Thursday, 27 October 2016

Deskripsi Kayu Bawang (Scorodocarpus borneensis Becc)

Deskripsi Kayu Bawang

Nama dearha kayu bawang (S. borneensis Becc.) antara lain kayu bawang, kulim, rengon (Sumatra); ansam, bawang, bawang utan, merca, madudu, sedau, selaru, terdu, dan sinduk (Kalimantan). Buah kayu bawang berbentuk bulat besar dan berdaging, berbiji atau dengan diameter kurang lebih 5 cm dilapisi oleh lapisan daging tipis yang bewarna hijau dan segara menjadi busuk. Bila buah jatuh di atas tanah akan terlihat bagian buah yang keras dan berkeriput atau bebrurat (Martawijaya dkk, 1989). Daun tunggal, berselang-seling, bunganya kecil bewarna hijau atau putih, biasanya biseksual, mahkota terdiri dari 4-6. Benang sari sama atau dua kali banyaknya daun mahkota, ketika jumlahnya banyak letak benang sari membelakangi petal. Tinggi pohon kayu bawang dapat mencapai 40 m dengan tinggi bebas cabang (bagian batang yang tidak bercabang) dapat mencapai kurang lebih 25 m dan diameternya dapat mencapai 80 cm, berbuah pada bulan Juni-September (Keng, 1969).

Kayu teras kayu bawang bewarna merah tua atau coklat kelabu, semu-semu lembayung, kayu gubal bewarna kekuning-kuningan atau kemerah-merahan, agak jelas dibedakan dengan kayu teras. Tekstur kayu halus dan merata dengan arah serta lurus atau terpadu dan permukaan kayu licin (Martawijaya dkk, 1989). Kayu bawang ini mudah dikenali karena memberikan bau yang khas seperti bawang putih dari kulit dan buahnya. Pohon ini mempunyai kekhasan yaitu kulit yang lepas dari irisannya bewarna ungu, kulit tersebut tebal, dari luar bewarna merah kecoklat-coklatan dan dapat lepas menjadi bagian yang kecil berbentuk lempeng segi empat (Hayne, 1987).

Klasifikasi Pohon Kayu Bawang

Menurut Keng (1969), klasifikasi tumbuhan kayu bawang (S. borneensis Becc) adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae
Devisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angeospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Santalales
Famili : Olacaceae
Genus : Scorodocarpus
Spesies : Scorodocarpus borneensis Becc.

Penyebaran Kayu Bawang

Menurut Heyne (1987), kayu bawang tumbuh di hutan tropis primer dan tersebar di bagian barat Nusantara, tumbuh di daerah rendah dan bukit sampai ketinggian 300 m dpl, terutama pada tanah kering atau berpasir, tidak pernah di rawa-rawa, tidak membentuk hutan murni, tetapi hutan rimba tumbuh secara berkelompok dan hanya di tempat-tempat tertentu tumbuh secara umum. Daerah penyebarannya meliputi sumatra utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Palembang, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Daftar Pustaka 
  • Heyne, K. 1987. Tumbuhan berguna Indonesia Jilid II. Yayasan Winajaya: Jakarta.
  • Keng, H. 1969. Ordes and Families of Malaya Seed Plants. Singapure: University Press.

No comments:

Post a comment