Wednesday, 12 October 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Mentimun

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Mentimun

Timun: Mentimun merupakan tanaman semusim yang bersifat menjalar. Tanaman tersebut menjalar atau memanjat dengan menggunakan alat panjat berbentuk pilin (spiral). Buah mentimun banyak mengandung vitamin A, vitamin B, dan Vitamin C. Buah mentimun sangat digemari oleh setiap orang karena rasanya segar, sedikit berair, dan dingin (Sunarjono, 2006).

Klasifikasi Dan Morfologi Mentimun
 
Sebagian besar mentimun berisi air. Kulit kerasnya mengandung mineral yang penting termasuk silika yang menyumbang kekuatan pada jaringan konektif. Tanpa silika, jaringan konektif (intraselular,otot,tendon,ligamen,kartilago,dan tulang) tidak dapat dibentuk dengan tepat. Jus timun dianjurkan sebagai sumber silikon dan cara untk memperbaiku kesehatan kulit (Wirakusumah, 2006)

Klasifikasi Tanaman Mentimun

Klasifikasi Mentimun
KingdomPlantae
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoCucurbitales
FamiliCucurbitaceae
GenusCucumis
SpesiesC. sativus

Morfologi Tanaman Mentimun

Akar

Perakaran mentimun memiliki akar tunggang dan bulu-bulu akar, tetapi daya tembusnakar relatif dangkal, pada kedalaman sekitar 30-60 cm. Oleh sebab itu, tanaman mentimun termasuk peka terhadap kekurangan dan kelebihan air (Sumpena, 2004).

Batang

Tanaman mentimun memiliki batang yang berwarna hijau, berbulu dengan panjang 0,5m-1,5m dan umumnya tanaman mentimun mengandunga air dan lunak. Mentimun mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisa tangkai daun. Sulur mentimun adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka sentuhan bila menyentuh galah sulur akan mulai melingkarinya. Dalam 14 jam sulur itu telah melekat kuat pada galah/ajir (Sunarjono, 2006).

Bunga

Bunga mentimun berbentuk terompet dan berwarna kuning bila sudah mekar. Mentimun termasuk tanaman berumah satu, artinya bunga jantan dan bunga betina letaknya terpisah, tetapi masih dalam satu tanaman. Bunga betina mempunyai bakal buah yang membengkok, terletak di bawah mahkota bunga, sedangkan pada bunga jantan tidak mempunyai bagian bakal buah yang membengkok (Sumpena, 2004).

Buah
Warna buah mentimun muda berkisar antara hijau, hijau gelap, hijau muda, dan hijau keputihan sampai putih, tergantung kultivar yang diusahakan. Sementara warna buah mentimun yang sudah tua (untuk produksi benih) berwarna cokelat, cokelat tua bersisik, kuning tua, dan putih bersisik. Panjang dan diameter buah mentimun antara 12-25 cm dengan diameter anatara 2-5 cm atau tergantung kultivar yang diusahakan. Bentuk-bentuk buah mentimun berkisar antara bentuk panjang, lonjong, bundar atau bulat, dan pangkal buah melekuk. Bentuk pangkal dan ujung buah berkisar ujung dan pangkal buah melekuk, ujung dan pangkal buah meruncing, ujung dan pangkal buah melingkar, dan ujung dan pangkal buah meruncing, tetapi tidak beraturan (Sumpena, 2004).

Daun

Mentimun berdaun tunggal. Bentuk, ukuran, dan kedalaman lekuk daun mentimun bervariasi, tergantung dari spesies dan kultivarnya. Panjang daun antara 7-20 cm, panjang tangkai daun 5-15 cm, pinggiran daun berlekuk antara 3-5 cm, dengan susunan daun berselang-seling. Pada daun yang masih muda menyirip lima seperti pohon palem dan sudut-sudutnya meruncing. Sementara pada daun tua membentuk subcordatus, yaitu bangun daun menyerupai bulat telur, tetapi pangkal daun mempunyai lekukan (Sumpena, 2004).

Daftar Pustaka: 

http://eprints.ung.ac.id/920/6/2013-2-54411-611310014-bab2-10012014063222.pdf
http://eprints.ung.ac.id/920/4/2013-2-54411-611310014-bab1-10012014063141.pdf












No comments:

Post a comment