Saturday, 29 October 2016

Pengertian Antibakteri

Pengertian Antibakteri

Antibakteri adalah zat yang membunuh bakteri atau menekan pertumbuhan atau reproduksi mereka. Oleh karena itu, kelompok obat ini hanya berguna untuk mengobati penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri (Dava, 2008).

Sejak 1935, sejumlah besar agen obat kimia telah dikembangkan. Senyawa kimia tersebut pada umumnya dibuat secara sintesis di laboratorium, sedangkan yang lain dibuat dari hasil sampingan kegiatan metabolisme bakteri atau fungi. Agen obat kimia diberi nama antibiotik (Schlegel, 1994 dalam Sandri, 2007). Antibiotik adalah bahan yang dihasilkan mikroorganisme yang membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme lainnya (Lay, 1994).

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih zat antimikrobial kimiawi adalah:
  1. Jenis zat mikroorganisme. Zat antimikrobial yang akan digunakan harus sesuai dengan jenis mikroorganismenya kerena memiliki kerentanan yang berbeda-beda.
  2. Konsentrasi dan intensitas zat antimikrobial. Semakin tinggi konsentrasi zat antimikrobial yang digunakan maka semakin tinggi pula daya kemampuannya dalam mengendalikan mikroorganisme.
  3. Jumlah mikroorganisme. Semakin banyak mikroorganisme yang dihambat atau dibunuh, maka semakin lama waktu yang diperlukan untuk mengendalikannya.
  4. Suhu. Suhu yang optimal dapat menaikan efektivitas zat antimikrobial.
  5. Bahan organik. Bahan oeganik asing dapat menurunkan efektivitas zat antimikrobial dengan cara menginaktifkan bahan tersebut atau melindungi mikroorganisme. Hal tersebut karena penggabungan zat dan bahan organik asing membentuk zat antimikrobial yang berupa endapan sehingga zat antimikrobila tidak lagi mengikat mikroorganisme. Akumulasi bahan organik terjadi pada permukaan sel mikroorganisme sehingga menjadi pelindung yang mengganggu kontak antara zat antimikrobial dengan mikroorganisme (Pelczar, 1998).

No comments:

Post a comment