Friday, 28 October 2016

Pengertian Insektisida Nabati

Pengertian Insektisida Nabati

Menurut Sudarmo (2005), insektisida adalah subtansi kimia yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan berbagai hama. Insektisida nabati adalah insektisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan atau berasal dari alam. Insektisida nabati merupakan produk alam dari tumbuhan seperti daun, bunga, buah, biji, kulit, dan batang yang mempunyai kelompok metabolit sekunder atau senyawa bioaktif. Menurut Kardinan (2003), beberapa tumbuhan telah diketahui mengandung bahan-bahan kimia yang dapat membunuh, menarik, atau menolak serangga, dengan cara menghasilkan racun, ada juga yang mengandung senyawa-senyawa kompleks yang dapat mengganggu siklus pertumbuhan serangga, sistem pencernaan, atau mengubah perilaku serangga.

Insektisida nabati memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan jika dibandingkan dengan insektisida sintesis. Secara umum, adapun beberapa keunggulan dari insektisida nabati, antara lain:
  1. Jenis insektisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemari lingkungan (ramah lingkungan).
  2. Relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang.
  3. Dapat membunuh hama dan mencegah penyakit pada tanaman.
  4. Dapat sebagai pengumpul atau perangkap hama tumbuhan: tumbuhan orok-orok, kotoran ayam.
  5. Bahan yang digunakan pun tidak sulit untuk dijumpai bahkan tersedia bibit secara geratis (ekonomis).
  6. Dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintesis (Novizan, 2002).
Sedangkan beberapa kelemahan pestisida nabati antara lain:
  1. Karena residunya mudah hilang, maka ketetapan waktu pemberian ekstrak agar efektif harus diperhatikan dan mungkin harus sering diaplikasikan.
  2. Memiliki residu racun yang lebih rendah dibandingkan insektisida sintesis.
  3. Produksi insektisida nabati secara masal untuk keperluan komersial masih menghadapi beberapa kendala (Novizan, 2002).
Pengujian Insektisida Nabati

Untuk mengetahui kemanjuran suatu produk insektisida nabati, diperlukan suatu pengujian kemanjuran. Pengujian dilaksanakan di laboratorium atau di ruangan terlebih dahulu dan selanjutnya dilaksanakan di lapangan (Sudarmo, 2005).

Pada dasarnya pengujian insektisida nabati ini dengan metode sederhana dapat dikelompokan menjadi: (1) metode residu pada daun; (2) pengujian efek kontak; (3) metode pencampuran makanan; (4) pengujian efek sistemik (Sudarmo, 2005).

Proses Masuknya Racun Ke Tubuh Serangga 

Menurut Prasetiyo dan Yusuf (2004), dilihat dari cara kerja insektisida dalam membunuh hama dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu:
  1. Racun perut, merupakan racun yang mampu membunuh serangga melalui pencernaannya.
  2. Racun kontak, merupakan racun yang mampu membunuh serangga melalui kontak atau sentuhan.
  3. Racun gas atau fumigant, merupakan racun yang mampu mengendalikan serangga melalui sistem pernapasannya.
Daftar Pustaka:
  • Kardinan, A. 2003. Tanaman pengusir nyamuk. Agromedia: Jakarta.
  • Novizan. 2002. Membuat dan memanfaatkan pestisida ramah lingkungan. PT. Agromedia Pustaka: Jakarta.
  • Prasetiyo, K.W dan Yusuf, S. 2004. Mencegah dan membasmi rayap secara ramah lingkungan dan kimiawi. Agromedia Pustaka: Jakarta.
  • Sudarmo, S. 2005. Pestisida nabati pembuatan dan pemanfaatannya. Kanisius: Yogyakarta.

No comments:

Post a comment