) kemiskinan adalah kondisi kehidupan yang serba kekurangan yang dialami seseorang atau rumahtangga sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan minimum yang layak bagi kehidupannya, dari pendapat tersebut diketahui bahwa kemiskinan adalah keadaan dimana seseorang atau rumahtangga mengalami kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya, sedangkan menurut Soemardjan (2003:29) mengatakan bahwa "faktor-faktor penentu atau determinan kemiskinan sangat tergantung pada kemampuan keluarga untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan sosialnya, yang dapat dilihat dari penduduk atau keluarga tersebut". Berdasarkan pendapat tersebut bahwa kondisi kemiskinan terjadi bilamana seseorang dalam rumahtangga tidak memiliki kemampuan atau tidak berdaya dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.

Menurut Supartono (2007) Kemiskinan mengacu pada kondisi keterbelakangan dalam berbagai bentuk (pendapatan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan kapabilitas), dari beberapa pengertian kemiskinan diatas kemiskinan adalah suatu keadaan masyarakat yang tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari. Pada umumnya keluarga miskin sebagian besar dipedesaan dan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari sektor pertanian menjadi sumber penghasilan mereka, namun tidak menutup kemungkinan kemiskinan juga banyak terjadi di daerah perkotaan.

Menurut Sulistyani (2004:3) kemiskinan merupakan masalah gradual yang melanda setiap bangsa, bahkan bangsa maju sekalipun memiliki kantong-kantong kemiskinan, sedangkan menurut Syaifuddin (2007), kemiskinan sebagai gejala absolut memandang kemiskinan sebagai kondisi serba kekurangan materi, hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki sarana untuk mendukung kehidupan sendiri.

Menurut Biro Pusat Statistik (BPS 2004:4) kemiskinan adalah ketidak mampuan untuk memenuhi standar tertentu dari kebutuhan dasar makanan setara dengan 2100 kalori perkapita perhari, ditambah nilai pengeluaran untuk kebutuhan dasar bukan makanan yang paling pokok. Dari pengertian kemiskinan tersebut maka dapat dijelaskan semakin miskin seseorang maka semakin tinggi proposisi makanannya, sebaliknya semakin kaya semakin tinggi proposisi non makanannya.

Bila diilustrasikan suatu rumah tangga memiliki jumlah anggota rumahtangga (household) rata-rata 4 orang, maka batas kemiskinan rumahtangga adalah:
  1. Rumahtangga dikatakan sangat miskin apabila tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya sebesar 4 x Rp. 120 ribu = Rp. 480 ribu per rumahtangga per bulan.
  2. Rumahtangga dikatakan miskin apabila kemampuan memenuhi kebutuhan dasarnya hanya mencapai 4 x Rp. 150 ribu = Rp. 600 ribu per rumahtangga per bulan, tetapi diatas Rp. 480 ribu.
  3. Rumahtangga dikatakan mendekati miskin apabila kemampuan memenuhi kebutuhan dasarnya hanya mencapai 4 x Rp. 175 ribu = Rp. 700 ribu per rumahtangga per bulan, tetapi diatas Rp. 600 ribu.
Atas dasar pengertian kemiskinan yang diilustrasikan diatas maka penentuan indikator keluarga para sejahtera yang dianalogikan keluarga miskin dan hampir miskin. Adapun indikator tersebut dapat dijelaskan sabagai berikut:
  1. Pada umumnya seluruh anggota keluarga makan dua kali sehari atau lebih.
  2. Anggota keluarga memiliki pakaian yang berbeda untuk dirumah, sekolah, berkerja dan bepergian.
  3. Bagian lantai yang terluas bukan tanah.
  4. Paling kurang seminggu sekali keluarga makan daging, ikan, dan telur.
  5. Setahun terakhir seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang satu stel pakaian baru.
  6. Luas lantai paling kurang delapan meter persegi untuk tiap penghuni.
Menurut Soerjono Suekamto (2005:365) kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.Kemiskinan dianggap sebagai masalah sosial. Pada masyarakat yang bersahaja susunan dan organisasinya, mungkin kemiskinan bukan merupakan masalah sosial, karena mereka menganggab bahwa semuanya telah ditakdirkan, sehingga tidak ada usaha-usaha untuk mengatasinya. Seseorang bukan merasa miskin karena kurang makan, pakaian dan perumahan. Tetapi karena harta miliknya dinggap tidak cukup untuk memenuhi taraf kehidupan yang ada.

Menurut Wignjosoeboto (2005:158) pengertian tentang kemiskinan secara garis besar bisa dibedakan menjadi dua yaitu:

1. Kemiskinan relatif dinyatakan dengan beberapa persen dari pendapatan nasional yang diterima oleh kelompok penduduk dengan kelas pendapatan tertentu dibandingkan dengan proporsi pendapatan nasional yang diterima oleh penduduk dengan kelas pendapatan lainnya.

2. Kemiskinan absolut diartikan sebagai suatu keadaan dimana tingkat pendapatan absolut dari satu orang tidak memenuhi untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, seperti:
  • Sandang.
  • Pangan.
  • Pemukiman.
  • Kesehatan.
Menurut Suparlan Parsudi (1995:30) bahwa "kemiskinan merupakan suatu setandar hidup yang rendah yaitu adanya suatau tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan standar kehidupan masyarakat yang umum berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan dengan kondisi ini berpengaruh pada keadaan kesehatan, kehidupan moral dan harga diri mereka yang tergolong sebagai orang miskin".

Menurut Suharto (2005:134) "kemiskinan sebagai kondisi yang ditandai oleh serba kekurangan: kekurangan pendidikan, keadaan kesehatan, yang buruk dan kekurangan transportasi yang dibutuhkan masyarakat.


No comments:

Post a comment