Sunday, 30 October 2016

Organ Reproduksi Wanita

Anatomi dan Fisiologi Organ Reproduksi Wanita

Organ genital wanita dibagi menjadi dua bagian, yaitu interna dan eksterna. Arteri pudendi yang merupakan cabang arteria femoralis memberikan vaskularisasi ke genital eksterna. Sebagian drainasenya menuju ke limfonodi inguinalis dan sebagian ke limfonodi iliaka eksterna. Cabang nervus pudendus dan nervus perinaelis yang memberikan inervasi ke vulva, yaitu:

a. Organ reproduksi eksterna, terdiri dari:

1. Mons pubis

Suatu bantalan jaringan lemak yang ditutupi kulit, yang terletak di atas simfisis pubis. Setelah pubertas akan ditumbuhi (pubis).

2. Labia mayora

Dua lipatan membulat besar jaringan lemak yang tertutupi oleh kulit yang bertemu didepan pada mons pubis. Pada saat kedua labia mayora berjelan ke belakang ke arah anus, kedua labia menjadi lebih datar dan menuju ke depan korpus perinealis. Permukaan sebelah dalam labia mayora halus dan mengandung banyak keringat (glandula sudorifera) dan kelenjar minyak (glandula sebasea), sedangkan permukaan luarnya setelah pubertas akan tertutupi oleh rambut.

3. Labia minora

Dua lipatan yang berwarna merah muda yang lebih kecil terletak memanjang dibagian dalam labia mayora. Kedua labia minora ini halus, tidak tertutup oleh rambut, tetapi mengandung sejumlah glandula sudorifera dan glandula sebasea. Daerah yang ditutupi oleh labia minora disebut vestibulum. Masing-masing labia minora terbagi menjadi dua lipatan dibagian anterior. Lipatan bagian atas mengelilingi klitoris dan bertemu untuk membentuk prepusium. Dua lipatan bagian bawah melekat pada permukaan bawah klitoris dan disebut frenulum. Di bawah posterior kedua labia minora bertemu dan membentuk lipatan tipis yang disebut fossa vestibula vaginae (fourchette), yang dapat mengalami robekan pada terjadinya robekan perineum pada saat melahirkan.

4. Klitoris

Merupakan struktur terkecil sangat sensitif dan erektil yang terletak di dalam lipatan prepusium dan frenulum. Klitoris terdiri dari dua korpus yaitu korpora kavernosa yang terletak  berdampingan satu sama lain dan memanjang ke belakang melekat pada periosteum dari korpus ossis pubis. Klitoris merupakan struktur yang dapat disertakan dengan penis pada pria, tetapi tidak seperti penis diklitoris tidak terdapat uretra.

5. Vestibulum

Terdapat enam muara pada vestibulum.

6. Maetus Uretra (ostium uretra eksterna, OUE)

Terletak 2 cm di bawah klitoris.

7. Dua duktus skene

Muara duktus skene berjalan sejajar dengan uretra sepanjang kira-kira 6 mm, dan kemudian bermuara pada kedua sisi OUE.

8. Ostium vaginae atau introitus vagina

Menempati 2/3 bagian bawah vestibulum. Pada gadis (virgo intacta) ostium vaginae ini ditutupi oleh himen, yaitu suatu membran (selaput) berlubang yang dilewati darah menstruasi.

9. Dua duktus dan glandula bartholini

Glandula bartholini terletak dikedua sisi vagina, berada pada ligamentum triangulare. Bentuk dan besar kelenjar ini sebesar kacang kapri dan terdiri atas glandula racemosa dan menyekresi mucus. Duktusnya merupakan muara kelenjar tersebut bermuara diluar himen sehingga sekresi kelenjar tersebut mempertahankan genital eksterna tetap lembap.

b. Organ reproduksi interna, terdiri dari:

1. Vagina

Suatu saluran muskulo-membranosa yang menghubungkan uterus dengan vulva, terletak antara kandung kencing dan rektum. Dinding depan vagina (9 cm) lebih pendek dari dinding belakang (11 cm). Pada dinding vagina terdapat lipatan-lipatan yang berjalan sirkuler dan disebut rugea terutama pada bagian bawah vagina. Setelah melahirkan, sebagian dari rugea akan menghilang. Walaupun disebut lendir vagina, selaput ini tidak mempunyai kelenjar-kelenjar sama sekali sehingga tidak dapat menghasilkan lendir, mungkin lebih baik disebut kulit. Ke dalam puncak vagina menonjol ujung serviks. Bagian dari serviks yang menonjol kedalam vagina disebut porsio. Oleh porsio ini, puncak vagina dibagi dalam 4 bagian, yaitu forniks anterior, forniks posterior, forniks lateral kanan dan kiri. Vagina mempunyai faal penting sebagai saluran keluar dari uterus yang dapat mengalirkan darah waktu haid dan sekret dari uterus, sebagai alat persetubuhan, sebagai jalan lahir pada waktu partus. Sel-sel dari lapisan atas epitel vagina mengandung glikogen, glikogen ini menghasilkan asam susu oleh karena adanya basil. Basil doderlin membuat vagina mempunyai reaksi asam dengan pH 4,5 dan ini memberi proteksi terhadap invasi kuman.

2. Uterus

Dalam keadaan tidak hamil, terdapat dalam ruang uterus velvis minor diantara vesika urinaria dan rektum. Permukaan belakang sebagian besar tertutup oleh peritoneum sedangkan permukaan depan hanya dibagian atasnya saja. Bagian bawah dari permukaan depan melekat pada dinding belakang vesika urinaria. Uterus merupakan alat yang berongga, berbentuk sebagai bola lampu yang gepeng, dan terdiri dari dua bagian. Bagian korpus uteri diantara kedua pangkal tuba disebut fundus uteri (dasar rahim). Tepi kanan dan kiri tidak tertutup oleh peritoneum karena berbatasan dengan parametrium kanan atau kiri. Bentuk dan ukuran uterus sangat berbeda-beda tergantung pada usia dan pernah melahirkan anak atau belum. Pada anak-anak panjang uterus 2-3 cm, pada nulipara 6-8 cm, pada multipara 8-9 cm. Panjang korpus uteri terhadap serviks uteri juga berbeda-beda. Pada anak-anak panjang korpus uteri setengah dari panjangnya serviks uteri, pada gadis remaja sama panjangnya dengan serviks uteri, pada multipara korpus uteri 2 kali panjang serviks uteri. Kavum uteri (rongga rahim) berbentuk segitiga, lebar didaerah fundus dan sempit kearah serviks. Sebelah atas rongga rahim berhubungan dengan saluran telur (tuba fallopii) dan sebelah bawah dengan saluran leher rahim (kanalis servikalis). Hubungan antara kavum uteri dan kanalis sevikalis disebut OUI sedangkan muara kanalis servikalis ke dalam vagina disebut OUE. Ada 2 buah OUI yaitu OUI antomikum yang merupakan batas antara kanalis servikalis dan kavum uteri dan OUI histologikum adalah tempat pada kanalis sevikalis tempat selaput lendir kavum uteri berubah menjadi selaput lendir serviks. Tempat ini letaknya sedikit di bawah OUI anatomikum. Dinding rahim terdiri dari 3 lapisan.

3. Tuba fallopi

Alat ini terdapat pada tepi atas ligamentum latum, berjalam kearah lateral, mulai kornu uteri kanan-kiri. Panjangnya kurang lebih 12 cm dan diameter 3-8 mm. Fungsi utama tuba ialah untuk membawa ovum yang dilepaskan ovarium ke kavum uteri. Tuba ini di bedakan 4 bagian:
  • Pars interstisialis (intramularis): bagian tuba yang berjalan dalam dinding uterus, mulai pada ustiom internum tuba.
  • Pars isthmica: bagian tuba setelah keluar dari dinding uterus, merupakan bagian tuba yang lurus dan sempit.
  • Pers ampularis: bagian tuba antara pars isthmica dan infundibulum merupakan bagian tuba yang paling lebar dan berbentuk S.
  • Infundibulum: ujung dari tuba dengan umbai-umbai yang disebut fimbrie, lubangnya disebut ostium abdominal tubae.
4. Ovarium

Jumlahnya 2, di kanan dan di kiri uterus, dan dihubungkan dengan uterus oleh ligamentum ovarii propium dan dihubungkan dengan panggul dengan perantara ligamentum infudibulopelvikum. Disini terdapat pembuluh darah untuk ovarium yaitu arteri vena ovarika. Ovarium dibedakan menjadi:
  • Permukaan medial yang menghadap kearah kavum douglasi dan permukaan lateral.
  • Ujung atas yang berdekatan dengan tuba dan ujung bawah yang lebih dekat dengan uterus.
  • Tepi yang menghadap ke muka (margomesovarikus) melekat pada lembar belakang ligamentum latum dengan perantaraan mesovarium dan tepi yang menghadap kebelakang (margo fiber).
Ovarium letaknya pada dinding lateral panggul dalam sebuah lekuk yang disebut fossa ovarika Waldeyeri. Ovarium terdiri dari bagian luar (korteks) dan bagian dalam (medulla). Pada korteks terdapat folikel-folikel primordial. Pada medulla terdapat pembuluh darah, saraf, dan pembuluh limfa. 

5. Parametrium

Adalah jaringan ikat yang terdapat diantara kedua lembar ligamentum latum. Bagian atas ligamentum latum yang mengandung tuba disebut mesosalping dan bagian kaudalnya yang berhubungan dengan uterus disebut mesometrium. Pada sisi depan ligamentum latum berjalan ligamentum teres uteri, pada permukaan belakang ligamentum ovarii propium. Mesovarium merupakan lipat peritoneum untuk ovarium dan terdapat antara mesosalplink dan mesometrium. Pada parametrium sebelah bawah yang menyelubungi arteri dan vena uterin lebih padat dari jaringan sekitarnya, disebut ligamentum kardinal (Mira, 2009).

No comments:

Post a comment