Saturday, 29 October 2016

Kesehatan Reproduksi

Pengertian Kesehatan Reproduksi

Definisi kesehatan reproduksi memberikan beberapa implikasi perubahan baru, khususnya tentang perawatan dan hak-hak reproduksi. Definisi kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta proses reproduksi, bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit atau kecacatan (Bernstein, 2005; BKKBN, 2005; dan UNFPA, 2004). Sejalan dengan definisi kesehatan reproduksi tersebut, maka ICPD 1994 memberikan batasan tentang perawatan kesehatan reproduksi (Reproductive Helath Care). Perawatan kesehatan reproduksi adalah suatu kumpulan metode, teknik, dan pelayanan yang mendukung kesehatan reproduksi dan kesejahteraan melalui pencegahan maupun penanganan masalah-masalah kesehatan reproduksi. Perawatan ini mencakup kesehatan seksual, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup, hubungan antar pribadi serta bukan hanya prihal konseling dan perawatan kesehatan yang berhubungan dengan proses reproduksi maupun penyakit menular secara seksual.

Reproduksi  

Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi, dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Informasi mengenai kesehatan reproduksi, seperti sistem reproduksi manusia, cara mengatur kelahiran, HIV/AIDS, dan infeksi menular seksual lainnya diperoleh dari sekolah, terutama pada sekolah lanjutan tingkat pertama dengan sekolah lanjutan tingkat atas. Dengan pemberian materi-materi tentang kesehatan reproduksi di sekolah, para remaja memperoleh informasi yang dapat dan dapat berdiskusi dengan guru sebagai narasumber.

Usia sekolah menengah tingkat pertama dan tingkat atas memang masa-masa seorang remaja mengalami kematangan seksual sehingga pada tahap-tahap ini sangat diperlukan pendampingan kepada mereka supaya tidak menerima informasi yang salah. Oleh karena itu, menjadi sangat pas jika materi kesehatan reproduksi diberikan kepada remaja dan remaja awal tersebut agar mereka dapat memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi yang berasal dari sumber yang kompeten (Tukiran, 2010).

No comments:

Post a comment