Saturday, 22 October 2016

Pengertian Fourier Transform Infra Red/FT-IR

Pengertian Fourier Transform Infra Red (FT-IR)

Komponen dasar spektrometer IR sama dengan UV-tampak, tetapi radiasi dan komponen optiknya sedikit berbeda. Mula-mula sinar infra merah dilewatkan melalui sampel dan larutan pembanding, kemudian dilewatkan pada monokromator untuk menghilangkan sinar yang tidak diinginkan (stay radiation). Berkas ini kemudian didispersikan melalui prisma atau grafting. Dengan melewatkan melalui slit, sinar tersebut dapat difokuskan pada detector. Alat IR umumnya dapat merekam sendiri absoransinya secara tepat. Temperatur dan kelembabapan ruang harus dikontrol. Kelembaban maksimum yang diperoleh adalah 50%. Jika kelembaban memiliki batas tersebut, permukaan prisma dan sel alkali halida akan menjadi suram. Perubahan suhu akan berpengaruh pada ketepatan dan kalibrasi panjang gelombang.

FT-IR sering juga digunakan untuk penentuan struktur, khusunya senyawa organik dan juga untuk analisis kuantitatif. Spektrum infra merah memberikan puncak-puncak maksimal yang jelas sebaik puncak minimumnya. Spectrum absorpsi dibuat dengan bilangan gelombang pada sumbu X dan prasentase transmitan (T) pada sumbu (Y). 

Penggunaan spektrofotometri IR pada bidang kimia organik berkisar pada daerah dari 650 cm-1 sampai 4000 cm-1 (15,4 mikro meter-2,5 mikro meter). Daerah dengan frekuensi lebih rendah 650 cm-1 disebut IR jauh dan daerah dengan frekuensi lebih tinggi dari 4000 cm-1 disebut Infra merah dekat. Masing-masing daerah lebih jauh dan lebih dekat dengan spectrum tampak. Spektrofotometri Infra Merah juga mengandung sedikit serapan yang bermanfaat bagi ilmuan kimia organik dan serapan tersebut dikaitkan dengan perubahan-perubahan rotasi dalam molekul (Sastroamidjojo, 1985).

No comments:

Post a comment