Monday, 10 October 2016

Cara Budidaya Kedelai Yang Baik

Budidaya Kedelai

Kedelai merupakan salah satu bahan pokok yang banyak dikunsumsi oleh masyarakat Indonesia karena nilai giziny yang tinggi. Untuk memenuhi konsumsi dalam negri, maka produksinya perlu ditingkatkan dengan cara penggunaan benih bermutu dalam budidaya. Mutu benih yang mencakup mutu fisik, mutu fisiologis dan genetik dipengaruhi oleh proses penanganannya dari produksi sampai akhir periode simpan. Benih bermutu merupakan begian yang tidak terpisahkan dari sisitem budidaya tanaman. Salah datu sarana produksi yang sangat dibutuhakan petani adalah benih yang memiliki keunggulan genetik dari varietas unggul. Peran benih bermutu dari varietas unggul dalam pembangunan pertanian sangat strategis karena sangat berpengaruh terhadap produktivitas usaha tani.

http://materipengetahuanumum.blogspot.co.id/2016/10/cara-budidaya-kedelai-yang-baik.html

Tanaman kedelai mempunyai dua periode tumbuh yaitu, periode vegetatif dan reproduktif. Periode vegetatif merupakan periode tumbuh dari mulai munculnya kecambah di permukaan tanah sampai terbentuknya bunga pertama dengan masa periode 3-4 minggu, periode reproduktif dari malai pertama keluarnya bunga sampai saat panen (Lamina, 1989).

Cara Budidaya Kedelai yang Baik

Pemilihan benih

Persyaratan benih untuk mendapatkan hasil panen yang baik, maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik, artinya:
  1. Asal-usul benih harus jelas dengan mengetahui nama varietasnya, perhatikan tanggal kadaluarsa pada kemasan.
  2. Benih harus sempurna, tidak keriput, tidak busuk, tidak cacat, benih terlihat bulat sempurna dan sehat.
  3. Benih mempunya daya tumbuh yang tinggi sekitar 80-95% dan seragam.
  4. Kemurnian benih tinggi, tidak tercampur dengan varietas lain dan bersih dari kotoran.
  5. Tidak terinfeksi dengan hama dan penyakit serta jamur.
  6. Benih kedelai dalam keadaan vigor yang baik, tumbuh cepat, serempak dan seragam. 
  7. Benih yang ditanam juga harus merupakan varietas unggul yang berproduksi tinggi, berumur genjah/pendek (kurang dari 80 hari) dan tahan terhadap serangan hama penyakit.
Pengolahan tanah

Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. Pertama dibiarkan bongkahan terangin-angin 5-7 hari, pencangkulan kedua sekaligus meratakan, memupuk, menggemburkan dan membersihkan tanah dari sisa-sisa akar.

Jarak antara waktu pengolahan tanah dengan waktu penanaman sekitar 3 minggu. Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm,tinggi 20 cm. Apabila akan dibuat drainase, maka jarak antar drainase yang satu dengan yang lainnya sekitar 3-4 m.

Teknik penanaman

Penentuan pola jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar 20-40 cm. Jarak tanam yang bisa dipakai adalah (30 x 20 cm), (25 x 25), atau (20 x 20 cm). Jarak tanam hendaknya teratur, agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi.

Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan. Pada tanah yang subur, jarak tanam lebih renggang, dan sebaliknya pada tanah marginal jarak tanam dapat dirapatkan. Pembuatan lubang tanam dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan, penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. Sedangkan jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm, dan untuk alur ganda jarak tanaman dibuat 20 cm.

Pemberian Rhizobium

Jika lahan yang digunakan untuk budidaya kacang kedelai, baik itu lahan tegalan maupun sawah yang baru ditanamin kacang kedelai, hendaknya diberi inokulan Rhizobium. Ada dua cara untuk inokulasi Rhizobium pada lahan budidaya yaitu:
  1. Pertama, cara tradisional yaitu dengan cara mengambil tanah pada lahan bekas budidaya kedelai, keringkan dan tumbuk tanah hingga halus, rendam benih kedalam air agar benih menjadi basah, kemudian campurkan tanah halus bekas budidaya kedelai dengan benih yang sudah dibasahi dengan takaran 1kg tanah untuk 10 kg benih, campur hingga rata.
  2. Kedua, dengan cara modern yaitu dengan membeli inokulum Rhizobium yang sudah tersebar dipasaran, untuk cara penggunaannya lihat pada kemasan produk tersebut, karena panduan pada kemasan adalah panduan yang paling benar yang sudah melalui berbagai macam pengujian mulai dari penelitian, pengamatan,  pengolahan data, dan diseleksi secara benar hingga sampai dengan kemasan.
Pemeliharaan

a. Penyiraman

Penyiraman dilakukan pada saat pagi dan sore hari, disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat,

b. Penyulaman 

Penyulaman dilakukan dengan mengganti bibit yang rusak, mati , dan tidak tumbuh dengan bibit yang baru. Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 7 hari setelah tanam.

c. Penyiangan

Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma yang tumbuh dan mengganggu tanaman utama dengan cara mencabut atau dengan mengunakan sabit dan cangkul. 

d. Pemupukan

Pemupukan dilakukan untuk memperbaiki pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Dosis pupuk urea adalah 100 kg/ha setara dengan 22,5/petak (0,9/tanaman), 75 kg/ha pupuk SP-36 setara dengan 16,875 g/petak (0,675 g/tanaman), 100 kg/ha KCL, setara dengan 22,5 g/petak (0,9 g/tanaman). Pupuk urea diberikan dalam 2 tahap, pertama bersamaan saat pemupukan SP-36 dan KCl, sedangkan kedua diberikan pada saat tanaman berumur 4 minggu setelah tanam. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara membuat lubang kira-kira 5 cm disisi barisan tanaman.

e. Pengendalian hama dan penyakit

Untuk mengendalikan nematoda di dalam tanah digunakan Furadan 3G dengan dosis 0,5 g per lubang tanam. Sedangkan untuk pengendalian hama dan penyakit, digunakan insektisida Alika 247 zc pada tanaman kedelai dengan hama sasaran ulat grayak, penggerek polong, penghisap polong dengan dosis 0,2-0,4 ml/L dengan volume semprot 400-600 L air/ha (Sygenta 2009).

Interval waktu aplikasi insektisida Alika 247 zc yang tepat untuk menekan intensitas serangan hama pada tanaman kedelai adalah 1 minggu sekali.

f. Pemanenan

Pemanenan dilakukan bila tanaman telah mencapai masak fisiologis yang dicirikan oleh 95% polong sudah bewarna cokelat, daun mulai menguning, sebagian besar daun telah rontok, polong biji mengering dan polong telah berisi penuh. Pemanenan dilakukan kurang lebih saat tanaman berumur 87 hari setelah tanam.

Daftar pustaka

Sygenta. 2009. Buku informasi produk sygenta, Sygenta, Jakarta.

No comments:

Post a comment