Wednesday, 26 October 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Jamur Tiram Putih

Klasifikasi Dan Morfologi Jamur Tiram Putih

Morfologi Jamur Tiram Putih

Bentuk morfologi jamur bervariasi, mulai dari yang sangat sederhana yaitu terdiri atas satu sel (pada khamir/yeast), bentuk serat atau miselia (misalnya jamur tempe atau oncom), bentuk tubuh buah (misalnya jamur merang, jamur kancing, jamur shitake, bentuk bilah, bunga karang, payung sampai kulit kerang (tiram), sehingga masyarakat menyebutnya jamur tiram (Suriawiria, 2002).

Menurut Soenanto (2001), jamur tiram putih atau white mushroom juga dikenal dengan istilah jamur shimeji (Jepang). Sesuai dengan namanya jamur ini memiliki tudung atau buah yang bewarna putih susu, dan diameter tudung jamur dewasa 4-15 cm atau lebih, bentuk seperti tiram, cembung kemudian menjadi rata atau kadang-kadang membentuk corong, permukaan licin, agak berminyak ketika lembab, tetapi didak lengket, warna bervariasi dari putih sampai abu-abu, coklat, atau coklat tua (kadang-kadang kekuningan pada jamur dewasa), tepi menggulung kedalam, pada jamur muda sering bergelombang atau bercuping. Daging tebal, bewarna putih kokoh, tetapi lunak pada bagian yang berdekatan dengan tangkai. Bilah cukup berdekatan, lebar, warna putih keabuan dan sering kali berubah menjadi kekuningan ketika dewasa. Tangkainya pendek kokoh, dan tidak ditengah atau lateral (tetapi ada juga dipusat), panjang 0,5-0,4 cm, pada umumnya berambut atau berbulu kapas paling sedikit di dasar. Warna spora putih sampai ungu atau abu-abu keunguan, berukuran 7-9 x 3-4 mikron, bentuk lonjong, dan licin.

Daftra Pustaka:

Soenanto. 2001. Jamur Kuping. Semarang: Aneka Ilmu.

No comments:

Post a comment