Friday, 14 October 2016

Minat Belajar Siswa Adalah

A. Pengertian Minat Belajar Siswa

Minat belajar siswa adalah suatu pencerminan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Seseorang memiliki minat terhadap subjek tertentu cendrung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tertentu (Djamarah, 2008).

Minat adalah kecendrungan yang tepat untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan secara terus menerus yang disertai dengan rasa senang. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaranyang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya terik baginya. Jika terdapat seswa yang kurang berminat terhadap belajar, dapatlah diusahakan agar ia mempunyai minat yang lebih besar dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik dan menarik bagi kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan cita-cita serta kaitannya dengan bahan pelajaran yang dipelajari itu (Slameto, 2003:57).

Minat melahirkan perhatian sepontan yang memungkinkan terciptanya konsentrasi untuk waktu yang lama dengan demikian, minat merupakan landasan bagi konsentrasi. Minat bersifat sangat pribadi, orang lain tidak bisa menumbuhkannya dalam diri siswa, tidak dapat memelihara dan mengembangkan minat itu, serta tidak mungkin berminat terhadap sesuatu hal sebagai wakil dari masing-masing siswa (Gie, 1995). Sudarsono (2003), menyatakan bahwa minat merupakan sikap ketertarikan atau sepenuhnya terlibat dengan suatu kegiatan karena menyadari pentingnya atau bernilainya kegiatan tersebut. Menurut Poerwadarminta (2003) mengemukakan bahwa minat adalah gairah, keinginan dan kecendrungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Sedangkan meurut Dimyati Mahmud, minat adalah sebagai sebab yaitu kekuatan mendorong yang memaksa seseorang menaruh perhatian pada orang atau aktifitas tertentu dan bukan pada yang lain, atau minat sebagai akibat yaitu pengalaman efektif yang distimular oleh hadirnya seseorang atau suatu objek, atau karena berpartisipasi dalam suatu aktifitas. Berdasarkan definisi minat tersebut dapat dikekmukakan bahwa minat mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
  1. Minat adalah suatu gejala psikologis.
  2. Adanya pemusatan perhatian, perasaan dan pikiran dari subyek karena tertarik.
  3. Adanya perasaan senang terhadap obyek yang menjadi sasaran.
  4. Adanya kemauan atau kecendrungan pada diri subyek untuk melakukan kegiatan guna mencapai tujuan. 
Crown and Crow dalam (Djali, 2008:121) mengatakan bahwa minat berhubungan dengan daya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda kegiatan, pengalaman, yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. Minat dapat diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal dari pada hal lainnya. Dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian (Djaali, 2008:121).

Minat memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang dan mempunyai dampak yang besar atas perilaku dan sikap, minat menjadi sumber motivasi yang kuat untuk belajat, anak yang berminat terhadap sesutau kegiatan baik itu bekerja maupun belajar, akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Wiliam Amstrong menyatakan bahwa konsentrasi tidak ada bila tidak ada minat yang memadia, seseorang tidak akan melakukan kegiatan jika tidak ada minat, Lester dan Alice Crow juga menekankan beberapa pentingnya minat untuk mencapai sukses dalam hidup seseorang.

Dalam Slameto (2003:180), beberapa ahli sependapat bahwa acar yang paling efktif untuk membangkitkan minat pada suatu objek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada. Tanner & Tanner dalam Slameto menyarankan agar para pengajar juga berusaha membentuk minat-minat yang baru pada siswa. Ini dapat dicapai dengan jalan memberikan informasi pada siswa mengenai hubungan antara suatu bahan pengajaran yang diberikan dengan bahan pengajaran yang baru. Rooijakkers dalam Slameto (2003:181), berpendapat hal ini dapat pula dicapai dengan cara menghubungkan dengan bahan pengajaran dengan suatu berita sensasional yang sudah diketahui kebanyakan siswa.

Bila usaha-usaha di atas tidak berhasil, pengajar dapat menggunakan insentif dalam usaha mencapai tujuan pengajaran. insentif merupakan alat yang dipakai untuk membujuk seseorang agar melakukan sesuatu tidak mau melakukannya atau yang tidak dilakukannya dengan baik. Dalam studi eksperimental menunjukan bahwa siswa-siswa yang secara teratur dan sistematis akan diberi hadiah karena telah bekerja dengan baik atau karena perbaikan dalam kualitas pekerjannya, cendrung bekerja labih baik daripada siswa yang dimarahi atau dikritik karena pekerjaannya yang buruk atau tidak adanya kemajuan (Slameto, 2003:181).

Minat sangat erat hubungannya dengan belajar, belajar tanpa minat akan terasa menjenuhkan, dalam kenyataannya tidak semua belajar siswa didorong oleh faktor minatnya sendiri, ada yang mengembangkan minatnya terhadap materi pelajaran dikarenakan pengaruh dari gurunya, temannya, orang tuanya. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab sekolah untuk menyediakan situasi dan kondisi yang bisa merangsang minat siswa terhadap belajar. Jadi yang dimaksud dari minat belajar adalah aspek psikologi seseorang yang menempatkan diri dalam beberapa gejala seperti: gairah, kemauan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman, dengan kata lain, minat belajar itu mempunyai ketergantungan pada faktor internal seseorang (siswa) seperti perhatian, kemauan dan kebutuhan terhadap belajar yang ditunjukan melalui keantusiasan, partisipasi, dan keaktifan dalam belajar. Reber dalam Syah (1995:136) mengemukakan bahwa minat mempunyai ketergantungan pada faktor internal seperti perhatian, kemauan dan kebutuhan. Perhatian sangatlah penting dalam mengikuti kegiatan dengan baik, dan hal ini akan berpengaruh pula terhadap minat siswa dalam belajar. Suryabrata (2007) perhatian dalam belajar yaitu pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas seseorang yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek belajar. Kemampuan yaitu kondisi dimana seorang siswa cendrung untuk melakuka suatu aktivitas tanpa adanya paksaan. Siswa yang memiliki keinginan yang kaut untuk mempelajari suatu hal, maka dia akan berusaha untuk mencari pengetahuan yang lebih terhadap sesuatu itu. Suryabrata (2007) kebutuhan (motif) yaitu keadaan dalam diri pribadi seseorang siswa yang mendorongnya untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu guna mencapai suatu tujuan. kebutuhan ini hanya dapat dirasakan sendiri oleh seorang individu. Seseorang melakukan aktivitas belajar karena ada yang mendorongnya.

Menurut teori minat diatas, penulis menyimpulkan minat adalah kecendrungan dimana seseorang selalu memperhatikan kegiatan yang dilakukannya secara  terus menerus dengan rasa senang. Minat muncul jika seseorang memiliki suatu perhatian, kebutuhan, ketertarikan, kemauan, dan kesenangan dalam menjalankan atau mengikuti suatu kegiatan.

Daftar Pustaka:

Djaali. 2008. Psikolog pendidikan. Jakarta. Bumi Akasara.
Djamarah, Saiful Bahri dan Aswan Zain. 2006. Strategi belajar dan mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Slameto. 2003. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Bumi Aksara.


 

No comments:

Post a comment