Monday, 24 October 2016

Media Tanam Jamur Tiram Putih

Media Tanam Jamur Tiram Putih

Media tanam jamur tiram putih terdiri atas serbuk kayu, jerami padi, dedak, dan kapur.

a. Serbuk gergaji

Menurut Suriawiria (2002), media tanam untuk budidaya yang banyak digunakan adalah serbuk kayu, hal ini dikarenakan lebih praktis, murah, dan mudah didapat. Akan tetapi serbuk kayu yang digunakan tidak sembarangan kayu dan biasanya kayu yang paling baik yaitu dari jenis kayu sengon, kayu meranti, kayu karet, kayu waru, dan kayu jati, sedangkan kayu yang tidak dapat digunakan sebagai bahan utama media adalah kayu pinus, ulin, dan bengkirai, hal ini dikarenakan kayu ini mengandung terpentin (minyak pelarut cat) yang bersifat fungisida, sehingga dapat menghambat pertumbuhan serat jamur.

Serbuk kayu merupakan tempat tumbuh jamur kayu yang mengandung serat organik (selulosa, hemi selulosa, dan lignin) sebagai sumber makanan jamur (Suriawira, 2003).

b. Bekatul

Bekatul merupakan hasil sisa penggilingan padi yang kaya vitamin, terutama vitamin B kompleks, merupakan bagian yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan miselium jamur serta berfungsi sebagai pemicu untuk pertumbuhan tubuh buah jamur (Parjimo, 2007).

c. Kapur

Kapur berfungsi mengontrol pH media tanam agar sesuai dengan syarat tumbuh jamur. Kapur juga merupakan sumber kalsium. Kapur yang digunakan sebagai bahan campuran media ialah kalsium karbonat (Parjimo, 2007).

d. Air

Air merupakan salah satu faktor untuk kelancaran dan pertumbuhan miselium, agar dapat membentuk spora. Bila kelebihan air maka akan mati karena jamur membutuhkan air dalam jumlah sedikit (Suriawiria, 2003).

Daftar Pustaka:
  • Parjimo. 2007. Budi Daya Jamur. Jakarta. Agromedia Pustaka
  • Suriawiria, U. 2002. Budi Daya Jamur Tiram. Yogyakarta. Kanisius
  • Suriawiria, U. 2003. Sukses beragrobisnis jamur kayu Shintake-Kuping-Tiram. Jakarta. Penebar Swadaya
 

No comments:

Post a comment