Thursday, 13 October 2016

Pengertian Daya Juang Menurut Para Ahli

A. Pengertian Daya Juang

Nashori (2007) berprndapat bahwa daya juang merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan kecerdasan untuk mengarahkan , mengubah cara berfikir dan tindakannya ketika menghadapi hambatan dan kesulitan yang bisa menyengsarakan dirinya. Sedangkan Leman (2007) mendefinisikan daya juang sacara ringkas, yaitu sebagai kemampuan seseorang untuk menghadapi masalah.

Selanjutnya diungkapkan Stoltz (2000) daya juang sebagai kecerdasan seseorang dalam menghadapi rintangan atau kesulitan secara teratur. Daya juang membantu individu memperkuat kemampuan dan ketekunan dalam menghadapi tantangan  hidup sehari-hari seraya tetap berpegang teguh pada prinsip dan impian tanpa memperdulikan apa yang sedang terjadi.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa daya juang (adversity quotient) adalah kemampuan seseorang dalam menghadapi dan bertahan terhadap kesulitan hidup sebagai suatu proses untuk mengembangkan diri, dan mencapai suatu tujuan tertentu.

B. Aspek-aspek Daya Juang

Menurut Stoltz (2000) aspek-aspek daya juang (adversity quotient) ada empat dimensi, yaitu:
  1. Control (kendali). Kendali adalah kemampuan seseorang dalam mengendalikan permasalahan yang dihadapi. Dapat mengkondisikan emosi, dapat mengambil seluruh tantangan, dan lebih berani dan optimal.
  2. Origin dan ownership (asal usul dan pengakuan) adalah mempertanyakan yang menjadi penyebab dari suatu kesulitan dan sejauh mana seseorang mempu menghadapi akibat-akibat yang ditimbulkan oleh situasi sulit tertentu. Origin atau asal-usul ada kaitanya dengan rasa bersalah. Individu yang asal usulnya rendah cendrung menyalahkan diri sendiri. Individu yang memiliki tingkat origin yang lebih tinggi akan berpikir bahwa ia merasa saat ini bukan waktu yang tepat, setiap orang akan mengalami masa-masa yang sulit, atau tidak ada yang dapat menduga datangnya kesulitan. Dimensi ownership mempertanyakan sejauh mana individu bersedia mengakui akibat-akibat yang ditimbulkan dari situasi yang sulit. Mengakui akibat yang ditimbulkan dari situasi yang sulit mencerminkan sikap tanggung jawab.
  3. Reach (jangkauan). Aspek reach ini mempertanyakan sejauh mana kesulitan akan menjangkau bagian lain dari individu. Sikap, perhatian, dapat membatasi kesulitan dan segera menyelesaikannya.
  4. Endurance (daya tahan) adalah kecepatan dan ketepatan seseorang dalam memecahkan masalah. Sehingga aspek ini dapat dilihat beberapa lama kesulitan akan berlangsung dan beberapa lama penyebab kesilitan itu akan berlangsung. Seseorang yang mempunyai daya tahan yang tinggi akan memiliki harapan dan sikap optimis dalam mengatasi kesulitan atau tantangan yang sedang dihadapi.
Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa aspek-aspek daya juang yang terdiri dari kendali, origin dan ownwership (asal usul dan pengakuan), reach (jangkauan), dan endurance (daya tahan).

C. Faktor-faktor Daya Juang

Faktor-faktor daya juang mempengaruhi pembentuk daya juang menurut Stolz (2000) adalah sebagai berikut:

1. Daya saing

Menunjukan bahwa daya juang rendah karena tidak adanya daya saing ketika menghadapi kesulitan, sehingga kehilangan kemampuan untuk menciptakan, peluang dalam kesulitan yang dihadapi.

2. Produktivitas

Penelitian yang dilakukan di sejumlah perusahaan menunjukan bahwa terdapat korelasi positif antara kinerja karyawan dengan respon yang diberikan terhadap kesulitan. Artinya respon konstruktif yang diberikan seseorang terhadap kesulitan akan membantu meningkatkan kinerja lebih baik, dan sebaliknya respon yang desktruktif mempunyai kinerja yang rendah.

3. Motivasi

Menunjukan bahwa seseorang yang mempunyai motovasi yang kuat mampu menciptakan peluang dalam kesulitan, artinya seseorang dengan motivasi yang kuat akan berupaya menyelesaikan kesulitan dengan menggunakan segenap kemampuan.

4. Mengambil resiko

Menunjukan bahwa seseorang yang mempunyai daya juang yang berani mengambil resiko dari tindakan yang dilakukan. Hal itu karena seseorang dengan daya juang tinggi merespon kesulitan secara lebih konstruktif.

5. Perbaikan

Seseorang dengan daya juang yang tinggi senantiasa berupaya mengatasi kesulitan dengan langkah konkrit, yaitu dengan melakukan perbaikan dalam berbagai aspek agar kesulitan tersebut tidak menjangkau bidang-bidang yang lain.

6. Ketekunan

Kemampuan seseorang untuk bertahan ditengah tekanan dan kesulitan. Seseorang yang merespon kesulitan dengan baik akan bertahan.

7. Belajar

Membuktikan bahwa anak-anak yang merespon secara optimis akan banyak belajar dan lebih berprestasi dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki pola pesimistis.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi daya juang adalah daya saing, produktivitas, motivasi, pengambilan resiko, perbaikan, ketekunan, dan belajar.

3 comments:

  1. tulisannya sangat membantu. boleh minta referensinya? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf mas baru balas masalahnya..sibuk sama dunia nyata..dan saya jarang sekali buka blok saya..karena waktu yg terbatas...

      Delete