Friday, 14 October 2016

Pengertian Hasil Belajar Siswa

A. Pengertian Hasil Belajar

Pada akhir suatu program pendidikan, pengajaran ataupun pelatihan pada umumnya diadakan penilaian. Tujuannya tiada lain untuk mengetahui apakah suatu program pendidikan, pengajaran, ataupun pelatihan tersebut telah dikuasai oleh peserta atau belum (Arnie Fajar, 2009:217).

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Dimyati, (2009:3-4) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa hasil belajar merupakan berakhirnya penggalian dan puncak proses belajar. Gagne dalam Dimyati, 2009:11-12) menyatakan bahwa terdapat lima kemampuan yang diperolah dari proses belajar mengajar yang dapat diamati sebagai hasil belajar, yaitu:
  1. Keterampilan informasi verbal adalah kapabilitas untuk mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa baik lisan, maupun tertulis.
  2. Keterampilan intelektual adalah kecakapan yang berfungis untuk berhubungan dengan lingkungan hidup serta mempersentasikan konsep dan lambang. Keterampilan intelek ini terdiri dari diskriminasi jamak, konsep konkret dan terdefinisi, serta prinsip.
  3. Kemampuan penguasaan strategi kognitif adalah kemampuan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri. Kemampuan ini meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memcahkan masalah.
  4. Kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan kerja (psikomotorik), adalah kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani.
  5. Kemampuan yang berhubungan dengan sikap (afektif), adalah kemampuan menerima atau menolak objek berdasarkan penilaian terhadap objek tersebut.
Untuk memberikan informasi mengenai tingkat penguasaan materi yang diberikan selama proses belajar mengajar berlangsung digunakan alat ukur berupa tes dalam sauatu proses evaluasi.

Proses dan hasil belajar dipengaruhi oleh faktor-faktor internal baik yang bersifat fisik maupun psikis, dan faktor eksternal dalam lingkungan keluarga, sekolah, pekerjaan, ataupun masyarakat luas (Sukmadinata, 2007:172).

Hasil belajar tercermin dalam perubahan perilaku, baik secara material-substansial, struktur-fungsional, maupun secara behavior. Yang dipersoalkan adalah kepastian bahwa tingkat prestasi yang dicapai siswa itu apakah benar merupakan hasil kegiatan belajar yang bersangkutan (Djamarah, 2006:11).

Menurut beberapa teori diatas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menyelesaikan suatu program pengajaran atau pelatihan yang dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal dari seorang siswa.

B. Manfaat Hasil Belajar

Dalam (Arikunto, 2009:36) manfaat hasil belajar digunakan untuk mengetahui apakah siswa sudah menguasai bahan program, dapat mengetahui sejauh mana bahan yang diajarkan telah diterima olah siswa, dapat mengetahui bagian-bagian mana dari bahan  pelajaran yang belum menjadi milik siswa.

Manfaat hasil belajar antara lain:
  1. Perbaikan (remidial) bagi peserta didik yang nilainya belum mencapai KKM. Guru harus percaya bahwa setiap peserta didik mempu mencapai kriteria ketuntasan bila peserta didik mendapat bantuan yang tepat.
  2. Pengayaan bagi peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan lebih cepat dari waktu yang disediakan. Salah satu kegiatan pengayaan yaitu memberikan materi tambahan, latihan tambahan atau tugas individual yang bertujuan untuk memperkaya kopetensi yang telah dicapainya.
  3. Perbaikan program dan proses pemblajaran. Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. Misalnya, guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk memberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum, atau guru harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran, dan memperbaiki program pembelajarannya. Pelaporan hasil penilaian ini dapat digunakan kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa (edukasi.kompasiana.com). 

C. Cara Mengukur Hasil Belajar

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (hal 120-121) mengungkapkan, bahwa untuk mengukur dan mengevaluasi tingkat keberhasilan belajar tersebut dapat dilakukan melalui tes. Berdasarkan tujuan dan ruang lingkungnya, tes dapat digolongkan ke dalam jenis penilaian, sebagai berikut:

Tes formatif, penilaian ini dapat mengukur suatu atau beberapa pokok bahasan tertentu dan tujuan untuk memperoleh gambaran tentang daya serap siswa terhadap pokok bahasan tersebut. Hasil tes ini dimanfaatkan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dalam waktu tertentu. Dalam (Arikunto, 2009:36) tes formatif dimaksud untuk mengetahui sejauh mana siswa telah terbentuk dalam mengikuti suatu program tertentu.

Tes subsumatif, tes ini meliputi sejumlah bahan pengajaran tertentu yang telah diajarkan dalam waktu tertentu. Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran daya serap siswa untuk meningkatkan tingkat prestasi belajar siswa. Hasil tes subsumatif ini dimanfaatkan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan perhitungan dalam menentukan nilai rapor.

Tes sumatif, tes ini diadakan untuk mangukur daya serap siswa terhadap bahan pokok-pokok bahasan yang telah diajarkan selama satu semester, satu atau dua bahan pelajaran. Tujuannya adalah untuk menetapkan tarap atau tingkat keberhasilan belajar  siswa dalam satu periode belajar tertentu. Hasil dari tes sumatif ini dimanfaatkan untuk kenaikan kelas, menyusun pringkat (rangking) atau sebagai ukuran mutu sekolah. Arikunto (2009:38) menyebutkan bahwa tes sumatif dilaksanakan setelah berakhirnya pemberian sekelompok program atau sebuah program yang lebih besar, tes sumatif dapat disamakan seperti ulangan umum yang biasanya dilakukan tiap akhir smester.

D. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Keberhasilan belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor yang datang dari luar diri siswa, terutama kemampuan yang dimilikinya. Faktor kemapuan siswa besar sekali pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar siswa yang dicapai.

Di samping faktor kemampuan yang dimiliki oleh siswa, juga ada faktor lain seperti motivasi belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis. Adapun pengaruh dari dalam diri siswa, merupakan  hal yang logis dan wajar, sebab hakekat perbuatan belajar adalah perubahan tingkah laku individu yang diniati oeleh disadarinya, siswa harus merasakan adanya suatu kebutuhan untuk belajar dan berprestasi. Ia harus mengerahkan daya dan upaya untuk mencapainya.

Slameto (2003:54) menyebutkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar banyak jenisnya tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang ada di dalam diri individu yang sedang belajar, faktor intern meliputi faktor jasmaniah (kesehatan dan cacat tubuh), faktor psikologis meliputi: inteligensi, minat, perhatian, bakat, motif, kematangan dan kesiapan, serta faktor kelelahan.

Faktor ekstern adalah faktor yang berada diluar individu. Faktor ekstern dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat. Faktor keluarga terdiri dari cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan. Beberapa faktor sekolah yang mempengaruhi hasil belajar adalah metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplim sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah. Kemudian yang mempengaruhi hasil belajar adalah faktor masyarakat (kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat (Slameto, 2003:60).

Daftar Pustaka:

Arikunto, Suharsimi. 2005. Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta:Bumi Aksara.
Djamarah, Saiful Bahri dan Aswan Zain. 2006. Strategi belajar dan mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Fajar, Arnie. 2009. Portofolio dalam pelajaran IPS. Bandung: Rosdakarya.
Slameto. 2003. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Bumi Aksara.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2007. Landasan psikologis proses pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.



No comments:

Post a comment