Thursday, 13 October 2016

Pengertian Bounding Attachment Terhadap Bayi

A. Pengertian Bounding Attachment

Secara harfiah kata bounding dapat diartikan sebagai ikatan dan attachment adalah sentuhan. Attachment adalah proses penggabungan berdasarkan cinta dan penerimaan yang tulus dari orang tua terhadap anaknya dan memberikan dukungan asuhan dalam perawatannya. Bounding adalah masa sensitif pada menit pertama dan beberapa jam setalah kelahiran dimana kontak ibu dan ayah ini akan menentukan tumbuh kembang anak menjadi optimal (Ambarwati dan Wulandari, 2010).

Pengertian Bounding Attachment Terhadap Bayi

Bounding Attachment adalah hubungan yang unik antara dua orang yang sifatnya spesifik dan bertahan seiring berjalannya waktu. Mereka juga menambahkan bahwa ikatan orang tua terhadap anaknya dapat terus berlanjut bahkan selamanya walau dipisah oleh jarak dan waktu dan tanda-tanda keberadaan secara fisik tidak terlihat (Kennel dan Klaus dalam Rochmawati, 2012).

Bounding Attachment yaitu sebuah peningkatan hubungan kasih sayang dengan keterikatan batin antara orang tua dan bayi (Lestari, 2007).

B. Cara Untuk Melakukan Bounding Attachment (Pembentukan Ikatan Kasih Sayang)

Menurut Ambarwati dan Wulandari (2010), proses pembentukan ikatan kasih sayang dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

1. Pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif

Dengan pemberian ASI secara ekslusif segera setelah lahir, secara langsung akan mengalamai kontak kulit dengan ibunya yang menjadikan ibu merasa bangga dan diperlakukan rasa yang dibutuhkan oleh semua manusia.

2. Rawat Gabung

Rawat gabung merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar antara ibu dan bayi terjalin proses lekat (early infant mother bounding) akibat sentuhan badan antara ibu dan bayinya. Hal ini sangat mempengaruhi perkembangan psikologi bayi selanjutnya, karena kehangatan tubuh ibu merupakan stimulus mental yang mutlak dibutuhkan oleh bayi. Bayi yang merasa aman dan terlindung, merupakan dasar terbentuknya rasa percaya diri di kemudian hari. Dengam memberikan ASI eksklusif, ibu merasakan kepuasan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya, dan tidak dapat digantikan oleh orang lain. Keadaan ini juga memperlancar produksi ASI, karena refleks let-down bersifat psikosomatis. Ibu akan merasa bangga karena dapat menyusui dan merawat bayinya sendiri dan bila ayah bayi berkunjung akan terasa adanya suatu kesatuan keluarga.

3. Kontak Mata

Beberapa ibu berkata begitu bayinya bisa memandang mereka, mereka merasa lebih dekat dengan bayinya. Orang tua dan bayi akan menggunakan lebih banyak waktu untuk saling memandang. Seringkali dalam posisi bertatapan. Bayi baru lahir dapat diletakan lebih dekat untuk melihat pada orang tuanya.

Keadaan untuk membuat kontak mata dilakukan kemudian dengan segera. Kontak mata mempunyai efek yang erat terhadap perkembangan dimulainya hubungan dan rasa percaya sebagai faktor yang penting dalam hubungan manusia pada umumnya. Bayi baru lahir dapat memusatkan perhatian kepada suatu obyek, satu jam setelah kelahiran pada jarak sekitar 20-25 cm, dan dapat memusatkan pandangan sebaik orang dewasa pada usia kira-kira 4 bulan.

4. Suara

Mendengar dan merespon suara antara orang tua dan bayinya sangat penting. Orang tua menunggu tangisan pertama bayi mereka dengan tegang. Suara tersebut membuat mereka yakin bahwa bayinya dalam keadaan sehat. Tangis tersebut membuat mereka melakukan tindakan menghibur. Sewaktu orang tua berbicara dengan suara tinggi, bayi akan menjadi tenang dan berpaling ke arah mereka.

Bayi dapat mendengar sejak dalam rahim, jadi tidak mengherankan jika ia dapat mendengarkan suara-suara dan membedakan nada dan kekuatan sejak lahir, meskipun suara-suara itu terhalang selama beberapa hari oleh cairan amniotik dari rahim yang melekat pada telinga. Banyak penelitian memperlihatkan bahwa bayi-bayi baru lahir bukan hanya mendengar secara pasif melainkan mendengarkan dengan sengaja, dan mereka nampaknya lebih dapat menyessuaikan diri dengan suara-suara tertentu daripada yang lain, contoh suara detak jantung ibu.

5. Aroma (Bau Badan)

Setiap anak memiliki aroma yang unik dan bayi belajar dengan cepat untuk mengenali aroma susu ibunya.

Indera penciuman pada bayi baru lahir sudah berkembang dengan baik dan masih memainkan peran dalam nalurinya untuk mempertahankan hidup. Penelitian menunjukan bahwa kegiatan seorang bayi, detak jantung dan pola bernafasnya berubah setiapkali hadir bau yang baru, tetapi bersamaan dengan semakin dikenalnya bau itu, bayipun berhenti bereaksi. Pada akhirnya minggu pertama, seorang bayi dapat mengenali ibunya dari bau tubuh dan air susu ibunya. Indera penciuman bayi akan sangat kuat, jika seorang ibu dapat memberikan bayinya ASI pada waktu tertentu.

6. Gaya Bahasa

Bayi mengembangkan irama akibat kebiasaan. Bayi baru lahir bergerak-gerak sesuai dengan struktur pembicaraan orang dewasa. Mereka menggoyangkan tangan, mengangkat kepala, menendang-nendangkan kaki. Gaya bahasa terjadi pada saat anak mulai berbicara.

Bayi yang baru lahir menemukan perubahan struktur pembicaraan dari orang dewasa. Artinya perkembangan bayi dalam bahasa dipengaruhi kultur, jauh sebelum ia menggunakan bahasa dalam berkomuniksi. Dengan demikian terdapat salah satu yang akan lebih banyak dibawanya dalam memulai berbicara. Selain itu juga mengisaratkan umpan balik positif bagi orang tua dan membentuk komunikasi yang efektif.

7. Irama Kehidupan (Bioritme)

Salah satu tugas bayi baru lahir adalah membentuk ritme personal (bioritme). Orang tua dapat membantu proses ini dengan memberi kasih sayang yang konsisten dan dengan memanfaatkan waktu saat bayi mengembangkan perilaku yang responsif.

Janin dapat dikatakan menyesuaikan diri dengan irama alamiah ibunya seperti halnya denyut jantung. Salah satu tugas bayi setelah lahir adalah menyesuaikan irama dirinya sendiri. Orang tua dapat membantu proses ini dengan memberikan perawatan penuh kasih sayang secara konsisten dan dengan menggunakan tanda keadaan bahaya bayi untuk mengembangkan respon bayi dan interaksi sosial serta kesempatan untuk belajar.

8. Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Setelah bayi lahir, dengan segera bayi ditempatkan di atas ibu. Ia akan merangkak dan mencari puting susu ibunya. Dengan demikian, bayi dapat melakukan refleck sucking dengan segera. Inisiasi Menyusu Dini adalah proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah kelahiran. Hal ini merupakan kodrat dan anugrah dari Tuhan yang sudah disusun untuk kita. Melakukannya juga tidak sulit, hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam.

Inisiasi Menyusu Dini atau disingkat IMD merupakan program yang sedang gencar dianjurkan pemerintah. Menyusu dan bukan menyusui merupakan gambaran bahwa IMD bukan program ibu menyusui bayi tetapi bayi yang harus aktif menemukan sendiri puting susu ibu. Program ini dilakukan dengan cara langsung meletakan bayi yang baru lahir di dada ibunya dan mebiarkan bayi ini merayap untuk menemukan puting susu ibunya. IMD harus dilakukan langsung saat lahir, tanpa boleh ditunda dengan kegiatan menimbang atau mengukur bayi. Bayi juga tidak boleh dibersihkan, hanya dikeringkan kecuali tangannya. Proses ini harus berlangsung skin to skin antara bayi dan ibu.
Proses Inisiasi Menyusu Dini adalah sebagai berikut:

a). Sesaat setelah kelahiran

Setelah dilakukan pemotongan plasenta dengan tali pusat, bayi langsung diletakkan di dada ibunya tanpa membersihkan bayi kecuali tangannya, sehingga terjadi kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibunya. Suhu badan ibu yang habis melahirkan 1 derajat lebih tinggi dari suhu biasanya. Jika bayi kedinginan, suhu badan ibu naik 2 derajat, dan jika bayi kepanasan suhu badan ibu akan turun 1 derajat. Tuhan sudah mengatur ibu akan membawa bayi beradaptasi dengan kehidupan barunya. Setelah diletakkan di dada ibu, biasanya bayi hanya akan diam selama 20-30 menit, hal ini terjadi karena bayi sedang menetralisir keadaanya setelah trauma melahirkan.

b). Setelah bayi merasa tenang

Maka secara otomatis kaki bayi akan bergerak-gerak seperti hendak merangkak. Gerakan ini bukanlah gerakan tanpa makna karena bayi itu hanya menginjak-injak perut ibunya di atas rahim. Gerakan ini bertujuan untuk menghentikan pendarahan ibu. Lama dari proses ini tergantung bayi.

c). Setelah melakukan gerakan kaki tersebut

Bayi akan melanjutkan dengan mencium tangannya, ternyata bau tangannya sama dengan bau air ketuban. Bayi juga mencium diwilayah sekitar puting ibu juga memiliki bau yang sama, jadi dengan mencium bau tangannya, bayi dapat mengetahui kemana dia akan bergerak. Bayi akan bergerak mendekati puting ibunya. Ketika sudah mendekati puting ibu, bayi akan menjilat-jilat dada ibunya. Jilatan ini berfungsi untuk membersihkan dada ibunya dari bakteri-bakteri jahat, dan ketika masuk ketubuh bayi, bakteri tersebut diubah menjadi bakteri yang baik dalam tubuhnya. Lamanya kegiatan ini tergantung dari karena hanya bayi tersbut yang tahu seberapa lama ia harus membersihkan dada ibunya. Setelah itu bayi akan mulai meremas-remas puting ibunya, baru kemudian mulai menyusu.

9. Sentuhan (Touch)

Ibu mulai denha sebuah ujung jarinya untuk memeriksa bagian kepala dan ekstrimitas bayinya. Dalam waktu singkat secara terbuka perabaan di gunakan untuk membelai tubuh, dan mungkin bayi akan dipeluk di lengan ibu, gerakan dilanjutkan sebagai usapan lembut untuk menenangkan bayi, bayi akan merapat pada payudara ibu, menggenggam satu jari atau seuntai rambut dan terjadilah ikatan kasih sayang antara bayi dan ibu.

10. Kehangatan Tubuh (Body Warm)

Jika tidak ada komplikasi yang serius, seorang ibu akan dapat langsung meletakkan bayinya diatas perut ibu, baik setelah tahap kedua dari proses melahirkan atau sebelum tali pusat dipotong. Kontak yang segera ini memberi banyak manfaat baik bagi ibu maupun bayinya yaitu terjadi kontak kulit yang membantu agar bayi tetap hangat.

Daftar pustaka

Amabrwati, E.R., dan Wulandari, D. 2010. Asuhan kebidanan nifas, Yogyakarta, Nuha Medika
http://bayidananak.com
http://www.lusa.web.id/bounding-attachment

No comments:

Post a comment