Monday, 17 October 2016

Arti Nasionalisme

A. Pengertian Nasionalisme

Nasionalisme bersal dari kata nation yang berarti bangsa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata bangsa memiliki arti: (1). kesatuan orang yang bersamaan asal keturunan, adat, bangsa, dan sejarahnya serta pemerintahan sendiri; (2). golongan manusia, binatang, atau tumbuh-tumbuhan yang mempunyai asal usul yang sama dan sifat khas yang sama atau bersamaan; (3). kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan dalam arti umum, dan biasanya yang menempati wilayah tertentu dimuka bumi. Nasionalisme satu paham yang menciptkan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation" dengan mewujudkan satu konsep identitas berdama untuk sekelompok manusia.

Menurut Douglas Weeks nasionalisme merupakan formalisasi dari kesadaran nasional yang membentuk bangsa dalam arti politik yaitu negara nasional. Sedangkan Aditjondro mengatakan bahwa nasionalisme bukanlah sesutau yang jatuh begitu saja dari langit, ada akar historisnya, dan ironisnya akar historis tersebut tidak jarang bermula dari sejarah kolonialisme (Clifford Geertz dalam Pigay, 2000:55).

Nasionalisme merupakan fenomena yang kompleks karena konotasi dan interpretasinya yang kaya sebagai hasil studi yang dikirimkan beragam sepanjang masa. Konteks pertama, nasionalisme sulit dibedakan dari patriotisme atau cinta pada tanah air dan bangsa. Konteks ini, nasionalisme tidak berhubungan dengan asal ras, asal etnis, atau asal nenek moyang atau dengan sifat-sifat budaya yang nyata seperti bahasa atau agama. Sedangkan dalam konteks kedua, nasionalisme merupakan sebuah bentuk kelompok solidaritas atau rasa komunitas yang berdaskan etnisitas dari pada teritorial. Dalam konteks ini, nasionalisme merujuk pada perasaan subjektif yang memisahkan suatu kelompok tertentu dengan kelompok-kelompok lain dalam sebuah komunitas (Fadli, 2002:21).

Menurut L. Stoddard, nasionalisme adalah suatu kepercayaan yng dimiliki oleh sebagaian terbesar individu dimana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersamaan di dalam suatu bangsa (Kohn, Hans, 1984).

Menurut Hertz dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politics mengemukakan 4 unsur nasinalisme, yaitu:
  1. Hasrat untuk mencapai kesatuan.
  2. Hasrat untuk mencapai kemerdekaan.
  3. Hasrat untuk mencapai keaslian.
  4. Hasrat unutk mencapai kehormatan bangsa.
Dari definisi itu nampak bahwa negara dan bansa adalah sekelompok manusia yang:
  1. Memiliki cita-cita bersama yang mengikat warga negara menjadi satu kesatuan.
  2. Memiliki sejarah hidup bersama sehingga tercipta rasa senasib sepenanggungan.
  3. Memiliki adat, budaya, dan kebiasaan yang sama sebagai akibat pengalaman hidup bersama. 
  4. Menempatai suatu wilayah tertentu yang merupakan kesatuan wilayah.
  5. Terorganisir dalam suatu pemerintahan yang berdaulat sehingga mereka terikat dalam suatu masyarakat hukum.

B. Karakteristik Nasionalisme

Karakteristik nasionalisme yang melambangkan kekuatan suatu negara dan aspirasi yang berkelanjutan, kemakmuran, pemeliharaan rasa hormat dan penghargaan untuk hukum. Nasionalisme tidak berdasarkan pada beberapa bentuk atau komposis pada pemerintahan tetapi seluruh badan negara, hal ini lebih ditekankan pada berbagai cerita oleh rakyat atau hal yang lazim, kebudayaan atau lokasi geografis tetapi rakyat berkumpul bersama dibawah suatu gelar rakyat dengan konstitusi sama (Hutauruk , 1984).
  1. Membanggakan pribadi bangsa dan sejarah kepahlawanan pada suatu negara.
  2. Pembelaan dari kaum patriot dalam melawan pihak asing.
  3. Kebangkitan pada tradisi masa lalu sebagai bagian mengagungkan tradisi lama karena nasionalisme memiliki hubungan kepercayaan dengan kebiasaan kuno.
  4. Suatu negara cendrung mengubah fakta sejarah untuk kemuliaan dan kehebatan negaranya.
  5. Ada spesial lambang nasionalisme yang diberikan untuk sebuah kesucian. Bendera, lambang nasionalisme dan lagu nasionalisme merupakan hal yang suci untuk semua umat manusia sebagai kewajiban untuk pengorbanan pribadi.

C. Makna Nasionalisme

Makna nasionalisme secara politis merupakan kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau menghilangkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya (Yudohusodo, 1996).

Kita sebagai warga negara Indonesia, sudah tentu merasa bangga dan mencaintai bangsa dan negara Indonesia. Kebanggaan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara tidak berarti kita merasa lebih hebat dan lebih unggul dari pada bangsa dan negara lain. Kita tidak boleh memiliki semangat nasionalisme yang berlebihan tetapi kita harus mengembangkan sikap  saling menghormati:

Jadi nasionalisme dapat diartikan:
  1. Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas mencerai-beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Keadaan seperti ini sering disebut chauvinisme.
  2. Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.

D. Nasionalisme Pancasila

Pada dasarnya nasionalisme pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai pancasila.

Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa:
  1. Menempatkan persatuan-kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan. 
  2. Menunjukan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
  3. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia tidak rendah diri.
  4. Mengikuti persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa.
  5. Menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  6. Mengembankan sikap tenggang rasa.
  7. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  8. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  9. Senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  10. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  11. Merasa bahwa bangsa Indonesia merupakan bagian dari seluruh umat manusia.
  12. Menganggap pentingnya sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

No comments:

Post a comment