Friday, 14 October 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Kangkung

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kangkung Darat

Kangkung darat (Ipomoea reptan Poir) tergolong sayur yang sangat populer, karena banyak peminatnya. Kangkung disebut juga Swamp cabbage, Water convovulus, Water spinach dan kangkung darat juga banyak ditanam penduduk untuk konsumsi keluarga maupun untukdijual ke pasar. Bagian tanaman kangkung yang paling penting adalah batang muda dan pucuk-pucuknya sebagai bahan sayur-mayur. Kangkung selain rasanya enak juga memiliki kandungan gizi cukup tinggi, mengandung vitamin A, B dan vitamin C serta bahan-bahan mineral terutama zat besi yang berguna bagi pertumbuhan badan dan kesehatan (Perdana, 2009).

Klasifikasi Dan Morfologi Kangkung

Klasifikasi Tanaman Kangkung
Klasifikasi Kangkung Darat
Kingdom Plantae ( tumbuhan )
Subkingdom  Tracheobionta ( berpembuluh )
Superdivisio Spermatophyta ( menghasilkan biji )
Divisio Magnoliophyta ( berbunga )
Kelas Magnoliopsida ( berkeping dua / dikotil )
Subkelas Asteridae
Ordo Solanales
Familia Convolvulaceae ( suku kangkung-kangkungan )
Genus Ipomea
Spesies Ipomea reptan Poir
Morfologi Tanaman Kangkung

Berdasarkan klasifikasi tanaman kangkung di atas, maka secara morfologi tanaman kangkung memiliki dua varietas yaitu kangkung air dan kangkung darat. Kangkung darat, yang mempunyai daun-daun yang panjang dengan ujung yang runcing, berwarna hijau keputih-putihan dan bunganya berwarna putih. Misal, sutera, Bangkok, dan lain-lain.

Kangkung air memiliki warna bunga putih kemerah-merahan, ukuran batang dan daun lebih besar dibandingkan dengan kangkung darat, berbatang hijau dan berbiji sedikit. Buah kangkung memiliki diameter 7-9 mm, halus, berwarna kecoklatan dan berisi 2-4 biji (Westphal, 1994 dalam Maryam, 2009). Kangkung darat memiliki karakteristik warna bunga putih hingga merah muda, daun agak kecil, warna batang putih kehijauan hingga keunguan (Palada dan Chang, 2003 dalam Maryam (2009).

Kusandryani dan Luthfy, 2006 dalam Maryam (2009), menjelaskan bahwa di Indonesia terdapat kangkung dengan berbagai aksesi seperti aksesi 511 asal Bekasi, 504 asal Bengkulu, 512 asal Cikampek dan sebagainya dengan ciri tanaman dengan tipe tumbuh tegak, warna daun hijau, batang bulat, bunga berbentuk terompet dan warna bunga putih. Panjang daun, lebar daun dan umur berbunga pada aksesi 511 berturut-turut adalah 12,6 cm, 2,95 cm dan 60 hari, pada aksesi 504 berturut-turut 12,3 cm, 2,95 cm dan 65 hari, sedangkan aksesi 512 memiliki nilai berturut-turut 11,8 cm, 3,35 cm, 63 hari.

Menurut Williams et al., (1991), dalam Widodo 2010, daun memiliki panjang 7-14 cm, berbentuk jantung pada pangkalnya dan biasanya runcing pada ujungnya. Batang berongga dan mengapung pada permukaan. Akar adventif segera tebentuk pada buku batang jika menyentuh tanah atau lengas. Pada kondisi hari pendek, tangkai bunga tegak berkembang pada ketiak daun. Biasanya terbentuk satu atau dua kuntum bunga berbentuk terompet dengan leher ungu. Warna mahkota putih, merah jambu muda, atau ungu, berbeda-beda menurut tipe tanaman. Biji mudah terbentuk dan berkembang dalam bulir polong.

Rukmana, 1994 dalam Selviningsih (2011) menambahkan bahwa kangkung merupakan tanaman menetap yang dapat tumbuh lebih dari satu bulan. Batang tanaman berbentuk bulat panjang, berbuku-buku, banyak mengandung air (herbaceous) dan berlubang-lubang. Batang tanaman kangkung tumbuh merambat atau menjalar dengan percabangan yang banyak. Kangkung memiliki sistem perakaran tunggang dan cabang-cabang akarnya menjalar keseluruh arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 60-100 cm serta melebar secara mendatar pada radius 100-150 cm atau lebih, terutama pada jenis kangkung air. Tangkai daun melekat pada buku-buku batang dan di ketiak daun terdapat mata tunas yang dapat tumbuh menjadi percabangan baru. Bentuk daun umumnya seperti jantung hati, ujung daunnya meruncing atau tumpul, permukaan daun sebelah atas berwarna hijau tua dan permukaan daun bagian bawah berwarna hijau muda.

Daftar Pustaka

http://repository.uin-suska.ac.id/2216/1/2011_201120.pdf
http://eprints.ung.ac.id/2264/6/2012-1-54411-611307039-bab2-09082012033857.pdf

No comments:

Post a comment