Saturday, 8 October 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kopi Dengan Pengertiannya

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kopi

Pengertian Kopi: Kopi (Coffea sp.) adalah spesies tanaman berbentuk pohon yang termasuk kedalam famili Rubiaceae dan genus Cofeea. Tanaman kopi tumbuhnya tegak, bercabang, dan bila dibiarkan tumbuh dapat mencapai tinggi 12 meter. Daunnya bulat telur dengan ujung agak meruncing. Daun tumbuhan berhadapan pada batang, cabang, dan ranting-rantingnya (Najiyati dkk, 1990).

Sejarahnya: Kopi untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada tahun 1996 melalui Malabar dan ditanam di perkebunan Kedawoeng di Batavia (Jakarta) sejak tahun tersebut tanaman kopi mulai dikembangkan di Indonesia dan mulai menjadi komoditas perdagangan karena dapat dimanfaatkan menjadi minuman yang menyegarkan badan dan pikiran serta rasa yang khas dari kopi tidak bisa digantikan oleh minuman lainnya (Samsulbahri, 1996).

Adapun klasifikasi tanaman kopi, yaitu:

Klasifikasi ilmiah tanaman kopi
Kingdom Plantae
Divisi Tracheophyta
Subdivision Spermatophita
Kelas Magnoliopsida
Ordo Gentianales
Family Rubiaceae
Sub FamilyIxoroideae
Genus Coffea
SpeciesCoffea sp

Morfologi tanaman kopi

Species tanaman berbentuk pohon yang termasuk dalam famili Rubiaceae dan genus Coffea. Terdiri dari akar, batang, daun, bunga dan buah

1. Akar

Tanaman kopi memiliki akar tunggang sehingga tidak mudah rebah. Akar tunggang tersebut hanya dimiliki oleh tanaman kopi yang berasal dari bibit semai atau bibit sambung (okulasi) yang batang bawahnya berasal dari bibit semai. Sementara tanaman kopi yang berasal dari bibit stek, cangkok, atau okulasi yang batang bawahnya berasal dari bibit stek tidak memiliki akar tunggang sehingga relatif mudah rebah (AAK, 2006).

Meskipun kopi merupakan tanaman tahunan, tetapi umumnya mempunyai perakaran yang dangkal. Oleh karena itu tanaman ini mudah mengalami kekeringan pada kemarau panjang bila di daerah perakarannya tidak diberi mulsa. Secara alami tanaman kopi memiliki akar tunggang sehingga tidak mudah rebah. Tetapi akar tunggang tersebut hanya dimiliki oleh tanaman kopi yang bibitnya berupa bibit semaian atau bibit sambungan okulasi yang batang bawahnya merupakan semaian.

Panjang akar tunggang dapat mencapai 45-50 cm, dan terdapat 4-8 akar samping yang tumbuh menurun kebawah sepanjang 2-3 m. selain itu banyak akar cabang samping yang panjang 1-2 m horizontal, sedalam kurang lebih 30 cm, dan bercabang merata (Rahardjo,2013).

2. Batang

Batang atau cabang tanaman kopi terdiri dari:
  • Cabang reproduksi adalah cabang yang tumbuh tegak lurus pada setiap ketiak daun bisa mencapai 4-5 tunas reproduksi. 
  • Cabang primer adalah cabang yang tumbuh pada batang utama atau cabang reproduksi dan berasal dari cabanag primer. Pada setiap ketiak daun hanya mempunyai satu tunas yaitu tunas primer. Berfungsi sebagai penghasil bungan karena disetiap ketiak daunnya terdapat mata tunas yang dapat tumbuh menjadi bunga.
  • Cabang sekunder adalah cabang yang tumbuh pada cabang primer dan berasal dari tunas sekunder. Cabang ini bersifat seperti cabang primer dapat menghasilkan bunga. 
  • Cabang kipas adalah cabang reproduksi yang tumbuh kuat pada cabang primer karena pohon sudah tua. Cabang reproduksi ini sifatnya sama seperti batang utama dan sering disebut sebagai cabang kipas.
  • Cabang pecut adalah cabang kipas yang tidak mampu membentuk cabang primer, mekipun tumbuhnya cuckup kuat.
  • Cabang balik adalah cabang reproduksi yang tumbuh pada acabang primer berkembang tidak normal dan mempunyai arah pertumbuhan menuju kedalam mahkota tajuk.
  • Cabang air adalah cabang reproduksi yang tumbuhnya pesat, ruas-ruas daunnya relatif panjang dan lunak atau banyak mengandung air (Budiman, 2014).
3. Daun

Kopi mempunyai bentuk daun bulat telur, ujungnya agak meruncing sampai bulat. Daun tersebut tumbuh pada batang, cabang dan ranting-ranting tersusun berdampingan. Pada batang atau cabang-cabang yang tumbuhnya tegak lurus, susunan pasangan daun itu bersleing-seling pada ruas berikutnya. Sedangkan daun yang tumbuh pada ranting atau cabang yang mendatar, pasangan daun itu terletak pada bidang yang sama, tidak berselang-seling (Manastas, 2014).

4. Bunga

Jumlah kuncup bunga pada setiap ketiak daun terbatas, sehingga setiap ketiak daun yang sudah menghasilkan bunga dengan jumlah tertentu tidak akan pernah menghasilkan bunga lagi. Namun demikian cabang primer dapat terus tumbuh memanjang membentuk daun baru, batang pun dapat terus menghasilkan cabang primer sehingga bunga bisa terus dihasilkan oleh tanaman (AAK, 2006).

5. Buah

Buah terdiri dari daging buah, dan biji. Daging buah terdiri atas tiga bagian, yaitu lapisan kulit luar (eksokarp), lapisan daging (mesokarp), dan lapisan kulit tanduk (endokarp) yang tipis tetapi keras. Buah kopi pada umumnya mengandung dua butir biji, tetapi kadang-kadang mengandung satu butir atau bahkan tidak berbiji (hampa) sama sekali. Biji ini terdiri dari kulit biji dan lembaga. Lembaga atau sering disebut endosperm merupakan bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat minuman kopi (Budiman, 2014).

Syarat tumbuh tanaman kopi

Pertumbuhan dan produksi tanaman kopi bergantung dan dipengaruhi oleh iklim, angin, dan tanah. Kebutuhan lainnya yang tidak dapat diabaikan adalah mencari bibit unggul yang produksinya tinggi dan tahan terhadap hama juga penyakit. Setelah persyaratan tersebut dapat dipenuhi hal yang juga penting adalah pemeliharaan seperti pemupukan, pemangkasan, pohon peneduh, dan pemberantasan hama juga penyakit.

Iklim yang cocok untuk tanaman kopi Robusta adalah garis lintang 20 derajat LS-20 derajat LU, ketinggian tempat 300-1500 m dpl, curah hujan 1500-2500 mm/th, bulan kering (curah hujan <60 mm/bulan) 1-3 bulan, suhu udara rata-rata 21-24 derajat celcius (Asmacs, 2008).

Tanah meliputi sifat fisik dan sifat kimia. Sifat fisik tanah meliputi tekstur, struktur, air, dan udara di dalam tanah. Tanaman kopi menghendakin tanah lapisan atasnya dalam, gembur, subur, banyak mengandung humus dan permeable, atau dengan kata lain srtuktur tanah harus baik (AAK, 2006).

Sifat kimia tanah meliputi kesuburan dan pH. Tanaman kopi menghendaki tanah yang dalam, gembur dan banyak mengandung humus. Tanah yang subur bearti banyak mengandung zat-zat makanan yang sangat dubutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan berreproduksi. Tanaman kopi menghendaki reaksi yang agak asam, dengan pH 5 1/2-6 satu per dua. Tetapi hasil yang baiksering kali diperoleh pada tanah yang lebih asam, dengan catatan keadaan fisiknya baik (Manastas, 2014).



No comments:

Post a comment