Wednesday, 5 October 2016

Pemberdayaan Masyarakat Adalah?

Pengertian Pemberdayaan  Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat dapat diartikan bahwa masyarakat diberi kuasa, dalam upaya untuk menyebarkan kekuasaan, melalui pemberdayaan masyarakat, organisasi agar mampu menguasai atau berkuasa atas kehidupannya untuk semua aspek kehidupan politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, pengelolaan lingkungan dan sebagainya. Pemberdayaan kekuasaan seringkali dikaitkan dengan kemampuan kita untuk membuat orang lain melakukan apa yang kita inginkan, terlepas dari keinginan dan minat mereka.

Pemberdayaan Masyarakat Adalah?
Menurut K. Suhendra (2006:75) pemberdayaan masyarakat adalah sebuah konsep yang menekankan pada pembangunan ekonomi pada mulanya yang dikembangkan berdasarkan nilai-nilai masyarakat.

Konsep ini mencerminkan paradigma baru yang menekankan pada peran serta masyarakat kesinambungan serta fokus pembangunan pada manusia. Konsep pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu alternatif pembangunan yang merubah paradigma pendekatan nasional menjadi pendekatan yang lebih partisipatif.

Peningkatan peran serta masyarakat dalam proses pengambilan keputusan merupakan hal yang sangat penting dan erat kaitannya dengan pemantapan, pembudayaan, pengalaman dan pelaksana demokrasi.

Menurut Ife (1995:61-64) dalam (Edi Suharto 2005:59-60), pemberdayaan menurut dua pengertian kunci, yakni kekuasaan dan kelompok lemah. Kekuasaan disini diartikan bukan hanya menyangkut kekuasaan politik dalam arti sempit, melainkan kekuasaan atau penguasaan klien atas:
  1. Pilihan-pilihan personal dan kesempatan-kesempatan hidup: kemampuan dalam membuat keputusan-keputusan mengenai gaya hidup, tempat tinggal, dan pekerjaan.
  2. Pendefinisian kebutuhan: kemampuan menentukan kebutuhan selaras dengan aspirasi dan keinginannya.
  3. Ide atau gagasan: kemampuan mengekspresikan gagasan dalam suatu forum atau diskusi secara bebas dan tanpa tekanan.
  4. Lembaga-lembaga: kemampuan menjangkau, menggunakan dan mempengaruhi pranata-pranata  masyarakat, seperti lembaga kesejahteraan social, pendidikan dan kesehatan.
  5. Sumber-sumber: kemampuan mobilisasi sumber-sumber formal, informal dan kemasyarakatan.
  6. Aktivitas ekonomi: kemampuan memanfaatkan dan mengelola mekanisme produksi, distribusi, dan pertukaran barang dan jasa.
  7. Reproduksi: kemampuan dalam kaitannya dengan proses kelahiran, parawatan anak, pendidikan, dan sosialisasi.
Dengan demikian, pemberdayaan adalah sebuah proses dan tujuan. Pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan untuk memperkuat kekuasaan atau keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk individu-individu yang mengalami masalah kemiskinan.

Menurut K. Suhendra (2006:77) pemberdayaan masyarakat adalah upaya gerakan terus-menerus untuk menghasilkan suatu kemandirian (self propelled development). Pemberdayaan harus berawal dari kemauan politik (political will), para penguasa seperti yang dikemukakan oleh Reonard D. White (dalam Suhendra 1998:2).

Menurut Neong Muhadjir (2000:80) pemberdayaan masyarakat merupakan upaya politik untuk memberikan otoritas kepada masyarakat membuat berbagai keputusan dan berbagai social action, dan bisa disebut dengan disentralisai.

Disentralisasi menggunakan paradigma bahwa pemerintah memiliki otoritas, lalu didelegasikan sedangkan sosial menggunakan paradigma yang menekankan atau mengekspos pentingnya kesadaran yang dimiliki masyarakat untuk membuat olahan dan keputusan dari dan untuk masyarakat itu sendiri.

Friedman dikutip Kartasasmita (1997:10) dalam mashoed (2004) menyatakan konsep pemberdayaan atau empowerment muncul karena adanya dua premis mayor, yaitu "kegagalan" dan "harapan". Kegagalan yang dimaksud adalah gagalnya model pembangunan eknomi dalam menanggulangi maslah kemiskinan dan lingkungan yang berkelanjutan. Sedangkan harapan, muncul karena adanya alternatif-alternatif pembangunan yang memasukan nilai-nilai demokrasi, persamaan gender, persamaan antar generasi dan pertumbuhan ekonomi yang memadai.

No comments:

Post a comment