Monday, 31 October 2016

Cara Pengurusan BPKB Dan STNK Baru Untuk Dealer dan Importir

Cara Pengurusan BPKB Dan STNK Baru Untuk Dealer dan Importir Kendaraan Bermotor

Pengurusan BPKB dan STNK baru harus kepihak kepolisian dan hal ini disebut juga dengan pendaftaran kendaraan bermotor baru. Pengurusan BPKB dan STNK baru ini biasanya dilakukan oleh pengusaha dealer atau importir kendaraan bermotor dari luar negeri masuk ke Indonesia untuk dijual kepada konsumen. Konsumen yang ingin membeli kendaraan bermotor baru biasanya akan diminta untuk melengkapi peryaratan berupa dokumen dan kendaraan akan didaftarkan atas nama pembeli. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh pembeli dan dealer atau importir dalam pengurusan BPKB dan STNK baru, adalah sebagai berikut:

a. Persyaratan Administratif
  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau surat identitas lainnya atas nama pemilik atau calon pemilik kendaraan bermotor.
  2. Faktur pembelian dari dealer.
  3. Pemberitahuan pemasukan barang untuk dipakai (PPUD/invoerpas)/dokumen pemasukan barang.
  4. Model completely knock down (CKD), yakni mobil yang diimpor kemudian dirakit di dalam negeri, tidak berlaku untuk sepeda motor.
  5. Formulir B untuk kendaraan bermotor yang mendapatkan fasilitas penangguhan bea cukai.
  6. Formulir C untuk kendaraan bemotor yang telah mengembalikan fasilitas formulir B dan telah melunasi kewajiban bea masuk.
  7. Formulir A untuk kendaraan yang diimpor assembler dengan partai besar atau jumlah banyak.
b. Prosedur Pengurusan
  1.  Impotir membayar bea masuk ke Bea dan Cukai untuk mendapatkan formulir C.
  2. Setelah mendapat formulir C, faktur pembelian dan pas impor barang (PIB), dan KTP didaftarkan ke Polda untuk dilakukan cek fisik kendaraan bermotor antara lain nomor rangka dan nomor mesin.
  3. Pemohon membayar bea balik nama dan pajak kendaraan bermotor.
  4. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dalam waktu kurang lebih 14 hari kerja dan akan segera diterbitkan dan BPKB akan terbit memakan waktu sekitar 60 hari kerja.

No comments:

Post a comment