Saturday, 15 October 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Buah Naga Menurut Ahli

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Buah Naga

Buah naga merupakan tanaman tahunan dan kaktus merambat yang memiliki akar udara. Buah ini memiliki nama umum pitaya, dragon fruit, strawberry pear, atau night blooming cereus. Nama lain di beberapa negara seperti di Meksiko, Guatemala Amerika Tenggara dikenal sebagai pitaya, pitahaya, pitajaya, pitaya roja. Di Vietnam disebut Thang Long, sedangkan di Asia,secara umum disebut dragon fruit (Luders dan McMahon 2006). Tanaman ini memiliki buah yang paling indah diantara famili kaktus lainnya (Zee et al. 2004). Buah naga dapat bertahan pada kondisi kering karena memiliki sistem fotosintesis Crassulacean Acid Metabolism (CAM) yang efiesien dalam menyimpan air (Mizrahi dan Nerd 1999).

Klasifikasi Dan Morfologi Buah Naga Menurut Ahli

Klasifikasi Tanaman Buah Naga

Klasifikasi Tanaman Buah Naga
Kingdom  Plantae
Sub kingdom   Tracheobionta (tanaman vaskular)
Super divisi     Spermathophyta (tumbuhan berbiji) 
Divisi  Magnoliophyta (tanaman berbunga) 
Kelas Magnoliopsida (tanaman dikotil atau berkeping dua)
Ordo  Caryophyllales 
Famili  Cactaceae (kaktus) 
Subfamili   Cactoideae
Suku (tribe)Hylocereae 
Genus Hylocereus (Berger) Britt & Rose 
Spesies Hylocereus undatus (Haw.) Britt & Rose, Selenecereus sp.  

Morfologi Tanaman Buah Naga

Akar

Tanaman buah naga memiliki akar yang berbeda dengan tanaman pada umumnya. Selain memiliki akar utama yang tertanam di dalam tanah, buah naga memiliki akar udara yang tumbuh di sepanjang sulur. Akar tersebut bersifat epifit yang dapat merambat dan menempel pada tiang atau tanaman lain. Sifat tersebut menjadikan kaktus ini membutuhkan penyangga untuk memanjat sehingga disebut tanaman memanjat (climbing plant) (McMahon 2003). Akar ini tahan terhadap kekeringan, namun tidak tahan terhadap genangan air terlalu lama. Adanya akar udara membuat tanaman ini efisien dalam penggunaan air. Walaupun akar dicabut dari tanah, tanaman masih dapat hidup dengan menyerap nutrisi dan air menggunakan akar udara (Andoko dan Nurrasyid 2012).

Batang (sulur)

Sulur merupakan istilah untuk batang pada kaktus. Sulur pada buah naga merupakan batang sukulen serta mengandung air yang menjadi cadangan pada saat kondisi lingkungan ekstrim. Sulur berwarna hijau, dimana terjadi proses fotosintesis tanaman. Sulur ini memiliki dari tiga sudut (triangular) yang bergelombang. Daun termodifikasi menjadi duri yang berada di sepanjang tepi, tepatnya di bagian lembah antar gelombang. Sulur terus tumbuh akan menghasilkan cabang sulur dan jumlahnya akan diatur agar buah naga dapat berproduksi secara optimum.

Menurut Andoko dan Nurrasyid (2012), pengaturan cabang yang baik menggunakan prinsip 1-3-3 . Artinya satu sulur utama, tiga sulur cabang pertama, tiga sulur cabang kedua, dan apabila terbentuk tunas cabang lagi maka dilakukan pemangkasan. Tujuan pengaturan cabang ini untuk menjaga tanaman tetap dalam kondisi ideal, tidak tercipta kondisi lembab, dan pertanaman yang rapi.

Bunga

Bunga buah naga berbentuk corong memanjang dan memiliki ukuran sekitar 27-30 cm tergantung pada spesies masing-masing (Jaya 2010). Kelopak bunga bagian luar berwarna hijau, kelopak bunga bagian dalam berwarna kuning, dan mahkota bunga ketika mekar berwarna putih. Bunga buah naga memiliki tipe biseksual, dimana putik dan benang sari terdapat pada satu bunga. Benang sari berwarna kuning dengan jumlah banyak dan putik tunggal berwarna kuning pucat.

Bunga buah naga memiliki beberapa karakteristik dalam penyerbukan. Perbedaan ketinggian antara benang sari dan putik menjadi permasalahan dalam penyerbukan bunga. Bunga mekar pada malam hari dan selesai mekar pada pagi dini hari, hanya memekar satu malam. Di Australia, bunga buah naga terkenal dengan sebutan moonflower atau queen of the night (McMahon 2003).

Buah

Buah naga berwarna merah mudah cerah, menarik, dan memiliki sisik buah. Buah berukuran besar antara 150-600 g per buah. Daging buah berwarna putih atau merah dengan biji berwarna hitam, kecil, dan jumlah banyak (McMahon 2003). Kulit buah naga putih dan buah naga merah memiliki perbedaan yaitu buah naga putih berwarna merah magenta dan mengkilat sedangkan buah naga merah lebih berwarna merah mencolok dan agak kusam. Bentuk buah naga putih sebagian besar lebih lonjong sedangkan buah naga merah lebih bulat. Sisik buah naga putih terdapat semburat hijau sedangkan sisik buah naga merah seluruhnya berwarna merah.

Daftar Pustaka
  • Andoko A, Nurrasyid H. 2012. Jurus Sukses Hasilkan Buah Naga Kualitas Prima. Solo: Agromedia.
  • Luders L, McMahon G. 2006. The Pitaya or Dragon Fruit (Hylocereus undatus).  Agnote Northern Territory Government. No D42. 
  • Zee F, Yen CR, Nishina M. 2004. Pitaya (dragon fruit, strawberry pear). Fruit and Nuts. F&N-9: 1-3. 
  • Mizrahi  Y, Nerd  A. 1999. Climbing and columnar cacti: New arid land fruit crops. In: Janick J, Simon. (ed). Perspective on new crops and uses. ASHS Press, Amer. Soc. Hort. Sci. Alexandria, Vifginia: pp. 358-366 
  • McMahon G. 2003. Pitaya (Dragon Fruit). Northern Territory Government. FF12: 1-2. (FF12pitaya) 


No comments:

Post a comment