Saturday, 15 October 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Kacang Hijau

Klasifikasi Dan Morfologi Kacang Hijau

Kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) merupakan tanaman palawija yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Di Indonesia, kacang hijau menjadi produk penting dalam golongan kacang-kacangan setelah kedelai dan kacangtanah. Kacang hijau dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Oleh karena itu peningkatan produksi kacang hijau harus diupayakan secara maksimal (Cahyono, 2008).


Kacang hijau yang disebut juga mung bean, green gram, atau golden gram merupakan tanaman leguminoceae peringkat ketiga yang dikembangkan di Indonesia. Tanaman ini mempunyai potensi pasar yang cukup menjanjikan karena masih dapat dikembangkan lebih lanjut. Bentuk komoditasnya sebagai biji merupakan salah satu keuntungan yang bisa di simpan dengan mudah dan tahan lama. Hampir semua negara di dunia membutuhkan kacang hijau untuk berbagai macam keperluan. Yang dibutuhkan sekarang tinggal kejelian para petani produsen kacang hijau dalam memanfaatkan peluang tersebut (Andrianto dan Indarto, 2004). 

Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau

Klasifikasi Kacang Hijau
Kingdom Plantae
Divisio Spermatophyta 
Sub Divisio Angiospermae 
Kelas   Dicotyledoneae  
Ordo    Rosales 
Famili  Papilionaceae  
Genus  Phaseolus  
Species  Phaseolus radiatus L. 
Morfologi Tanaman Kacang Hijau

Tanaman kacang hijau termasuk famili Leguminosae yang banyak varietasnya. Susunan morfologi kacang hijau terdiri atas akar, batang, daun, bunga, dan biji. Perakaran tanaman kacang hijau bercabang banyak dan membentuk bintil-bintil (nodula) akar. Makin banyak nodula akar, makin tinggi kandungan nitrogen (N) sehingga menyuburkan tanah ( Rukmana, 1997).

Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan cabang menyamping pada batang utama, berbentuk bulat dan berbulu warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu (Adrianto dan Indarto, 2004). Batang tanaman kacang hijau berbentuk bulat dan berbuku-buku. Ukuran batangnya kecil, berbulu, bewarna hijau kecoklatan atau kemerahan. Setiap buku batang menghasilkan satu tangkai daun, kecuali pada daun pertama berupa sepasang daun yang berhadap-hadapan dan masing-masing daun berupa daun tunggal. Batang kacang hijau tumbuh tegak dengan ketinggian mencapai 30 cm-110 cm dan cabangya menyebar kesegala arah (Rukmana, 1997).

Daunya terdiri dari tiga helaian trifolia dan letaknya berseling-seling. Tangkai daunya lebih panjang dari daunya dengan warna hijau muda sampai hijau tua (Andrianto dan Indarto, 2004). Kacang hijau merupakan tanaman berumur pendek biasanya berbunga antara 30-70 hari. Bunganya besar berdiameter 1-2 cm, kehijau-hijauan sampai kuning cerah, steril sendiri, terletak pada tandan ketiak yang tersusun atas 5-25 kuntum bunga panjang tandan bunga 2-20 cm (Somaatmadja, 1993).

Bunga kacang hijau berbentuk seperti kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kucing pucat. Bunganya termasuk jenis hermaprodit atau berkelamin sempurna. Proses penyerbukan terjadi pada malam hari sehingga pada pagi harinya bunga akan mekar dan pada sore hari sudah layu (Purwono dan Hartono, 2005).

Polongnya menyebar dan menggantung berbentuk silinder panjangya mencapai 15 cm, sering kali lurus, berbulu atau tanpa bulu berwarna hitam atau coklat soga (tawny brown) berisi sampai 20 butir biji yang bundar sampai lonjong. Polong menjadi tua sampai 60-120 hari setelah tanam. Perontokan bunga banyak terjadi dan mencapai angka 90% (Somaatmadja, 1993).

Buah kacang hijau berbentuk polong. Panjang polong sekitar 5-16 cm. Setiap polong berisi 10-15 biji. Polong kacang hijau berbentuk bulat silindris atau pipih dengan ujung agak runcing atau tumpul. Polong muda berwarna hijau, setelah tua berubah menjadi kecoklatan atau kehitaman. Polongnya mempunyai rambut-rambut pendek/berbulu (Purwono dan Hartono,2005).

Biji bewarna hijau atau kuning , seringkali coklat atau kehitam-hitaman, memiliki kilap (lustre) yang kusam atau berkilat (diasosiasikan dengan sisa-sisa dinding polong) hilumnya pipih dan putih. Perkecambahanya epigeal (Somaatmadja, 1993).

Daftar Pustaka
  • Andrianto, T.T. dan Indarto,N., 2004. Budidaya dan Analisis Tani Kedelai, Kacang Hijau, Kacang Panjang. Absolut. Yogjakarta. Hal : 93 
  • Cahyono. 2008. Kacang Hijau : Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Aneka Ilmu. Semarang. 122 hlm.
  • Purwono Dan R.Hartono.2005.Seri Agribisnis: Kacang Hijau. Penerbit Penebar Swadaya; Jakarta.
  • Rukmana, R., 1997. Kacang Hijau Budidaya dan Pasca Panen. Kanisius, Yogjakarta. Hal : 34, 35.
  • Somaatmadja, S., 1993. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 1 Kacang-Kacangan. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Hal : 89.
  • Gambar dari:http://www.biodiversitywarriors.org/isi-katalog.php?idk=2936&judul=Kacang-Ijo

No comments:

Post a comment