Sunday, 9 October 2016

Pengertian Dan Tahap Rehabilitas Pecandu Narkoba Menurut Para Ahli

A. Pengertian Rehabilitas Bagi Pecandu Narkoba

Rehabilitas adalah bukan sekedar memulihkan kesehatan semula si pecandu, melainkan memulihkan serta menyehatkan seseorang pecandu secara utuh dan menyeluruh. Rehabilitas narkoba adalah suatu proses yang berkelanjutan dan menyeluruh. Penyakit pecandu narkoba bersifat khusus dan selalu meninggalkan rasa ketagihan mental maupun fisik. Ada yang berhasil mengatasinya dalam waktu yang relatif singkat, tetapi ada juga yang harus berjuang seumur hidup untuk menjinakkannya. Karena itu rehabilitas korban pecandu narkoba harus meliputi usaha-usaha untuk mendukung para korban, hari demi hari dalam membuat pengembangan dan pengisian hidup secara bermakna serta berkualitas di bidang fisik, mental, spiritual, dan sosial (Lambertus, 2001:19).

Rehabilitas adalah upaya pemulihan kesehatan jiwa dan raga yang ditunjukan kepada pecandu narkoba yang sudah menjalani program kuratif. Tujuannya agar pecandu tidak memakai lagi dan bebas dari penyakit ikutan seperti kerusakan fisik (syaraf, otak, darah, jantung, paru-paru, ginjal, hati dan lain-lain), kerusakan mental, perubahan karakter dari positif kearah negatif, asocial, penyakit-penyakit ikutan seperti HIV/AIDS, Hepatitis, sifilis, dan lain-lain yang sisebabkan oleh bekas pemakaian narkoba (Subagyo: 2006:105).

Rehabilitas berasal dari dua kata "re" yang berarti kembali dan "habilitas" yang brarti kemampuan. Menurut arti katanya, rehabilitas berarti mengembalikan kemampuan. Rehabilitas adalah proses perbaikan yang ditujukan pada penderita cacat agar mereka cakap berbuat untuk memiliki seoptimal mungkin keguanaan jasmani, rohani sosial, pekerjaan, dan ekonomi.

Sedangkan rehabilitas sosial menurut (Depsos: 2002) adalah suatu rangkaian kegiatan profesional dalam upaya mengembalikan dan meningkatkan kemampuan warga masyarakat baik perrorangan, keluarga, maupun kelompok penyandang masalah kesejahteraan sosial agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar, dan dapat menempuh kehidupan sesuai dengan harkat martabat kemanusiaannya.

Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa rehabilitas adalah proses pemulihan kembali kondisi fisik, mental, dan jiwa bagi si pengguna narkoba kuhusunya yang sudah dikategorikan sebagai pecandu narkoba, sehingga dapat kembali diterima di tengah-tengah masyarakat dan bisal lagi menjalani kehidupan seperti sebelumnya.

Di dalam Balai Rehabilitas BNN terdapat tahap-tahap merehabilitas bagi pecandu narkoba, tahap-tahap merehabilitas merupakan program yang harus dilakukan, dan dilewati oleh pecandu narkoba sehingga kondisinya dapat kembali pulih seperti sebelumnya, dan dapat kembali menjalani kehidupan seperti biasanya.

B. Tahap-tahap Program Rehabilitas Pecandu Narkoba

Menurut Visimedia:2006 tahapan rehabilitas pecandu narkoba dapat berupa:

1. Tahap transisi

Penekanan dalam tahap ini lebih kepada informasi awal tentang korban seperti:
  • Latar belakang korban penyalahgunaan narkoba.
  • Lama ketergantungan.
  • Jenis obat yang dipakai, akibat-akibat ketergantungan, dan berbagai informasi lainnya.
Hal ini penting sehingga pada saatnya akan menjadi acuan bagi pihak yang terlibat secara intensif dalam proses rehabilitas. Ahli yang kompeten (dokter) akan menganalisa tingkat ketergantungan korban untuk kemudian menetukan tingkat pembinaan bagi korban, sehingga metode dan terapi pengobatan bisa dilakukan secara terukur.

2. Tahap intensif

Pada fase ini yakni proses penyembuhan secara psikis. Motifasi dan potensi dirinya dibangun dalam tahap ini. Korban diajak untuk menemukan dirinya dan segala potensinya, juga menyadari berbagai keterbatasannya. Bahwa untuk mengatasi masalah hidup yang bersangkutan tidak perlu harus mengkonsumsi narkoba. Narkoba justru sebaliknya akan menciptakan masalah-masalah baru yang jauh lebih besar dalam hidupnya. Narkoba bukan solusi tetapi menjadi sumber masalah.

3. Tahap rekonsiliasi (penyesuaian)

Pada tahap ini para korban tidak langsung berinteraksi secara bebas dengan masyarakat, akan tetapi ditampung disebuah lingkungan khusus selama beberapa waktu waktu sampai residen benar-benar siap secara mental dan rohani kembali kelingkungan semula. Proses ini bisa meliputi program pembinaan jasmani dan rohani. Pada tahap ini korban masih terikat dengan rehabilitasi formal, namun sudah mulai membiasakan diri dengan masyarakat luas, sehingga merupakan proses resosialisasi.

4. Tahap pemeliharaan lanjut

Pada tahap ini walaupun secara fisik korban sudah dinyatakan sehat dan psikispun sudah pulih, namun masih ada kemungkinan korban akan tergelincir kembali, lebih-lebih saat korban mempunyai masalah, pada saat itu bisa jadi koraban bernostalgia dengan narkoba. Karena itu setiap korban yang memasuki tahap ini dipersiapkan dengan sungguh-sungguh agar dapat melewati dan mengatasi situasi rawan ini dengan melewati tiga titik yaitu:
  • Mengubah, menghilangkan, menjauhi hal-hal yang bersifat nostalgia kesenangan narkoba.
  • Setia mengikuti program-program dan cara-cara (pemeliharaan lanjut).
  • Melibatkan diri dalam gerakan atau kelompok bersih narkoba dan peduli terhadap penanggulangannya.
Tahapan dan waktu pelaksanaan program rehabilitas selama enam bulan, yang terdiri dari:

1. Penerimaan awal

Pada fase ini terdiri dari pemeriksaan tes urin, wawancara, pemeriksaan fisik, pemberian terapi simptomatik, dan rencana terapi.

2. Terapi medis (detoksifikasi dan stabilisasi) selama satu bulan

Detoksifikasi adalah fase awal pecandu yang baru memulai penanganan, difase inilah pecandu dibersihkan dari racun yang diakibatkan oleh dampak narkoba. Prigram ini berlangsung 2 minggu. Sedangkan stabilisasi adalah fase yang harus dijalani oleh para pecandu yang sudah dibersihkan sebelumnya dirumah detoks. Di dalam fase ini pecandu akan diberi pemahaman mengenai program yang sedang, dan akan dijalankan pada fase berikutnya. Program ini berlangsung selama 2 minggu.

3. Rahabilitas sosial dasar (primary treatment)

Primary merupakan fase pelatihan dan pendidikan para pecandu. Disini mereka akan dilatih sikap, tingkah laku, dirubah pola pikir, dan kepribadiannya agar dapat diterima kembali dimasyarakat. Program pada fase ini dijadwalkan selama empat bulan.

4. Rehabilitas sosial lanjutan/Re-entry selama satu bulan

Re-entry adalah fase terakhir dari keseluruhan program rehabilitas di Balai Rehabilitas BNN Tanah Merah Samarinda. Disini para pecandu akan dipantau, diberi pelatihan atau peningkatan keahlian, serta perbaikan pola pikir agar dapat siap kembali di masyarakat. Program ini berjalan selama 1 bulan (Laporan Kepala Balai Rehabilitas BNN Tanah Merah Samarinda).

Rehabilitas BNN Tanah Merah Samarinda terbagi menjadi 2 pelayanan yaitu:

1. Pelayanan rehabilitas berbasis medis:
  • Detoksifikasi
  • Poli rawat jalan
  • Rawat inap/Rehabilitas medis
  • Konsultasi medis
  • Pelayanan gizi
  • Seminar medis
  • Pemeriksaan laboratorium dasar dan EKG
  • Assessment medis
  • Pelayanan farmasi
2. Pelayanan rehabilitas berbasis sosial:
  • Konseling psikolog
  • Group terapi
  • Static group/outing
  • Probing
  • Seminar professional
  • Family support group
  • Family konseling
  • Sport outing 
  • NA meeting
3. Bimbingan rohani agama Islam dan Kristen
  • Bimbingan sholat
  • Sholat Jum'at
  • Ceramah agama
  • Dialog interaktif keagamaan
  • Belajar Al-quran, PHBI, dan lain-lain



No comments:

Post a comment