Saturday, 29 October 2016

Metode Uji Antibakteri

Metode Uji Antibakteri

Keampuhan bahan antibakterial dapat ditentukan dengan melihat konsentrasi terendah antimikrobial yang masih mampu mematikan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen. Metode penentuan keampuhan antimikrobial ini disebut MIC (Minimum Inhibitory Concentration). Bahan antimikrobial bersifat menghambat bila digunakan dalam konsentrasi kecil, namun apabila digunakan konsenrasi tinggi dapat mematikan mikroorganisme (Lay, 1994). Menurut Greenwood (1995), MIC dari sebuah antibiotik tarhadap mikroba digunakan untuk mengetahui sensitivitas dari mikroba terhadap antibiotik. Nilai MIC berlawanan dengan sensitivitas mikroba yang diuji. Semakin rendah nilai MIC dari sebuah antibiotik, sensitivitas dari bakteri akan semakin besar.

Metode uji antimikrobial yang sering digunakan adalah metode Difusi Lempeng Agar. Metode uji ini dikenalkan oleh William Kirby dan Alfred Bauer pada tahun 1996. Pada uji ini lempengan agar disemai dengan mikroorganisme penguji. Cakram kertas yang berisi berbagai antibiotik diletakan di atas lempengan yang telah disemai dengan mikroorganisme penguji. Penghambatan pertumbuhan mikroorganisme oleh antibiotik terlihat sebagai wilayah jernih sekitar pertumbuhan. Diameter zona penghambatan merupakan MIC secara tidak langsung dari antibiotik terhadap mikroba (Lay, 1994).

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ukuran zona penghambatan dan harus dikontrol adalah:
  1. Konsentrasi mikroba pada permukaan medium. Semakin tinggi konsentrasi mikroba maka zona penghambatan semakin kecil.
  2. Kedalaman medium pada cawan petri. Semakin tebal medium pada cawan petri maka zona penghambatan semakin kecil.
  3. Nilai pH dari medium. Beberapa antibiotik bekerja dengan baik pada kondisi asam dan beberapa basa pada kondisi alkali/basa.
  4. Kondisi aerob/anaerob. Beberapa antibakterial kerja terbaik pada kondisi aerob dan yang lain pada kondisi anaerob (Greenwood, 1995).
Daftar Pustaka:

Lay, B. W. 1994. Analisis mikroba di laboratorium. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

No comments:

Post a comment