Friday, 21 October 2016

Ciri Ciri Pertumbuhan Somatik Remaja

Ciri-ciri Pertumbuhan Somatik Remaja

Masa remaja cendrung lebih cepat pertumbuhannya dari pada masih prasekolah, pola pikir intelektual dan keterampilan semakin berkembang, senang beraktivitas secara berkelompok sperti bermain dan berkumpul bersama teman dengan jenis kelamin yang sama. Anak laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan waktu menuju keremajaan, anak perempuan cendrung lebih cepat 2 tahun memasuki masa remaja dari pada anak laki-laki. Masa ini desbut masa transisi dari masa anak ke dewasa. Pada masa ini terjadi pertumbuhan berat badan dan tinggi badan dengan pesat, terjadi pertumbuhan yang pesat dari organ reproduksi/alat kelamin dan timbulnya tanda-tanda seks sekunder. Berikut adalah ciri-ciri pertumbuhan somatik remaja, yaitu:

1. Perubahan adalah ciri utama dari proses biologis pubertas.

Sistem regulasi hormon di hipotalumus, pituitari, kelamin (gonad), dan kelenjar adrenal akan menyebabkan perubahan kualitatif dan kuantitatif pada masa pubertas sampai dewasa. Keadaan ini mengakibatkan lajunya pertumbuhan dari berat badan, tinggi badan, perubahan komposisi tubuh dan jaringan, timbulnya tanda-tanda seks primer dan sekunder, dan hasilnya adalah boy into a man dan girl into a woman.

2. Perubahan somatik sangat bervariasi dalam umur saat mulai dan berakhirnya, kecepatan dan sifatnya, tergantung pada masing-masing individu.

Karena variasi yang lebar tersebut, maka Tanner mengatakan bahwa seseorang dapat membuat generalisasi dari masa pubertas. Sulit untuk mendefinisikan batas normal pada beberapa keadaan tertentu; dan umur terjadinya berbagai perubahan lebih baik dinyatakan dalam umur rata-rata daripada nilai yang pasti.

3. Meski diketahui banyak variasi dalam umur saat timbulnya perubahan-perubahan selama pubertas, tetapi setiap remaja mengikuti sikuen/urutan yang sama dalam pertumbuhan somatiknya.

Sebagai contoh, pada pubertas laki-laki yang normal, androgen yang berasa dari pembesaran testis mengakibatkan penis pertambah panjang dan besar, tumbuhnya rambut disekitar penis, dan pertumbuhan tinggi badan yang pesat. Bila remaja laki-laki taleh mengalami pertumbuhan seks skunder dan mengalami pacu tumbuh sebelum pembesaran testis, perlu diketahuai kemungkinan adanya sumber androgen ekstra testikular, seperti dari kelenjar adrenal atau dari anabolik steroid eksogen.

4. Ciri-ciri seks yang timbul merupakan manifestasi somatik dari altifitas gonad dan dibagi dalam beberapa tahap yang berurutan, yang oleh Tanner disebut sebagai Sexual Maturity Rating (SMR) atau Tingkat Kematangan Seksual (TKS).

Terdapat lima tahap pertumbuhan fisik dari pra-pubertas (TKS 1) ke dewasa (TKS 5), yang disebut sebagai Tanner Stages. Memasukan rambut pubis ke dalam kriteria, agak kurang valid bila dibandingkan dengan kriteria genital dalam menilai maturasi seksula, karena pertumbuhan rambut pubis lebih berkaitan dengan kelenjar adrenal (istilahnya adrenarche atau pubarche) dari pada kelenjar gonad. Adanya hormon androgen adrenal (Dehydroepian-drosterone dan dehydroepiandrosterone silfate) pada umur sekitar 8 tahun, mengakibatkan mulai tumbuhnya rambut pubis yang jumlahnya sekitar beberapa lembar. Walaupun demikian, seringkali aktifitas genital dan adrenal terjadi bersamaan.

TKS berhubungan dengan maturasi pertumbuhan fisik, yang lebih baik diukur dengan umur tulang daripada dengan umur kronologis. TKS juga berhubungan dengan kondisi medik tertentu seperti akne, genekomasti, skoliogis, dan slipped capital femoral epiphysis, dan peningkatan alkalin fosfatase pada kedua jenis kelamin, serta peningkatan kadar hemoglobin pada remaja laki-laki.

5. Terjadi perubahan pada pertumbuhan remaja di abad sekarang ini dalam ukuran dan umur mulainya remaja, hal ini dikarenakan adanya perbaikan gizi dan lingkungan. Kecendrungan sekular (secular trend) ini meliputi pertumbuhan yang lebih tinggi dan mulainya lebih awal, telah terjadi baik di negara maju maupun berkembang. Tetapi pada 30 tahun terakhir kecendrungan ini telah mencapai plateau. Selain itu faltor etnik dan lingkungan mempengaruhi mulainya masa remaj. Dikatakan bahwa remaja yang tinggal di daerah rural, tumbuhkembang somatiknya agal lebih lambat bila dibandingkan dengan remaja yang tinggal di daerah urban.

No comments:

Post a comment