Saturday, 22 October 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Udang Galah

Morfologi Udang Galah

Udang galah termasuk hewan air asli perairan Indonesia. Selain di Indonesai, udang galah juga dapat ditemukan dibeberapa negara Asia Tenggara, terutama Malaysia. Udang galah tersebar diseluruh Indo-Pasific hingga timur Afrika. Hingga saat ini udang galah masih banyak ditemukan di sungai atau danau yang langsung memiliki akses ke laut. Nama galah diambil dari bentuk kakinya yang memanjang dan bercapait mirip seperti galah, oleh karena itu hewan air tersebut diberi nama udang galah. Namun terdapat nama istilah dari udang galah, yakni: baby lobster. Selain itu juga terdapat nama lokalnya,yakni: udang galah (Riau dan sebagian Sumatera), udang satang (Jawa dan Sunda), dan udang watang (Sumatera).


Pada umumnya, berat tubuh udang galah lokal yang sudah dewasa sekitar 300 gram/ekor. Tubuh udang galah terdapat ruas-ruas yang terlindungi oleh kulit keras. Kulit yang keras tersebut mengandung zat kitin yang kaku. Kulit yang keras tidak dapat mengikuti pertumbuhan tubuh udang galah, sehingga kulit tersebut akan dilepas untuk mengganti kulit yang baru setiap terjadi pertumbuhan volume tubuhnya.

Tubuh udang gala terdiri dari 3 bagian, yakni cephalothorax, abdomen (tubuh), dan uropoda (ekor). Cephalothorax merupakan bagian kepala dan dada udang galah yang menyatu. Bagian ini dilapisi dengan kulit keras yang disebut dengan krapas atau cangkang. Bagian depan kepala udang galah terdapat tonjolan kerapas yang bergerigi (rostrum). Rostrum digunakan untuk mengidentifikasikan jenis udang galah. Caranya, dengan membedakan jumlah gerigi yang terdapat pada rostrum tersebut.

Bagian abdomen terdiri atas lima ruas. Setiap ruas dilengkapi sepasang kaki renang (pleiopoda). Kaki renang. Kaki renang pada udang betina agak melebar dan terdapat ruang untuk mengerami telurnya (broodchamber). Sementara itu, uropoda atau ekor kipas merupakan bagian kaki renang yang terakhir yang berguna untuk pengayuh. Uropoda terdiri atas bagian luar (eksopoda), bagian dalam (endopoda) dan bagian ujung yang meruncing (telson).

Pada umumnya warna kulit udang galah adalah biru kehijauan. Di perairan umum, kulit udang galah ditemukan bewarna kemerahan. Perubahan warna kulit pada udang galah ini terjadi tergantung dari lingkungan hidup udang galah, hal tersebut sebagai proses adaptasi fisiologis udang. Selain itu, perubahan warna juga dipengaruhi oleh kandungan astaxantin dari protein yang dikonsumsi udang.

Sangat mudah untuk membedakan antara udang galah jantan dan betina. Kaki udang galah jantan ukurannya jauh lebih besar dan panjang dari pada kaki udang galah betina. Seluruh permukaan kaki udang galah jantan dan betina ditumbuhi duri (spina). 

Udang galah dapat dibedakan dengan udang air tawar lainnya berdasarkan ciri-ciri khusus sebagai berikut.
  1. Rostrum/cucuk kepala udang galah panjang, langsing, dan bagian pangkalnya bengkok. Gerigi pada restrum tersusun rata. Jumlah gerigi bagian atas 12-15 sementara bagian bawah 10-14.
  2. Tutup insangnya memiliki garis luar mendatar, terutama udang galah yang masih muda.
  3. Kulit penutup tubuh pada ruas kedua terletak di atas ruas pertama dan ketiga.
  4. Pada udang galah jantan terdapat sepasang kaki (pleopoda) yang panjang.
  5. Pada umumnya warna tubuh udang galah bewarna biru kehijauan.
Daftar Pustaka:
  • Gambar dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Udang_galah
  • Khairuman, SP dan Ir. Khairul A, M.Si. 2004. Budi Daya Udang Galah Secara Intensif. Agromedia Pustaka: Jakarta.

No comments:

Post a comment