Wednesday, 12 October 2016

Agar Tanaman Lada Cepat Berbuah

Usaha Mempercepat Tanaman Lada Berbuah

Untuk mempercepat tanaman lada berbuah adalah dengan cara melakukan perlakuan khusus terhadap tanaman tersebut. Ada 5 cara untuk mempercepat tanaman lada berbuah, yaitu sebagai berikut:
  1. Mempercepat perkembangan fase vegetatif,
  2. Membuat tanaman dalam fase reproduktif,
  3. Mengatur C/N rasio,
  4. Memberikan pupuk akar dan pupuk daun yang mengandung unsur hara P dan K dengan tepat,
  5. Pemberian hormon (zat pengatur tumbuh) bunga dan buah.

Mempercepat fase vegetatif

Pada tanaman lada, malai bunga dan buah akan tumbuh pada setiap ruas buku dahan-dahanya, tidak pada batang, lanak tanah, atau lanak gantung. Dalam hal ini, kita bisa mengusahakan dahan-dahan lada dibagian pangkal batang untuk tumbuh maksimal lebih dulu, yaitu dengan cara "memotes" pucuk batang sekitar 5-12 cm. Tujuan pemotesan ini, agar pucuk-pucuk dahan dapat lebih cepat tumbuh subur dan bertambah panjang. Kemudian yang akan terjadi adalah penimbunan karbohidrad pada dahan-dahanya dan dalam waktu dekat bunga akan muncul dan menjadi buah.

Agar Tanaman Lada Cepat Berbuah

Kapan waktu pemotesan dilakukan?. Waktu yang dilakukan untuk pemotesan adalah tergantung pada keinginan individu. Jika menginginkan tanaman lada berbuah pada umur 1 tahun, maka waktu pemotesannya adalah sejak tanaman berumur 5-6 bulan. Kemudian apabila individu menginginkan tanaman lada berbuah pada umur 1,5 tahun, maka waktu pemotesannya dilakukan pada umur tanaman 8-9 bulan.

Ada cara lain selain pemotesan agar tanama cepat berbuah. Pada dasarnya tanaman lada yang sudah berumur 1,5 tahun akan memiliki banyak dahan yang dimana merupakan tempat munculnya malai bunga dan buah. Oleh sebab itu, setelah bibit ditanam, segera diberi beberapa perlakuan khusus untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Bibit yang sudah berumur 7-10 hari, langsung diberi turus permanen.
  2. Pengikatan sulur/pucuk pada turus agar akarnya melekat sempurna.
  3. Penimbunan tanah pada pangkal tanaman agar sirkulasi udara berjalan dengan sempurna.
  4. Pemberian pupuk harus tepat waktu dan jangan sampai terlambat.

Mempercepat fase reproduktif

Cara mempercepat fase reproduktif yaitu dengan cara pemberian pupuk P dan K serta pupuk mikro (Mg, Fe, Zn, Mn, Cu, Co, B dan vitamin serta hormon. Di bawah ini, langkah-langkah pemberian pupuk pada tanaman lada.

a. Pemberian pupuk akar

Agar tanaman cepat berbuah, pemberian pupuk akar harus sudah dilakukan sejak tanaman berumur 5-6 bulan. Dalam aplikasi pupuk ke tanaman lada, harus memperhatikan keseimbangan kandungan unsur hara makro dan mikro. Di bawah ini adalah tabel petunjuk aplikasi pupuk.

Tabel 1. Petunjuk aplikasi pupuk anorganik untuk mempercepat lada berbuah
Umur tnm (bulan)Ures (g/tnm)TSP (g/tnmKCL (g/tnm
 3_4351520
4_5352025
5_6352530
6_17353035

Semua pupuk tersebut dapat di aplikasikan permasing-masing jenis pupuk ata bisajuga dicampurkan menjadi satu. Interval pemberian pupuk juga sama, yakni setiap bulan atau diaplikasikan satu kali saja saat tanaman berumur 3-4 bulan.

Jika ingin menggunakan pupuk yang mengandung sekaligus unsur hara makro dan mikro. Di rekomendasikan untuk menggunakan pupuk majemuk yang mengandung N, P, dan K, contoh pupuk: Nitrophoska atau cap Kepala Ayam. Jika menggunakan pupuk mjemuk N, P, dan K ini, dosis pemakaian pertanaman sebanyak 70 g pada umur 3-4 bulan, 80 g umur 4-5 bulan, 90 g umur 5-6 bulan, dan 100 g saat umur 6-7 bulan.

b. Pemberian pupuk daun

Selain pupuk akar, pupuk daun juga sangat berperan penting dalam percepatan pembuahan tanaman lada. Dalam penggunaan pupuk daun, harus mengandung unsur P dan K tinggi dibandaingkan unsur lain. Produk pupuk daun dapat diperoleh di toko-toko pertanian sekitar tempat tinggal anda, banyak produk pupuk daun yang tersebar dipasaran dengan berbagai macam merek dan harga namun harus tetap memperhatikan kandungan unsur hara yang diperlukan. Pengaplikasian pupuk daun pada tanaman dapat dilakukan setelah tanaman berumur 3-4 bulan hingga tanaman sudah tidak lagi tumbuh atau mencapai masa pertumbuhan konstas (tanaman sudah tua).

Dosis pemakaian pupuk daun dapat dilihat pada panduan yang sudah tercantum pada kemasan, begitu juga cara pemakaiannya. Petunjuk pemakaian pada kemasan adalah yang paling benar, kerana petunjuk dan produk tersebut sudah melalui beberapa tahap ujicoba, seperti penelitian, pengumpulan data hingga hasil yang diperoleh. Jangan sampai kelebihan dosis pupuk daun karena dosis yang berlebih dapat menggugurkan bunga, daun, dan pucuk pada tanaman lada.

c. Pemberian hormon

Hormon dengan kata lain zat perangsang tumbuh juga sangat berperan penting dalam percepatan tanaman lada berbuah. Hormon merupakan senyawa kimia yang digunakan sebagai penunjang pertumbuhan vegetatif maupun generatif pada tanaman dengan berbagai tujuan, misalnya merangsang percepatan pertumbuhan akar, daun, bunga, dan buah. Waktu pemberian hormon ini, juga sama dengan waktu pemberian pupuk akar dan daun yaitu 3-4 bulan umur tanaman. Karena hingga umur 12 bulan baru dahan bagian bawah yang mencapai pertumbuhan vegetatif maksimal maka pemberian hormonnya hanya pada dahan ini saja.

Untuk dosis pemakaian sudah tertera pada label kemasan masing-masing produk.

Mengatur C/N ratio

Ada cara lain selain hanya pemberian pupuk yang terjadwal, caralain yang perlu dilakukan dan ef ektif untuk mempercepat tanaman lada berbuah adalah mengatur keseimbangan C/N rationya. C/N ratio pada tanaman lada bisa diatur dengan cara:
  •  Pemangkasan batang
  • Pemotesan ujung tunas batang 
  • Pemotongan sulur gantung dan sulur tanah.
a. Pemangkasan

Pemangkasan sendiri ada tiga macam, yaitu: Pemangkasan ringan, sedang, dan berat.

Pemangkasan ringan adalah pemangkasan yang dilakukan hanya memangkas atau membuang batang, dahan, ranting-ranting yang tidak produktif. Hal ini dilakukan biasanya pada bagian-bagian tanaman yang terserang hama dan penyakit agar tidak semakin menular keseluruh bagian tanaman atau ke tanaman lainnya. Dengan pemangkasan seperti ini, dahan-dahan yang produktif akan cepat berbuah.

Pemangkasan sedang adalah pemangkasan yang dilakukan pada pucuk atau batang yang tidak produktif, baik pada tanaman muda ataupun dewasa. Hal ini dilakukan, agar dapat memacu tumbuhnya dahan-dahan produktif yang menghasilkan buah.

Pemangkasan berat adalah pemangkasan yang dilakukan terhadap tanaman yang sudah tua dengan tujuan peremajaan.

Tujuan dari pemangkasan sedang adalah untuk memacu pertumbuhan lebih banyak dahan pada ruas-ruas buku batang. Bila dari setiap ruas buku batang sudah terdapat banyak dahan, maka pemangkasan sedang tidak perlu dilakukan.

Batang dipangkas dengan pisau atau cukup dilengkungkan tepat di buku batang yang tidak memiliki dahan. Sehari kemudian dan bila pertumbuhan tanaman kurang subur, sebaiknya tanaman dipupuk yang banyak mengandung unsur N. Setelah beberapa minggu kemudian akan bermunculan tunas-tunas baru dan sekaligus dahannya.

b. Pemotesan ujung tunas batang

Dalam pemotesan ini, bagian yang dipangkas hanya ujung-ujung tunas batang sehingga pertumbuhan memanjang dari batang ini dapat dihambat. Dengan demikian, zat-zat hara yang digunakan untuk membentuk tunas-tunas cabang bisa ditimbun untuk pembentukan buah. Waktu pemotesan ini yang paling baik adalah sejak tanaman berumur 3-4 bulan, akan memacu tanaman cepat berbuah.

c. Pemotongan sulur gantung dan sulur tanah

Salur gantung dan sulur tanah akan muncul pada saat tanaman berumur 1-2 tahun karena tidak dilakukan pemankasan untuk stek batang. Sulur gantung dan tanah merupakan bagian tanaman yang tidak menghasilkan buah, sehingga bagian tanaman ini baiknya dipotong. Dengan pemotongan ini, unsur hara dapat dimanfaatkan untuk pembentukan bunga dan buah sehingga mampu mendorong produksi buah yang lebih banyak.

Daftar Pustaka

Gambar dari: https://ongkics.files.wordpress.com/2014/04/binhphuocgreen.jpg  






 

No comments:

Post a comment