Monday, 17 October 2016

Agar Lada Terus Berbuah Dan Berumur Panjang

Agar Tanaman Lada Terus Berbuah dan Berumur Panjang

Rasa bahagia di dalam diri melihat lada terus berbuah dan berumur panjang. Tentu semua petani lada menginginkannya, bagaimana tidak, lada yang berumur panjang dan terus berbuah memberikan banyak keuntungan, di antaranya memperoleh hasil panen buah lada yang banyak, tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membuka lahan baru atau mengganti tanaman baru, dan juga mengurangi tenaga.

Agar tanaman lada berumur panjang dan terus berbuah, tentunya ada perlakuan khusus yang harus dilakukan oleh petani. Berikut tahap perlakuannya:

a. Pemberian mulsa

Dewasa ini kemajuan Iptek dalam bidang pertanian semakin meningkat hingga mampu menghasilkan beberapa teknik yang cukup efektif untuk menanggulangi berbagai macam kesulitan, termasuk pada tanaman lada. Pemberian mulsa (penutup tanah) di perkebunan telah memberikan banyak manfaat diantaranya adalah memperbaiki sifat fisik, biologi, dan kimiawi tanah.

Selain dari salah satu perlakuan khusus untuk tanaman lada dapat berumur panjang, pemasangan mulsa mempunyai tujuan yang lain. Tujuan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Menjaga kelembaban tanah agar tetap stabil.
  2. Menstabilkan suhu tanah agar tidak cepat kering bila musim kemarau datang.
  3. Menghambat pertumbuhan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman lada.
  4. Mencegah hanyutnya pupuk berbentuk kristal yang ditaburkan bila musim hujan tiba.
  5. Menghambat sinar matahari agar tidak langsung menyentuh permukaan tanah.
  6. Mengurangi biaya pemeliharaan/pemberantasan gulma. 
Bahan mulsa untuk lada berbeda dengan bahan mulsa untuk tanaman seperti cabai (bahan mulsa plastik) dan kelapa sawit (bahan mulsa tanaman legum). Bahan mulsa yang lazim digunakan pada taman lada diantaranya adalah daun kelapa, daun aren, daun rambutan, daun manggis, rumput gajah dan alang-alang.

Waktu yang tepat untuk pemberian mulsa, sejak tanaman lada berumur sekitar 3-5 bulan setelah tanam agar kelembaban tanah satabil. Cara pemasanganya, ambilah dedaunan yang ada disekitar kebun beserta dahan dan rantingnya sepanjang 45-120 cm. Lalu letakkan daun tersebut dipermukaan tanah disekitar tanaman lada hingga seluruh permukaan tertutupi. Sebisa mungkin pemberian mulsa ini setebal 20-25 cm.

b. Peremajaan tanaman

Biasanya, tanaman lada yang sudah berbuah 4-6 kali (pada tanah yang kurang subur) dan 8-12 kali (pada tanah yang subur) akan mengalami stagnasi dengan tidak tumbuh pucuk/daun baru, batang tampak tidak segar, daun yang berubah warna dari hijau menjadi kuning hingga daunnya yang mengalami banyak kerontokan. Hal ini terjadi karena tanaman lada telah mencapai usia maksimalnya.

Tidak perlu dikhawatirkan, tanaman tersebut masih dapat diupayakan untuk tetap hidup dan terus menghasilkan tanpa harus menanam tanaman baru/membuka lahan baru. Upaya yang harus dilakukan adalah peremajaan tanaman. Peremajaan tanaman lada berbeda dengan peremajaan pada tanaman lainnya yang harus memangkas dahan dan rantingnya serta mengganti dengan tanaman yang baru. 

Peremajaan tanaman lada dilakukan dengan memotong batang utamanya atau melengkungkan batang utama setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. Dari pangkal batang yeng dipotong tersebut, nantinya akan tumbuh tunas-tunas baru pada setiap ruas buku batang.yang akan menjadi batang baru. Tunas baru ini nantinya akan menjadi batang yang mempu berbungan dan menghasilkan buah. Setelah pemotongan batang, selanjunya yang harus dilakukan pada saat itu juga adalah pemberian pupuk akar yang mengandung unsur N dan K. Unsur N dan K bermanfaat untuk mempercepat tumbuhnya tunas-tunas baru. Cara pemupukannya sama seperti pada tanaman yang belum diremajakan, yakni dengan cara menaburkan pupuk disekeliling tanaman lada dengan jarak 45-50 cm dari batang. Dosis yang digunakan berkisar 30 g urea dan 20 g KCL per tanaman.

c. Pembuatan selokan

Pembuatan selokan ini dilakukan pada perkebunan tertentu, pada saat musim hujan sering terjadi banjir dan genangan air yang terlalu lama. Air yang menggenang pada permukaan tanah disekitar tanaman lada akan berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut. Dampak negatif yang harus diwaspadai adalah terjadinya penyakit busuk akar yang dapat menyebabkan tanaman lada mati mendadak. Kematian mendadak ini tidak hanya terjadi pada tanaman yang sudah berbuah, tanaman yang masih mudapun dapat mengalaminya.

Cara untuk menghindari genangan air yang terlalu lama adalah dengan cara membuat selokan atau got, baik di sekililing kebun maupun di sela-sela tanaman dengan ukuran lebar 50 cm dan tinggi 50 cm.

d. Pengendalian hama dan penyakit

Pemberantasan hama dan penyakit yang dimaksud dalam pokok pembahasan kali ini bukan menjelaskan tentang teknik-teknik pencegahan dari segala macam yang menyerang tanaman lada. Melainkan, hanya menganjurkan dalam program usaha pemanjangan umur, tanaman lada harus bebas dari serangan hama dan penyakit. Berikut adalah hama dan penyakit yang menyerang tanaman lada:

1. Hama tanaman lada
  • Lophobaris piperis Marsh (kumbang lada kecil)
  • Lophobaris seratipes Marsh (kumbang lada kecil)
  • Dasynus piperis China (serangga sebangsa kepik)
  • Kepik Elasmognathus hewetti Dist
  • Elasmognathus nepalenis
  • Ulat (sumber dari berbagai macam buku tentang budidaya tanaman lada)
2. Penyakit tanaman lada
  • Phytophtora palmifora
  • Stump root
  • Root rot
  • Yellow diasease dan penyakit fisiologis lainnya
Apa bila telah mengetahui bahwa tanaman terkena serangan hama dan penyakit, harus segera melakukan pencegahan atau pemberantasan dan jangan sampai terlambat. Keterlambatan dalam pencegahan atau pemberantasan akan berakibat buruk pada performa pertumbuhan dan perkembangannya, tanaman lada akan lambat berbuah, produksinya sedikit dan berumur pendek. Bahkan yang paling dikhawatirkan adalah terdapat jenis penyakit tertentu yang dapat menyebabkan kematian mendadak pada tanaman lada. 

e. Pembersihan gulma 

Pada pembahasan kali ini, tidak dijelaskan teknik cara pemberantasan gulma, namun hanya sebuah saran. Sebagaimana mestinya bahwa gulma memang harus di bersihkan agar tidak mengganggu dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman lada.

Ada dua macam jenis gulma, yakni ilalang dan rumput liar. Gulma dapat diberantas dengan cara manual dan kimiawi/herbisida.

Agar pembersihan gulma tidak memakan waktu dan biaya yang banyak, maka dianjurkan untuk menggunakan herbisida seperti Round Up untuk ilalang dan Paracol untuk aneka rumput. Penggunaan herbisida haruslah hati-hati jangan sampai terkena daun, batang, dahan, bunga, dan buahnya. Apabila bagian organ tanaman terkena herbisida, maka organ yng terkena akan menguning dan bahkan sampai mati. Selain itu, penggunaan dosis juga harus tepat artinya jangan sampai kelebihan dan juga kekurangan.

Banyak keuntungan dari pembersihan gulma dengan menggunakan herbisida, diantaranya adalah:
  1. Biaya relatif murah
  2. Dapat dilakukan dengan cepat
  3. Tidak menimbulkan pengikisan dan erosi
  4. Tanah perkebunan tetap seperti semula (tidak padat, sifat fisik, kimia, dan biologinya seperti semula)
  5. Pertumbuhan gulma berikutnya lebih lambat dibandingkan dengan dibersihkan memakai cangkul
f. Pemberian pupuk dan hormon

Pada tahap ini, pemberian pupuk dan hormon lebih diutamakan pada tanaman lada yang sudah berulangkali berbuah. Tujuannya adalah tanaman yang sudah mencapai umur tua diusahakan agar bagian tanaman seperti batang, dahan, dan akarnya selalu dalam kondisi remaja. Artinya tanaman diberikan unsur-unsur yang dapat menstabilkan pertumbuhan vegetatifnya.

Sebaiknya tanaman lada yang sudah berumur tua diberi pupuk akar dan pupuk daun yang banyak mengandung unsur N. Demikian pula dalam pemberian hormon.

Hormon yang diberikan pada tanaman lada yng sudah tua harus banyak mengandung unsur-unsur yang mampu merangsang pembentukan vegetatif tanaman. Unsur-unsur tersebut diantaranya adalah unsur N. Unsur Nitrogen mamcu pertumbuhan tunas baru sehingga dapat menggantikan dahan yang sudah tua. Tunas yang sudah dewasa akan tumbuh bunga dan buah yang baru.

Demikian ulasan tentang "Agar Lada Terus Berbuah Dan Berumur Panjang" semoga informasi ini bermanfaat untuk anda.

Daftar Pustaka:
  • Sumber gambar dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Lada



No comments:

Post a comment