Friday, 7 October 2016

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Dasar Teori Akuntansi

Akuntansi sebagai suatu sistem informasi diberi pengertian oleh beberapa ahli secara berbeda-beda, tetapi pada dasarnya selalu menekankan pada fungsi dan kegunaanya, yaitu merupakan sistem informasi yang dipakai sebagi dasar pengambilan keputusan ekonomi.

Mulyadi (2003:1) mendefinisikan akuntansi adalah suatu proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian dengan cara-cara tertentu, transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan atau organisasi lain serta penafsiran terhadap hasilnya.

Carl. S. Warrant, Philip E. Fess, dan James M. Reeve (2005:6) menyatakan bahwa accounting my be defined as an information system that provides report to various individuals or groups about economic activities of an organitation or other entity. Apabila diterjemahkan secara bebas, akuntansi adalah sistem informasi yang memberikan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi dan kondisi perusahaan atau organisasi.

Menurut American Institute of Certified Pubic Accountants (AICPA) seperti dikutip oleh Pyle dan Larson (2002:5) menyatakan bahwa Accounting is service activity, it's function is to provide quantitative information about economics entities. The information is primarily financial in nature and intended to be useful in making economic decision in making choices among alternative course of action. Apabila diterjemahkan secara bebas, akuntansi adalah suatu kegiatan jasa dan fungsinya adalah menyediakan data kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat keuangan dan kesatuan usaha ekonomi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dalam memilih alternatif-alternatif dalam suatu keadaan.

Menurut Hanfi dan Halim (2007:27) memberikan definisi yang lebih memacu pada proses kegiatan akuntansi itu sendiri, yaitu akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses mengindentifikasikan, pengukuran, pencatatan, dan pengkomunikasian informasi yang dapat dipakai untuk penilaian (judgement) dan pemgambilan keputusan oleh pemakai informasi tersebut.

Berdeda dengan Jusup (2005:4) yang menspesifikasikan definisi akuntansi, yang dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu:
"Ditinjau dari sudut pemakainya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi. Sedangkan, ditinjau dari sudut kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, penganalisian data keuangan suatu organisasi".

Dalam berbagai literatur akuntansi yang berkaitan dengan pemakai internal dan eksternal, akuntansi telah berkembang menjadi beberapa jenis. Salah satunya adalah akuntansi keuangan, yang menurut Hanafi dan Halim (2007:9) mendefinisikannya sebagai sistem pengakumulasian, pemrosesan, dan pengkomunikasian yang didesain untuk informasi pengambilan keputusan yang berkaitan dengan investasi dan kredit oleh pemakai eksternal.

Adapun menurut Machfoed dan Mahmudi (2008:1.18) akuntansi keuangan bertujuan untuk menyajikan laporan keuangan kepada pihak-pihak di luar perusahaan di mana penyajian laporan keuangan ini didasari oleh konsep, prinsip, dan praktik-praktik akuntansi yang harus diterapkan.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah suatu proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi yang fungsinya adalah menyediakan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan tentang satuan-satuan ekonomis yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam penerapan pilihan-pilihan logis diantara berbagai alternatif tindakan bagi pihak-pihak yang berkepentingan baik dalam lingkungan intern perusahaan maupun lingkungan ekstern. Akuntansi dapat dispesifikasikan menjadi beberapa jenis menurut para pemakainya, yaitu meliputi: akuntansi keuangan, akuntansi menejemen, akuntasi biaya, dan lain-lain yang mempunyai tujuan yang sama, untuk menghasilakan sebuah informasi keuangan yang akan disajikan kepada para pemakainya dengan melalui alat atau media yang disebut laporan keuangan (financial statement). Di Indonesia sendiri cara penyajian laporan keuangan diatur oleh standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).

1 comment:

  1. Di Indonesia sendiri cara penyajian laporan keuangan diatur oleh standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia
    7 Trik Agar Anda Sukses Berbisnis Fashion

    ReplyDelete