Tuesday, 18 October 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Ikan Patin

Klasifikasi Dan Morfologi Ikan Patin

Ikan patin merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang cukup dikenal di Indonesia, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Ikan patin banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan pempek, nugget, dan produk olahan perikanan lainnya. Daging ikan patin memiliki kandungan kalori dan protein yang cukup tinggi.


Ikan patin dulunya adalah nama lokal untuk ikan asli Indonesia yang memiliki nama ilmiah Pangasius pangasius. Namun, saat ini nama patin secara umum dipakai untuk memberi nama sebagian besar ikan keluarga Pangasidae. Untuk (Pangasius sutchi) diberi nama patin siam dan untuk (Pangasius djambal) diberi nama patin djambal.

Ikan patin merupakan ikan berkumis yang hidup di air tawar dan terdapat di seluruh Asia Selatan serta Asia Tenggara. Mempunyai ciri kulit halus, memiliki dua pasang sungut yang relatif pendek, jari-jari sirip punggung dan sirip dada sempurna dengan tujuh jari-jari bercabang, sirip dubur panjang dan bersambung dengan sirip ekor. Sirip ekor ikan patin bercagak dalam dengan mulut yang agak mengarah ke depan (Whitten, 1996).

Klasifikasi Ikan Patin
Klasifikasi Ikan Patin
Domain Eukaryota
Kingdom Animalia
Subkingdom Bilateria
Phylum Chordata
Subphylum Vertebrata
Infraphylum Gnathostomata
Superclass Osteichthyes
Class Osteichthyes
Subclass Actinopterygii 
Order Siluriformes
Family Pangasiidae
Genus Pangasius
Specific name djambal 
Scientific name Pangasius djambal
Bleeker (1846) 
Morfologi Ikan Patin

Menurut Hadinata (2009) Tubuh ikan patin secara morfologi dapat dibedakan yaitu bagian kepala dan badan. Bagian kepala terdiri dari : Rasio panjang standar/panjang kepala 4,12 cm, Kepala relatif panjang, melebar kearah punggung, Mata berukuran sedang pada sisi kepala, Lubang hidung relatif membesar, Mulut subterminal relatif kecil dan melebar ke samping, Gigi tajam dan sungut mencapai belakang mata, dan Jarak antara ujung moncong dengan tepi mata lebih panjang. Sedangkan bagian badan terdiri dari : Rasio panjang standar/tinggi badan 3.0 cm, Tubuh relatif memanjang, Warna punggung kebiru-biruan, pucat pada bagian perut dan sirip transparan, Perut lebih lebar dibandingkan panjang kepala, dan Jarak sirip perut ke ujung moncong relatif panjang.

Ikan patin memiliki badan memanjang berwarna putih seperti perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan. Panjang tubuhnya bisa mencapai 120 cm, suatu ukuran yang cukup besar untuk ukuran ikan air tawar domestik. Kepala patin relatif kecil dengan mulut terletak diujung kepala agak disebelah bawah. Hal ini merupakan ciri khas golongan catfish. Pada sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berfungsi sebagai peraba (Amri, 2007).

Sirip punggung memiliki sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi patil yang bergerigi dan besar di sebelah belakangnya. Sementara itu, jari-jari lunak sirip punggung terdapat enam atau tujuh buah. Pada punggungnya terdapat sirip lemak yang berukuran kecil sekali. Adapun sirip ekornya membentuk cagak dan bentuknya simetris. Sirip duburnya panjang, terdiri dari 30-33 jari-jari lunak, sedangkan sirip perutnya memiliki enam jari-jari lunak. Sirip dada memiliki 12-13 jari-jari lunak dan sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi senjata yang dikenal sebagai patil (Amri, 2007).

Daftar Pustaka:
  • Amri, K. 2007. Budidaya Ikan Patin. Penebar Swadaya. Jakarta.
  • Hadinata, F. 2009. Pembenihan Ikan Patin Djambal. Balai Budidaya Air Tawar Jambi. Ds. Sungai Gelam Kecamatan Kumpeh UluKabupaten Muaro Jambi.
  • Whitten, T. 1996. Freshwater Biodiversity in Asia with Special Reference to Fish. World Bank Technical Paper No.343, Washington, 59 pp.
  • Gambar dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Patin

No comments:

Post a comment